Rabu, Maret 25, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home Seni dan Budaya

Menelusuri Budaya Hedon dalam Tradisi Riyoyo Kupatan di Lamongan

Imam Hanifah by Imam Hanifah
25/03/2026
in Seni dan Budaya, Jawa Timur
0
Tradisi Riyoyo Kupatan
0
SHARES
100
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

Lamongan, SWANEWS — Tradisi Riyoyo Kupatan (Hari Raya Ketupat) sudah lama berlangsung dalam budaya masyarakat Islam pesisir utara Lamongan. Namun, sejak era 80-an hingga kini, Riyoyo Kupatan terlihat lebih bersifat seremonial dan terkesan hedonis.

Bagi masyarakat pesisir Lamongan, Riyoyo Kupatan yang biasanya dilaksanakan seminggu setelah Hari Raya Idulfitri—tepatnya pada 8 Syawal—tampak lebih banyak menyajikan acara makan-makan dan hiburan.

Bahkan, ketika kami menjumpai beberapa masyarakat pesisir yang telah mengalami masa Riyoyo Kupatan sekitar era 80-an hingga saat ini, kebanyakan dari mereka tidak memahami makna tradisi yang selama ini dijalankan.

“Riyoyo Kupatan yo riyoyo mari lebaran terus gawe kupat, terus akeh acara musik hiburan dangdut,” ujar Nasrun kepada Swanews.

“Aku tidak mengerti arti kupat dan lepet, tapi biasanya kalau Riyoyo Kupatan itu ya membuat ketupat dan lepet, pakai lodeh ikan tongkol atau ikan laut asap lainnya,” timpal Son saat ditanya seputar arti kupat (ketupat).

Padahal, tradisi Riyoyo Kupatan yang diperkenalkan oleh Walisongo, khususnya Sunan Kalijaga pada masa Kerajaan Demak tersebut, memiliki makna hakikat dan filosofi mendalam. Selain sebagai bentuk rasa syukur setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan dan puasa sunnah Syawal, tradisi kupatan juga sarat akan simbolisme.

Carousel Gambar Artikel

Menurut spiritual Jawa, kupat (ketupat) melambangkan pengakuan kesalahan dan dosa (ngaku lepat). Sementara janur yang menjadi bungkus ketupat dan lepet—yang selama ini oleh masyarakat pesisir menggunakan daun kelapa muda (pupus)—berarti kembali ke asal muasal manusia. Janur juga sering dimaknai sebagai jatining nur (hati nurani) atau sejatine nur (cahaya sejati).

Pada era 80-an, pusat kegiatan Riyoyo Kupatan berada di Tanjung Kodok dan Sendang Duwur, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Kala itu, pelaksanaan ritual budaya Riyoyo Kupatan, khususnya di Sendang Duwur, masih terasa sakral karena berbalut unsur keyakinan lokal yang terkait dengan mitos.

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

jadwal bus surabaya pacitan

Rincian Jadwal Bus Surabaya Pacitan 2026: Dari Kelas Ekonomi hingga Patas

22/03/2026
jadwal bus surabaya ngawi

Jadwal Bus Surabaya Ngawi 2026, Lengkap dengan Informasi Tarif dan Jam Keberangkatan

22/03/2026
Load More

Apapun bentuk perkembangannya saat ini, pelaksanaan tradisi Riyoyo Kupatan tetap menjadi cermin perpaduan nilai budaya pesisir utara Jawa dengan ajaran Islam mengenai hakikat kesucian hati serta upaya mempererat tali persaudaraan.

Tags: Filosofi KetupatMakna Simbolis JanurNgaku LepatPesisir Utara LamonganRiyoyo KupatanTradisi Islam PesisirTradisi Lebaran
Imam Hanifah

Imam Hanifah

Penulis SEO seputar Jawa Timur, bisnis, wisata dan pendidikan

Related Posts

jadwal bus surabaya pacitan
Jawa Timur

Rincian Jadwal Bus Surabaya Pacitan 2026: Dari Kelas Ekonomi hingga Patas

by Imam Hanifah
22/03/2026
jadwal bus surabaya ngawi
Jawa Timur

Jadwal Bus Surabaya Ngawi 2026, Lengkap dengan Informasi Tarif dan Jam Keberangkatan

by Imam Hanifah
22/03/2026
KAHMI Rayon Sapudi Akan Laporkan Masalah Pengelolaan Listrik di Pulau Sapudi, DPRD Kabupaten Sumenep: Kami Ultimatum PT PLN (Persero)
Jawa Timur

KAHMI Rayon Sapudi Akan Laporkan Masalah Pengelolaan Listrik di Pulau Sapudi, DPRD Kabupaten Sumenep: Kami Ultimatum PT PLN (Persero)

by redaksi swanews
21/03/2026
Tetap Sering Padam! Pengelolaan Listrik di Pulau Sapudi Dikritisi Anggota DPRD Sumenep, PLN Tidak Respon
Jawa Timur

Tetap Sering Padam! Pengelolaan Listrik di Pulau Sapudi Dikritisi Anggota DPRD Sumenep, PLN Tidak Respon

by redaksi swanews
17/03/2026
Saatnya Mengembalikan Fungsi Sarinah Malang Menjadi Pusat Kegiatan Rakyat
Seni dan Budaya

Saatnya Mengembalikan Fungsi Sarinah Malang Menjadi Pusat Kegiatan Rakyat

by redaksi swanews
16/03/2026
jadwal bus surabaya magetan
Jawa Timur

Jangan Sampai Ketinggalan! Jadwal Bus Surabaya Magetan 2026 Terupdate

by Imam Hanifah
16/03/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

15/03/2026
Demo Bagi-Bagi Baju Gratis dan Takjil, Gaya Unik Berbagi ala Pemuda Lowokdoro

Demo Bagi-Bagi Baju Gratis dan Takjil, Gaya Unik Berbagi ala Pemuda Lowokdoro

02/03/2026
Tetap Sering Padam! Pengelolaan Listrik di Pulau Sapudi Dikritisi Anggota DPRD Sumenep, PLN Tidak Respon

Tetap Sering Padam! Pengelolaan Listrik di Pulau Sapudi Dikritisi Anggota DPRD Sumenep, PLN Tidak Respon

17/03/2026
Kamaruddin Amin, Sekretaris Jenderal Kemenag RI

Kamaruddin Amin, Sekretaris Jenderal Kemenag RI Dituntut Mundur

01/02/2026
sekarang puasa hari ke berapa

Sekarang Puasa Hari ke Berapa? Cek Kalender Ramadan 2026 Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

24/02/2026

EDITOR'S PICK

Namanya Masuk Tokoh Kejahatan Terorganisir dan Korupsi Dunia 2024, Jokowi Nantang Pembuktian!

Namanya Masuk Tokoh Kejahatan Terorganisir dan Korupsi Dunia 2024, Jokowi Nantang Pembuktian!

02/01/2025
Ini Sosok Mundi Rahayu, Guru Besar Culture Studies, Fakultas Humaniora UIN Maliki Malang

Ini Sosok Mundi Rahayu, Guru Besar Culture Studies, Fakultas Humaniora UIN Maliki Malang

07/12/2024
2 alasan Netizen Tuntut Gus Miftah Dipecat dan Diboikot !

2 alasan Netizen Tuntut Gus Miftah Dipecat dan Diboikot !

06/12/2024
Kontroversi Pagar Laut ! Kerugian Capai 116,9 Miliar? 

Kontroversi Pagar Laut ! Kerugian Capai 116,9 Miliar? 

16/01/2025
logo swanews

© 2026 Swa News Indonesia

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
© Swa News | Cepat dan Mencerahkan