Jumat, Oktober 16, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home Agama

Ramadhan dan Pranata Keluarga Harmonis untuk Meraih Taqwa

Uril BahrudinbyUril Bahrudin
20/02/2026
in Agama, Kolom
0
Pranata Keluarga Harmonis
0
SHARES
130
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp
Logo SWA Indonesia

Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com

Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.

✨ Jangkauan Nasional ✍️ Personal Branding 🤝 Komunitas Intelektual
Gabung Kolumnis Kirim Naskah Artikel

Ramadhan dan Pranata Keluarga Harmonis untuk Meraih Taqwa

Prof. Dr. KH. Uril Bahruddin, MA

Sebuah tema yang terdengar sederhana, tetapi sesungguhnya sangat menentukan arah peradaban. Sebab dari keluargalah nilai-nilai ditanamkan, kebiasaan dibentuk, dan iman diwariskan. Ramadhan, dengan seluruh kekayaan spiritual dan sosialnya, adalah momentum emas bagi keluarga untuk kembali ke fitrahnya, menjadi ruang pembinaan iman dan akhlak, serta melatih kepedulian dan kebersamaan.

Di tengah kehidupan modern hari ini, banyak keluarga—tanpa disadari—terjebak dalam pola pengasuhan yang sangat materialistik. Perhatian besar tercurah pada pemenuhan fisik anak-anak: makanan terbaik, sekolah mahal, pakaian bermerek, dan fasilitas yang serba nyaman. Bahkan nilai yang ditanamkan sering kali berputar di sekitar pencapaian materi dan status sosial. Sementara pendidikan yang bersifat komprehensif, yang membentuk karakter, daya tahan moral, dan kedalaman makna hidup, justru kerap terpinggirkan.

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

Kolonialisasi Islam

[De] Kolonialisasi Islam

11/10/2026
Perempuan Penjaga Demokrasi

Menguak Realitas Peran Perempuan Penjaga Demokrasi

09/10/2026
Load More

 

Pranata Keluarga Harmonis

Ramadhan dan Pranata Keluarga Harmonis

Ramadhan datang sebagai koreksi lembut sekaligus peluang besar. Selama tiga puluh hari penuh, siang dan malamnya, keluarga diajak masuk ke dalam sebuah “pengalaman spiritual kolektif” yang jarang ditemukan di bulan lain. Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah, melainkan madrasah kehidupan. Ia bukan hanya untuk satu bulan, tetapi untuk sebelas bulan berikutnya. Bahkan, sejatinya, Ramadhan bagi seorang muslim adalah pelajaran untuk seumur hidup.

Baca Juga: Sekapur Sirih Sirah Ramadan

Ramadhan dan Pranata Keluarga Harmonis

Menariknya, mayoritas umat Islam—bahkan mereka yang mungkin belum sepenuhnya konsisten dalam menjalankan ajaran agama sekalipun—tetap menjaga dan menjalankan puasa Ramadhan. Fenomena ini pernah dicatat oleh Imam Ibnu al-Jauzi rahimahullah dalam bukunya Shaid al-Khatir. Ia melihat bahwa puasa telah menjelma menjadi kebiasaan yang sangat mengakar dalam jiwa umat Islam, hingga sulit ditinggalkan. Meski sebagian orang masih lalai dalam aspek agama lain, puasa Ramadhan tetap dipertahankan dan dijalankan.

Hal senada juga diamati oleh Murad Hofmann, seorang pemikir Jerman yang memeluk Islam. Dalam bukunya Journey to Makkah, ia menyebut bahwa puasa Ramadhan telah menjadi budaya yang kuat, bahkan pada sebagian masyarakat Muslim dijalani lebih sebagai tradisi kolektif daripada kesadaran spiritual penuh. Meski demikian, justru di situlah letak peluang besar keluarga: mengembalikan puasa dari sekadar kebiasaan menjadi kesadaran, dari rutinitas menjadi penghayatan.

Dalam kajian keislaman dan antropologi, ritual atau syi’ar memiliki peran penting dalam membentuk identitas. Ia bukan sekadar simbol, tetapi perwujudan keyakinan. Tidak ada agama tanpa ritual, karena ritual adalah jembatan antara keyakinan dan perilaku. Melalui ritual, manusia membangun hubungan dengan Tuhan, dengan dirinya sendiri, dan dengan sesama.

Ramadhan dan Pranata Keluarga Harmonis

Di sinilah keluarga memegang peran sentral. Berbagai studi menunjukkan bahwa anak-anak jauh lebih dipengaruhi oleh apa yang mereka lihat daripada apa yang mereka dengar. Keteladanan orang tua dalam menjalankan ibadah, menjaga akhlak selama Ramadhan, serta mengaitkan puasa dengan perilaku sehari-hari meninggalkan jejak yang sangat dalam di jiwa anak. Ketika anak melihat ayah dan ibu menahan amarah saat berpuasa, menjaga lisan, berbagi dengan tetangga, bangun bersama untuk sahur, membaca Al-Qur’an, peduli dengan sesama, berbagi menu buka, dan melangkah ke masjid untuk tarawih—di situlah nilai bekerja tanpa banyak kata tertanam kuat.

Penelitian bahkan menunjukkan bahwa mayoritas remaja merasakan kebahagiaan dan kedekatan emosional yang lebih kuat ketika menjalankan ritual keagamaan bersama keluarga.

Puasa sendiri adalah ibadah yang sangat komprehensif. Ia bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih pengendalian diri, empati, dan kepedulian sosial. Menariknya, berbagai studi modern menunjukkan bahwa puasa justru mendorong perilaku prososial, seperti kedermawanan dan solidaritas. Lapar tidak menjadikan manusia egois, tetapi—dalam konteks Ramadhan—justru melunakkan hati untuk berbagi.

Bagi keluarga, Ramadhan adalah “kamp pelatihan” yang luar biasa. Di dalamnya ada disiplin waktu, penguatan spiritual, pembiasaan akhlak, kebersamaan emosional, hingga latihan sosial melalui sedekah dan kepedulian. Semua ini terjadi secara alami, menyenangkan, dan berulang setiap hari. Sebuah kombinasi ideal dalam pendidikan karakter.

Namun penting untuk diingat, jangan sampai keluarga mereduksi Ramadhan hanya menjadi bulan kuliner, hiburan, dan kebersamaan tanpa arah. Kehangatan tanpa nilai bisa kehilangan makna. Ibnul Qayyim mengingatkan bahwa kelalaian orang tua dalam mendidik anak adalah bentuk kezaliman terbesar. Sementara Syekh Muhammad Al-Ghazali dengan tegas mengkritik keluarga yang berubah fungsi menjadi sekadar “rumah makan”, bukan pusat pembinaan akhlak.

Ramadhan 1447 H sudah di ambang pintu. Ia mengetuk rumah-rumah kita dengan membawa peluang besar. Pertanyaannya bukan lagi apakah kita berpuasa, tetapi bagaimana kita memaknai puasa itu di tengah keluarga. Mampukah kita menjadikannya jalan menuju keluarga yang lebih harmonis, saling menguatkan dalam ketaatan kepada Allah, dan semakin peka untuk menebar manfaat bagi sesama?

Jika Ramadhan berhasil kita kelola bersama keluarga, maka ia tidak akan pergi di akhir Syawal. Ia akan tinggal dalam akhlak, kebiasaan, dan nilai—sepanjang tahun, bahkan sepanjang hayat.

Wallahu a’lam


Prof. Dr. KH. Uril Bahruddin, MA

Guru Besar UIN Maliki Malang

Ramadhan dan Pranata Keluarga Harmonis

 

Uril Bahrudin

Uril Bahrudin

Prof. Dr. H. Uril Bahruddin, MA Guru Besar Pendidikan Bahasa Arab UIN Maliki Malang.

Related Posts

Kolonialisasi Islam
Kolom

[De] Kolonialisasi Islam

bySelamet Castur
11/10/2026
Perempuan Penjaga Demokrasi
Opini

Menguak Realitas Peran Perempuan Penjaga Demokrasi

byMelpi M. Marpaung
09/10/2026
Pengurus PBNU 2026–2031
Agama

Libatkan 210 Tokoh, Ini Daftar Susunan Pengurus PBNU 2026–2031

byImam Hanifah
02/10/2026
Bpkh
Agama

BPKH Luncurkan Lima Fitur Baru di BPKH Apps, Permudah Persiapan Haji Lewat Ekosistem Digital

byMukhamad Munifand1 others
11/09/2026
Cak Munir
Kolom

Kenduri untuk Cak Munir

bySelamet Castur
09/09/2026
Islam Ala Prabowo
Kolom

Peneguhan Politik Identitas Ala Islam Ala Prabowo

bySelamet Castur
06/09/2026
Next Post
Dugaan gratifikasi Jet Pribadi

Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi  Seret Menteri Agama, Nasaruddin Umar?

POPULAR NEWS

Jurusan sepi peminat di UPN

Pasti Lulus! Ini 15 Jurusan Sepi Peminat di UPN Jatim SNBT 2026

30/03/2026
Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

15/03/2026
Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

14/11/2025
Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

16/06/2026
jadwal bus malang blitar

Wajib Tahu! Jadwal Bus Malang Blitar Terlengkap 2026: Lengkap dengan Jam Berangkat dan Pilihan Bus

14/03/2026

EDITOR'S PICK

Kembangkan Riset Energi Hijau dan Ekosistem Air, UMM Jalin Kerjasama dengan Northern Illinois University

Kembangkan Riset Energi Hijau dan Ekosistem Air, UMM Jalin Kerjasama dengan Northern Illinois University

22/09/2026
jadwal bus surabaya magetan

Jangan Sampai Ketinggalan! Jadwal Bus Surabaya Magetan 2026 Terupdate

16/03/2026
Profil Nanik S Deyang

Profil Nanik S Deyang, Mantan Wartawan yang Kini Pimpin Badan Gizi Nasional

09/06/2026
Danantara Dalam Genggaman Kepentingan Elit

Danantara Dalam Genggaman Kepentingan Elit

26/02/2025
logo swanews

© 2026 Swa News Indonesia

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
© Swa News | Cepat dan Mencerahkan