Minggu, Juni 28, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home Seni dan Budaya

Menelusuri Budaya Hedon dalam Tradisi Riyoyo Kupatan di Lamongan

Imam Hanifah by Imam Hanifah
25/03/2026
in Seni dan Budaya, Jawa Timur
1
Tradisi Riyoyo Kupatan
0
SHARES
115
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp
Logo SWA Indonesia

Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com

Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.

✨ Jangkauan Nasional ✍️ Personal Branding 🤝 Komunitas Intelektual
Gabung Kolumnis Kirim Naskah Artikel

Lamongan, SWANEWS — Tradisi Riyoyo Kupatan (Hari Raya Ketupat) sudah lama berlangsung dalam budaya masyarakat Islam pesisir utara Lamongan. Namun, sejak era 80-an hingga kini, Riyoyo Kupatan terlihat lebih bersifat seremonial dan terkesan hedonis.

Bagi masyarakat pesisir Lamongan, Riyoyo Kupatan yang biasanya dilaksanakan seminggu setelah Hari Raya Idulfitri—tepatnya pada 8 Syawal—tampak lebih banyak menyajikan acara makan-makan dan hiburan.

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

Hari Bhayangkara Ke-80, Polres Batu Olahraga Bersama Pererat Soliditas

Hari Bhayangkara Ke-80, Polres Batu Olahraga Bersama Pererat Soliditas

27/06/2026
Kejanggalan LPJ APBD 2025 Kota Malang, DPRD Soroti Penurunan DBH

Kejanggalan LPJ APBD 2025 Kota Malang, DPRD Soroti Penurunan DBH

26/06/2026
Load More

Bahkan, ketika kami menjumpai beberapa masyarakat pesisir yang telah mengalami masa Riyoyo Kupatan sekitar era 80-an hingga saat ini, kebanyakan dari mereka tidak memahami makna tradisi yang selama ini dijalankan.

“Riyoyo Kupatan yo riyoyo mari lebaran terus gawe kupat, terus akeh acara musik hiburan dangdut,” ujar Nasrun kepada Swanews.

“Aku tidak mengerti arti kupat dan lepet, tapi biasanya kalau Riyoyo Kupatan itu ya membuat ketupat dan lepet, pakai lodeh ikan tongkol atau ikan laut asap lainnya,” timpal Son saat ditanya seputar arti kupat (ketupat).

Padahal, tradisi Riyoyo Kupatan yang diperkenalkan oleh Walisongo, khususnya Sunan Kalijaga pada masa Kerajaan Demak tersebut, memiliki makna hakikat dan filosofi mendalam. Selain sebagai bentuk rasa syukur setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan dan puasa sunnah Syawal, tradisi kupatan juga sarat akan simbolisme.

Menurut spiritual Jawa, kupat (ketupat) melambangkan pengakuan kesalahan dan dosa (ngaku lepat). Sementara janur yang menjadi bungkus ketupat dan lepet—yang selama ini oleh masyarakat pesisir menggunakan daun kelapa muda (pupus)—berarti kembali ke asal muasal manusia. Janur juga sering dimaknai sebagai jatining nur (hati nurani) atau sejatine nur (cahaya sejati).

Pada era 80-an, pusat kegiatan Riyoyo Kupatan berada di Tanjung Kodok dan Sendang Duwur, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Kala itu, pelaksanaan ritual budaya Riyoyo Kupatan, khususnya di Sendang Duwur, masih terasa sakral karena berbalut unsur keyakinan lokal yang terkait dengan mitos.

Apapun bentuk perkembangannya saat ini, pelaksanaan tradisi Riyoyo Kupatan tetap menjadi cermin perpaduan nilai budaya pesisir utara Jawa dengan ajaran Islam mengenai hakikat kesucian hati serta upaya mempererat tali persaudaraan.

Tags: Filosofi KetupatMakna Simbolis JanurNgaku LepatPesisir Utara LamonganRiyoyo KupatanTradisi Islam PesisirTradisi Lebaran
Imam Hanifah

Imam Hanifah

Penulis SEO seputar Jawa Timur, bisnis, wisata dan pendidikan

Related Posts

Hari Bhayangkara Ke-80, Polres Batu Olahraga Bersama Pererat Soliditas
Jawa Timur

Hari Bhayangkara Ke-80, Polres Batu Olahraga Bersama Pererat Soliditas

by Mukhamad Munif
27/06/2026
Kejanggalan LPJ APBD 2025 Kota Malang, DPRD Soroti Penurunan DBH
Jawa Timur

Kejanggalan LPJ APBD 2025 Kota Malang, DPRD Soroti Penurunan DBH

by Mukhamad Munif
26/06/2026
PU CKPP Kabupaten Banyuwangi
News

Anggaran APBD Terbatas, Kadis PU CKPP Kabupaten Banyuwangi Akan Manfaatkan CSR

by Imam Hanifah
25/06/2026
Dinas PU CKPP Kabupaten Banyuwangi
News

Dinas PU CKPP Kabupaten Banyuwangi Siapkan Langkah Taktis Hadapi Tekanan Fiskal APBD 2026

by Imam Hanifah
25/06/2026
Pelecehan Seksual di Bululawang
Hukum

Kasus Pelecehan Seksual di Bululawang, DPRD Kabupaten Malang Desak Kemenag Bekukan Izin Pesantren

by A.S Laksana
24/06/2026
Gaji 350 Karyawan RSI Unisma
Hukum

Finansial Tertekan, RSI Unisma Pangkas Gaji 350 Karyawan hingga 35 Persen

by Imam Hanifah
24/06/2026
Next Post
Jurusan Terfavorit di Universitas Airlangga

Peluang SNBT 2026, Ini 15 Jurusan Terfavorit di Universitas Airlangga (Unair) di SNBT 2025 

Comments 1

  1. Ping-balik: ICT Watch Menyoroti Pelaksanaan Pembatasan Akses Digital Anak Di Bawah Usia 16 Tahun Swa News

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

15/03/2026
Jurusan sepi peminat di UPN

Pasti Lulus! Ini 15 Jurusan Sepi Peminat di UPN Jatim SNBT 2026

30/03/2026
Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

15/04/2026
Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

16/06/2026
Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

14/11/2025

EDITOR'S PICK

Selang Sehari! Presiden Prabowo Kembali Mengundang Para Oligarki

08/03/2025
Cahyanto Hendri Wahyudi Dipercaya Menjabat Kadis Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Permukiman Kabupaten Banyuwangi

Cahyanto Hendri Wahyudi Dipercaya Menjabat Kadis Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Permukiman Kabupaten Banyuwangi

23/01/2026
Agama, Kopi, dan Pasar

Agama, Kopi, dan Pasar

22/01/2025
Problem Tambang dan Etika Keberpihakan: Kritik terhadap Sikap Muhammadiyah

Problem Tambang dan Etika Keberpihakan: Kritik terhadap Sikap Muhammadiyah

28/01/2026
logo swanews

© 2026 Swa News Indonesia

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
© Swa News | Cepat dan Mencerahkan