Rabu, Maret 11, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home News

Konyol Pidato Gibran! Netizen: Sekolah Lagi Sana

redaksi swanews by redaksi swanews
17/12/2024
in News, Politik
1
0
SHARES
102
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

Jakarta,Swa News- Pidato Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam acara Konferensi Besar Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) di Jakarta, 13 Desember 2024, menjadi sorotan tajam di media sosial.

Penggunaan frasa “para-para” oleh Gibran dalam sambutannya menuai kritik pedas, baik dari ahli bahasa maupun masyarakat umum.

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

Membludak! Pasar Murah Pemkot Malang di Kedungkandang Berlangsung Ricuh Hingga Pagar Rubuh

Membludak! Pasar Murah Pemkot Malang di Kedungkandang Berlangsung Ricuh Hingga Pagar Rubuh

10/03/2026
Mengular! Warga Lowokwaru Kecewa pada Penyelenggara Pasar Murah Pemkot Malang

Mengular! Warga Lowokwaru Kecewa pada Penyelenggara Pasar Murah Pemkot Malang

10/03/2026
Load More

Dalam pidatonya, Gibran beberapa kali menggunakan frasa seperti “para-para kiai” dan “para-para ibu nyai,” yang seharusnya cukup disebut “para kiai” atau “para ibu nyai.”

Kesalahan ini dianggap tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, di mana kata “para” sudah berfungsi sebagai penanda jamak sehingga tidak perlu diulang.

Reaksi Netizen: “Sekolah Lagi!”

Netizen pun ramai-ramai mengomentari kesalahan tersebut di berbagai platform media sosial. Salah satu komentar yang viral menyebut, “Sekolah lagi yang benar, jangan cuma cosplay jadi Wakil Presiden!” Komentar ini merujuk pada dugaan bahwa Gibran kurang memahami tata bahasa Indonesia yang seharusnya menjadi kemampuan dasar, apalagi bagi pejabat negara sekelas Wakil Presiden.

Beberapa netizen lainnya menyindir bahwa kesalahan ini memalukan, mengingat pidato resmi di depan publik mencerminkan wibawa dan profesionalisme seorang pemimpin.

“Masalah kecil, tapi fatal. Kalau bicara saja nggak sesuai kaidah, gimana bikin kebijakan?” tulis pengguna lain di Twitter.

Baca juga: Akhirnya Keluarga Jokowi Dipecat PDIP, Ini 3 Alasannya !

 

Kesalahan ini juga memancing tanggapan dari para ahli bahasa. Mereka menilai bahwa penggunaan bahasa yang tidak sesuai kaidah mencerminkan kurangnya perhatian terhadap tata bahasa, atau bahkan persiapan yang kurang matang sebelum memberikan pidato.

“Sebagai pejabat publik, Wakil Presiden seharusnya menjadi contoh dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Ini bukan sekadar soal tata bahasa, tapi soal wibawa negara,” ujar seorang ahli bahasa dari Universitas Indonesia yang enggan disebut namanya.

Ahli bahasa juga menyarankan agar Gibran lebih berhati-hati dan meningkatkan kemampuannya dalam berkomunikasi. “Pidato resmi bukan hanya soal menyampaikan isi, tapi juga menjaga kredibilitas dan menghormati audiens,” tambahnya.

Gibran saat pidato

Pembelaan dan Sikap Gibran

Meski dihujani kritik, beberapa pendukung Gibran membela kesalahan tersebut sebagai hal yang manusiawi. “Semua orang bisa salah. Tidak perlu membesar-besarkan ini,” ujar salah satu pendukungnya di media sosial.

Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Gibran atau pihak Istana terkait insiden ini. Banyak pihak berharap Gibran dapat mengambil pelajaran dari kesalahan tersebut dan memperbaiki diri di masa mendatang.

Baca juga: Bocoran Pertemuan Mochtar Riady dan Jokowi, Ini 3 Isinya!

Penguasaan bahasa Indonesia yang baik menjadi salah satu indikator penting dalam komunikasi pejabat publik. Sebagai bahasa resmi negara, penggunaan bahasa Indonesia yang tepat dalam pidato dan komunikasi resmi mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menjunjung kebudayaan nasional.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa pemimpin harus menunjukkan profesionalisme tidak hanya dalam tindakan, tetapi juga dalam kata-kata.

Bagi masyarakat, insiden ini adalah refleksi dari pentingnya pendidikan dan penguasaan dasar yang harus dimiliki oleh pemimpin bangsa.

Apakah kesalahan ini hanya akan menjadi lelucon semata, atau justru titik balik bagi Gibran untuk lebih berhati-hati di masa mendatang?

Tags: Gibran
redaksi swanews

redaksi swanews

Swa News adalah media terpercaya yang menyajikan informasi cepat dan tepat.

Related Posts

Membludak! Pasar Murah Pemkot Malang di Kedungkandang Berlangsung Ricuh Hingga Pagar Rubuh
Jawa Timur

Membludak! Pasar Murah Pemkot Malang di Kedungkandang Berlangsung Ricuh Hingga Pagar Rubuh

by redaksi swanews
10/03/2026
Mengular! Warga Lowokwaru Kecewa pada Penyelenggara Pasar Murah Pemkot Malang
Jawa Timur

Mengular! Warga Lowokwaru Kecewa pada Penyelenggara Pasar Murah Pemkot Malang

by redaksi swanews
10/03/2026
Mudik gratis 2026
Jawa Timur

Program Mudik Gratis 2026 Pemerintah Kota Malang Tak Masuk RAPBD, Anggota DPRD Tetap Apresiasi

by redaksi swanews
06/03/2026
Klaim Seskab Teddy Tak Sentuh Dana Pendidikan Dipatahkan Perpres, 223,5 Triliun untuk MBG
Politik

Klaim Seskab Teddy Tak Sentuh Dana Pendidikan Dipatahkan Perpres, 223,5 Triliun untuk MBG

by redaksi swanews
06/03/2026
Sekda Lamongan Bantah Berita Tersangkut OTT KPK Bupati Pekalongan
Jawa Timur

Sekda Lamongan Bantah Berita Tersangkut OTT KPK Bupati Pekalongan

by redaksi swanews
04/03/2026
Ketua Satgas MBG Kota Malang
Politik

Ketua Satgas MBG Kota Malang Tampik Kritik DPRD Soal Menu MBG Ramadan Bermasalah

by redaksi swanews
28/02/2026
Next Post
Lulus Cumlaude! Andik Rony Irawan Dalam Ujian Doktoral UIN Maliki Malang

Lulus Cumlaude! Andik Rony Irawan Dalam Ujian Doktoral UIN Maliki Malang

Comments 1

  1. Ping-balik: Pelantikan PB PMII 2024-2027: Era Baru Menuju Indonesia Lebih Maju - SWA NEWS

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

  • Demo Bagi-Bagi Baju Gratis dan Takjil, Gaya Unik Berbagi ala Pemuda Lowokdoro

    Demo Bagi-Bagi Baju Gratis dan Takjil, Gaya Unik Berbagi ala Pemuda Lowokdoro

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kamaruddin Amin, Sekretaris Jenderal Kemenag RI Dituntut Mundur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jelang Sahur, Dua Motor Vario 125 Digondol Maling di Ciptomulyo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekda Lamongan Bantah Berita Tersangkut OTT KPK Bupati Pekalongan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Swa News Indonesia

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Cepat | Mencerahkan

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
© Swa News | Cepat dan Mencerahkan