Malang, Swa News– Kolaborasi dalam memperkuat kerjasama antarkampus tidak melulu kegiatan formal. Kerja sama Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) Kota Malang dengan Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta dinilai unik, out of the box tanpa mengurangi substansi kerjasama (28/04/2026).

Kunjungan UTP Surakarta ke Kampus C UIBU tak hanya diwarnai rangkaian kegiatan akademik seperti dosen tamu, penandatanganan nota kesepahaman (MoU), pembelajaran kewirausahaan, dan benchmarking penjaminan mutu.
Namun, sorotan utama justru datang dari pertandingan persahabatan yang melibatkan mahasiswa kedua kampus. Sparing olahraga menjadi magnet antusiasme, menghadirkan interaksi yang lebih cair dan membangun kebersamaan lintas kampus.
Baca juga: 9 Jalur Mandiri Universitas Negeri Malang 2026: Syarat, Jadwal, dan 9 Pilihan Seleksi Lengkap
Dua kampus ini menganggap kolaborasi dengan cara sparing di lapangan mulai dari bola voli, bulu tangkis hingga futsal dapat langsung mencairkan suasana antar mahasiswa.

Dekan FKIP UTP Surakarta, Kodrad Budiyono, S.Pd., M.Or menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar seremoni. “Kegiatan ini menjadi ruang benchmarking, terutama dalam pengembangan akademik dan kegiatan kemahasiswaan,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan FEK UIBU, Adi Sucipto, M.Kes., AIFO menambahkan bahwa interaksi mahasiswa adalah inti dari kolaborasi. “Selain memperkuat kerja sama formal, kegiatan ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk berinteraksi dan belajar dalam suasana yang lebih terbuka,” pungkasnya.
Konsep Kolaborasi Unik UIBU dan UTP Surakarta
Ketua Program Studi PJKR UIBU, Yulianto Dwi Saputro, M.Sc., M.Pd menekankan bahwa konsep kegiatan memang dirancang agar mahasiswa mendapat pengalaman nyata. “Kami ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya formal di kelas, tetapi juga memberi pengalaman langsung. Sparing olahraga menjadi media efektif untuk membangun kebersamaan, sportivitas, sekaligus memperkuat jejaring antar mahasiswa,” jelasnya.

Dengan cara unik ini, UIBU dan UTP Surakarta menunjukkan bahwa kerja sama kampus tak harus kaku. Dari ruang kelas hingga lapangan futsal, kolaborasi bisa hadir dalam bentuk yang lebih hidup, penuh sportivitas, dan berkelanjutan. (MJL)*
















