Kamis, Agustus 27, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home Wisata dan Kuliner

Toko Oen Kayutangan: Titik Temu Kuliner Tempo Doloe Tionghoa-Hindia Belanda di Malang

redaksi swanewsbyredaksi swanews
24/02/2026
in Wisata dan Kuliner
0
0
SHARES
110
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp
Logo SWA Indonesia

Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com

Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.

✨ Jangkauan Nasional ✍️ Personal Branding 🤝 Komunitas Intelektual
Gabung Kolumnis Kirim Naskah Artikel

Malang, Swa News— Jika Anda berjalan menyusuri kawasan wisata Kayutangan Heritage, Kota Malang, Anda akan menjumpai salah satu restoran klasik yang masih mempertahankan bangunan arsitektural masa kolonial Belanda yang bertuliskan jelas “Toko Oen”.

Toko Oen Kayutangan
Foto Istimewa

Mungkin nama Toko Oen terlampau eksklusif dan kurang populer bagi kalangan masyarakat serta wisatawan lokal. Akan tetapi, eksistensinya tidak bisa dipisahkan dari perjalanan sejarah ekspansi kolonialisme Belanda yang menempatkan wilayah Kayutangan, Kota Malang, sebagai kawasan sub-urban pada masanya.

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

RSUD Eka Candrarini & Dinkes Surabaya Bantah Temuan Limbah Medis di Parit Juanda Bukan Milik Rumah Sakit Daerah

RSUD Eka Candrarini & Dinkes Surabaya Bantah Temuan Limbah Medis di Parit Juanda Bukan Milik Rumah Sakit Daerah

26/08/2026

Limbah Medis B3 di Parit Tol djuanda Diduga Milik RSUD Surabaya

26/08/2026
Load More

Baca juga: Rekomendasi 10 Tempat Ngabuburit di Malang yang Seru, Hemat, dan Penuh Pilihan Takjil

Toko Oen di Malang adalah restoran legendaris bergaya kolonial Belanda yang berdiri sejak tahun 1930 dan berada di kawasan Kayutangan Heritage, Jalan Jenderal Basuki Rachmat Nomor 5. Toko Oen didirikan oleh pasangan Tionghoa-Belanda, Liem Gien Nio dan Oen Tjoen Hok. Dahulu, tempat tersebut terkenal dengan es krim rumahan, roti, dan steak. Hingga kini, Toko Oen masih mempertahankan suasana klasiknya, dan pemerintah telah menetapkannya sebagai salah satu situs cagar budaya di Kota Malang.

Dulu dan Kini Toko Oen Kayutangan

Toko Oen Kayutangan Kota Malang berdiri pada tahun 1930. Awalnya, tempat ini merupakan lokasi hang out favorit para pejabat kolonial Belanda. Tempatnya yang romantis dengan gaya bangunan arsitektural kolonial, di dalamnya dipadu dengan rangkaian interior klasik dan kursi rotan, pada masanya menjadi tempat kongkow kaum kelas menengah Belanda.

Begitu pula dengan menu sajiannya yang terkenal dengan old fashioned ice cream bertekstur khas dan tidak terlalu manis, serta kue-kue kering seperti kue jahe dan kastengel, semakin menyelaraskan selera para bangsawan kelas menengah Belanda kala itu.

Toko oen
Foto : Rossi Putri Enjelita

Meski Toko Oen Kayutangan Malang telah mengalami perubahan, baik dari sisi manajemen pengelola maupun penyajian menu karena tuntutan pasar, Toko Oen tetap mempertahankan resep lama dan nuansa suasana tempo dulu. Suasana klasik masih menghiasi setiap sudut: pramuniaga berpakaian ala pelayan zaman dulu (maid), alunan musik nostalgia, serta tata ruang yang dibiarkan bergaya jadul, menjadikannya destinasi populer bagi wisatawan.

Kini, Toko Oen Kayutangan Malang bukan sekadar tempat makan. Terlebih setelah kawasan Kayutangan Heritage berkembang menjadi pusat wisata tempo doeloe Kota Malang, kehadiran Toko Oen semakin menguatkan ikon heritage yang mempertegas cita rasa nostalgia masa kolonial di tengah arus modernisasi Kota Malang.

Selain itu, semakin dalam menjelajahi pusat wisata Kayutangan Heritage, akan semakin tampak eksistensi Toko Oen yang turut mempertegas kosmopolitanisme Kota Malang tempo doeloe—sebuah kota yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah kolonialisme hingga menuju kemerdekaan. (SM)


Editor: Munif

Tags: Kayutangan MalangToko oenToko Oen Kayutangan
redaksi swanews

redaksi swanews

Swa News adalah media terpercaya yang menyajikan informasi cepat dan tepat.

Related Posts

RSUD Eka Candrarini & Dinkes Surabaya Bantah Temuan Limbah Medis di Parit Juanda Bukan Milik Rumah Sakit Daerah
Gaya hidup

RSUD Eka Candrarini & Dinkes Surabaya Bantah Temuan Limbah Medis di Parit Juanda Bukan Milik Rumah Sakit Daerah

byMukhamad Munifand1 others
26/08/2026
Gaya hidup

Limbah Medis B3 di Parit Tol djuanda Diduga Milik RSUD Surabaya

byMukhamad Munifand1 others
26/08/2026
Menteri Enkraf
Ekonomi

Menteri Ekraf Tegaskan Kombinasi Teknologi dan Inovasi Jadi Kunci Ekosistem Kreatif Malang

byMukhamad Munifand1 others
24/08/2026
Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Dibuka: Cek Jadwal Lengkap & Kategori Program
Gaya hidup

Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Dibuka: Cek Jadwal Lengkap & Kategori Program

byMukhamad Munifand1 others
23/08/2026
Kado Kemerdekaan
Ekonomi

Kado Kemerdekaan, BI Gratiskan MDR QRIS Transaksi di Bawah 100 Ribu Rupiah

byArdian FRand1 others
18/08/2026
Gimmick Berlebihan Promo Miras, Newport Resmi Dipolisikan
Agama

Gimmick Berlebihan Promo Miras, Newport Resmi Dipolisikan

byArdian FRand1 others
15/08/2026
Next Post
sekarang puasa hari ke berapa

Sekarang Puasa Hari ke Berapa? Cek Kalender Ramadan 2026 Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

POPULAR NEWS

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

15/03/2026
Jurusan sepi peminat di UPN

Pasti Lulus! Ini 15 Jurusan Sepi Peminat di UPN Jatim SNBT 2026

30/03/2026
Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

15/04/2026
Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

16/06/2026
Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

14/11/2025

EDITOR'S PICK

profil kabupaten lamongan

Profil Kabupaten Lamongan: Sejarah, Wilayah, Pendidikan, Ekonomi, dan Wisata

15/02/2026
Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Dosen ‘IM’, Mahasiswa Sentil Zainal Habib, Plt Wakil Rektor 2 UIN Maliki Malang

Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Dosen ‘IM’, Mahasiswa Sentil Zainal Habib, Plt Wakil Rektor 2 UIN Maliki Malang

20/09/2025

Aston Villa Sambangi Jakarta! Bawa Alejandro Garnacho dan Trofi Liga Europa Hadapi Indonesia All Stars di GBK

28/07/2026
Jurusan paling favorit di Universitas Negeri Surabaya

15 Jurusan Paling Favorit di Universitas Negeri Surabaya untuk SNBT 2026, Jadi Rebutan Ribuan Calon Mahasiswa

27/03/2026
logo swanews

© 2026 Swa News Indonesia

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
© Swa News | Cepat dan Mencerahkan