Jumat, Mei 29, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home Agama

Ramadhan dan Pranata Keluarga Harmonis untuk Meraih Taqwa

Uril Bahrudin by Uril Bahrudin
20/02/2026
in Agama, Kolom
0
Pranata Keluarga Harmonis
0
SHARES
126
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp
Logo SWA Indonesia

Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com

Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.

✨ Jangkauan Nasional ✍️ Personal Branding 🤝 Komunitas Intelektual
Gabung Kolumnis Kirim Naskah Artikel

Ramadhan dan Pranata Keluarga Harmonis untuk Meraih Taqwa

Prof. Dr. KH. Uril Bahruddin, MA

Sebuah tema yang terdengar sederhana, tetapi sesungguhnya sangat menentukan arah peradaban. Sebab dari keluargalah nilai-nilai ditanamkan, kebiasaan dibentuk, dan iman diwariskan. Ramadhan, dengan seluruh kekayaan spiritual dan sosialnya, adalah momentum emas bagi keluarga untuk kembali ke fitrahnya, menjadi ruang pembinaan iman dan akhlak, serta melatih kepedulian dan kebersamaan.

Di tengah kehidupan modern hari ini, banyak keluarga—tanpa disadari—terjebak dalam pola pengasuhan yang sangat materialistik. Perhatian besar tercurah pada pemenuhan fisik anak-anak: makanan terbaik, sekolah mahal, pakaian bermerek, dan fasilitas yang serba nyaman. Bahkan nilai yang ditanamkan sering kali berputar di sekitar pencapaian materi dan status sosial. Sementara pendidikan yang bersifat komprehensif, yang membentuk karakter, daya tahan moral, dan kedalaman makna hidup, justru kerap terpinggirkan.

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

Ahmad Irawan Salurkan Sapi Kurban di Wagir dan Dau, Menjaga Semangat Berkurban Bersama Masyarakat

Ahmad Irawan Salurkan Sapi Kurban di Wagir dan Dau, Menjaga Semangat Berkurban Bersama Masyarakat

28/05/2026
Warga Ngantang Kabupaten Malang Menerima Bantuan Sapi Presiden RI  ‎

Warga Ngantang Kabupaten Malang Menerima Bantuan Sapi Presiden RI ‎

27/05/2026
Load More

 

Pranata Keluarga Harmonis

Ramadhan dan Pranata Keluarga Harmonis

Ramadhan datang sebagai koreksi lembut sekaligus peluang besar. Selama tiga puluh hari penuh, siang dan malamnya, keluarga diajak masuk ke dalam sebuah “pengalaman spiritual kolektif” yang jarang ditemukan di bulan lain. Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah, melainkan madrasah kehidupan. Ia bukan hanya untuk satu bulan, tetapi untuk sebelas bulan berikutnya. Bahkan, sejatinya, Ramadhan bagi seorang muslim adalah pelajaran untuk seumur hidup.

Baca Juga: Sekapur Sirih Sirah Ramadan

Ramadhan dan Pranata Keluarga Harmonis

Menariknya, mayoritas umat Islam—bahkan mereka yang mungkin belum sepenuhnya konsisten dalam menjalankan ajaran agama sekalipun—tetap menjaga dan menjalankan puasa Ramadhan. Fenomena ini pernah dicatat oleh Imam Ibnu al-Jauzi rahimahullah dalam bukunya Shaid al-Khatir. Ia melihat bahwa puasa telah menjelma menjadi kebiasaan yang sangat mengakar dalam jiwa umat Islam, hingga sulit ditinggalkan. Meski sebagian orang masih lalai dalam aspek agama lain, puasa Ramadhan tetap dipertahankan dan dijalankan.

Hal senada juga diamati oleh Murad Hofmann, seorang pemikir Jerman yang memeluk Islam. Dalam bukunya Journey to Makkah, ia menyebut bahwa puasa Ramadhan telah menjadi budaya yang kuat, bahkan pada sebagian masyarakat Muslim dijalani lebih sebagai tradisi kolektif daripada kesadaran spiritual penuh. Meski demikian, justru di situlah letak peluang besar keluarga: mengembalikan puasa dari sekadar kebiasaan menjadi kesadaran, dari rutinitas menjadi penghayatan.

Dalam kajian keislaman dan antropologi, ritual atau syi’ar memiliki peran penting dalam membentuk identitas. Ia bukan sekadar simbol, tetapi perwujudan keyakinan. Tidak ada agama tanpa ritual, karena ritual adalah jembatan antara keyakinan dan perilaku. Melalui ritual, manusia membangun hubungan dengan Tuhan, dengan dirinya sendiri, dan dengan sesama.

Ramadhan dan Pranata Keluarga Harmonis

Di sinilah keluarga memegang peran sentral. Berbagai studi menunjukkan bahwa anak-anak jauh lebih dipengaruhi oleh apa yang mereka lihat daripada apa yang mereka dengar. Keteladanan orang tua dalam menjalankan ibadah, menjaga akhlak selama Ramadhan, serta mengaitkan puasa dengan perilaku sehari-hari meninggalkan jejak yang sangat dalam di jiwa anak. Ketika anak melihat ayah dan ibu menahan amarah saat berpuasa, menjaga lisan, berbagi dengan tetangga, bangun bersama untuk sahur, membaca Al-Qur’an, peduli dengan sesama, berbagi menu buka, dan melangkah ke masjid untuk tarawih—di situlah nilai bekerja tanpa banyak kata tertanam kuat.

Penelitian bahkan menunjukkan bahwa mayoritas remaja merasakan kebahagiaan dan kedekatan emosional yang lebih kuat ketika menjalankan ritual keagamaan bersama keluarga.

Puasa sendiri adalah ibadah yang sangat komprehensif. Ia bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih pengendalian diri, empati, dan kepedulian sosial. Menariknya, berbagai studi modern menunjukkan bahwa puasa justru mendorong perilaku prososial, seperti kedermawanan dan solidaritas. Lapar tidak menjadikan manusia egois, tetapi—dalam konteks Ramadhan—justru melunakkan hati untuk berbagi.

Bagi keluarga, Ramadhan adalah “kamp pelatihan” yang luar biasa. Di dalamnya ada disiplin waktu, penguatan spiritual, pembiasaan akhlak, kebersamaan emosional, hingga latihan sosial melalui sedekah dan kepedulian. Semua ini terjadi secara alami, menyenangkan, dan berulang setiap hari. Sebuah kombinasi ideal dalam pendidikan karakter.

Namun penting untuk diingat, jangan sampai keluarga mereduksi Ramadhan hanya menjadi bulan kuliner, hiburan, dan kebersamaan tanpa arah. Kehangatan tanpa nilai bisa kehilangan makna. Ibnul Qayyim mengingatkan bahwa kelalaian orang tua dalam mendidik anak adalah bentuk kezaliman terbesar. Sementara Syekh Muhammad Al-Ghazali dengan tegas mengkritik keluarga yang berubah fungsi menjadi sekadar “rumah makan”, bukan pusat pembinaan akhlak.

Ramadhan 1447 H sudah di ambang pintu. Ia mengetuk rumah-rumah kita dengan membawa peluang besar. Pertanyaannya bukan lagi apakah kita berpuasa, tetapi bagaimana kita memaknai puasa itu di tengah keluarga. Mampukah kita menjadikannya jalan menuju keluarga yang lebih harmonis, saling menguatkan dalam ketaatan kepada Allah, dan semakin peka untuk menebar manfaat bagi sesama?

Jika Ramadhan berhasil kita kelola bersama keluarga, maka ia tidak akan pergi di akhir Syawal. Ia akan tinggal dalam akhlak, kebiasaan, dan nilai—sepanjang tahun, bahkan sepanjang hayat.

Wallahu a’lam


Prof. Dr. KH. Uril Bahruddin, MA

Guru Besar UIN Maliki Malang

Ramadhan dan Pranata Keluarga Harmonis

 

Uril Bahrudin

Uril Bahrudin

Uril Bahrudin, Guru Besar Pendidikan Bahasa Arab UIN Maliki Malang.

Related Posts

Ahmad Irawan Salurkan Sapi Kurban di Wagir dan Dau, Menjaga Semangat Berkurban Bersama Masyarakat
Agama

Ahmad Irawan Salurkan Sapi Kurban di Wagir dan Dau, Menjaga Semangat Berkurban Bersama Masyarakat

by redaksi swanews
28/05/2026
Warga Ngantang Kabupaten Malang Menerima Bantuan Sapi Presiden RI  ‎
Jawa Timur

Warga Ngantang Kabupaten Malang Menerima Bantuan Sapi Presiden RI ‎

by redaksi swanews
27/05/2026
Dusun Brau Kota Batu Dapat Bantuan Sapi Kurban Presiden Prabowo
Jawa Timur

Dusun Brau Kota Batu Dapat Bantuan Sapi Kurban Presiden Prabowo

by redaksi swanews
27/05/2026
Polemik Kurban Sapi Prabowo, Milik Pribadi Apa Pemerintah?
Agama

Polemik Kurban Sapi Prabowo, Milik Pribadi Apa Pemerintah?

by redaksi swanews
27/05/2026
Jemaah Haji Indonesia Mulai Bergerak ke Arafah Besok
Nasional

Jemaah Haji Indonesia Mulai Bergerak ke Arafah Besok

by redaksi swanews
24/05/2026
‎Jelang Idul Adha, Distan KP Periksa Kesehatan Hewan Kurban di Kota Batu 
Agama

‎Jelang Idul Adha, Distan KP Periksa Kesehatan Hewan Kurban di Kota Batu 

by redaksi swanews
19/05/2026
Next Post
Dugaan gratifikasi Jet Pribadi

Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi  Seret Menteri Agama, Nasaruddin Umar?

POPULAR NEWS

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

15/03/2026
Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

15/04/2026
Jurusan sepi peminat di UPN

Pasti Lulus! Ini 15 Jurusan Sepi Peminat di UPN Jatim SNBT 2026

30/03/2026
Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

14/11/2025
Demo Bagi-Bagi Baju Gratis dan Takjil, Gaya Unik Berbagi ala Pemuda Lowokdoro

Demo Bagi-Bagi Baju Gratis dan Takjil, Gaya Unik Berbagi ala Pemuda Lowokdoro

02/03/2026

EDITOR'S PICK

Banyuwangi Jadi Titik Awal Geopark Run Series, Bupati Ipuk Sampaikan Apresiasi 

Banyuwangi Jadi Titik Awal Geopark Run Series, Bupati Ipuk Sampaikan Apresiasi 

23/05/2026
MK Hapus Presidential Threshold 20 persen, Dinamika Baru di Dunia Politik

MK Hapus Presidential Threshold 20 persen, Dinamika Baru di Dunia Politik

02/01/2025
Heboh! Kisruh Penggalangan Dana Wakaf bagi ASN Kemenag Provinsi Jawa Timur?

Heboh! Kisruh Penggalangan Dana Wakaf bagi ASN Kemenag Provinsi Jawa Timur?

12/12/2025
Anwar Usman

5 Pedoman Mahkamah Konstitusi Untuk Rekayasa Konstitusi Pembatasan Jumlah Capres

04/01/2025
logo swanews

© 2026 Swa News Indonesia

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
© Swa News | Cepat dan Mencerahkan