
Malang, Swa News– Saat membuka pembicaraan, Yai MIM terdengar menahan rasa kesal terhadap pihak UIN Maliki Malang. Kekesalan itu ternyata berkaitan dengan proses pemeriksaan yang pernah dijalaninya.

Misalnya, dalam kasus dugaan pelecehan seksual dan penyebaran video serta percakapan pribadi yang melibatkan dirinya, Yai MIM meminta pihak UIN maupun Inspektorat turut memeriksa pihak lain yang diduga memiliki andil dalam penyebaran tersebut. Jika tidak ada tindak lanjut pemeriksaan, ia berencana membuat laporan resmi.
Baca juga: Mbah Romo Yai MIM Bersama Swa News
Secara detail, Yai MIM menjelaskan kronologi penyebaran video dan chat bernuansa mesum yang diduga disebarkan oleh pihak lain berinisial AFY. AFY diduga mengirimkan materi tersebut kepada IS, yang kemudian disebut-sebut menyebarkannya secara masif hingga viral.
“Pak IS yang menyebarkan video pribadi saya. Dia mendapatkannya dari Pak AFY. Pak AFY mengambil dari HP saya ketika saya ke kamar mandi… Kejadiannya di gedung micro teaching,” ujar Yai MIM melalui pesan suara.
Untuk menelusuri kebenaran kronologi tersebut, Swa News juga meminta klarifikasi kepada AFY dan IS. Secara tegas, AFY membantah tudingan Yai MIM.
“Maaf, tidak benar. Demi Allah saya tidak pernah mengirim hal seperti itu ke orang lain, apalagi ke Pak IS,” ujar AFY kepada kontributor Swa News.
Hal senada juga disampaikan IS saat dihubungi Redaksi Swa News.
“Saya tidak pernah menerima yang seperti itu. Umpama ada, biasanya langsung saya hapus. Saya sudah tua dan sudah pensiun, tidak mau ikut hal-hal yang tidak ada manfaatnya,” tutur IS.

Ketika keduanya disinggung soal langkah hukum yang akan ditempuh terkait namanya yang dikaitkan dengan kasus penyebaran video tersebut, baik AFY maupun IS menanggapinya dengan santai.
“Saya tidak merasa melakukan itu, jadi tidak perlu saya tanggapi,” ujar AFY.
IS juga menjawab singkat,
“Menghabis-habiskan tenaga dan juga umur. Tidak perlu, tidak ada gunanya..”[MU]