Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Jakarta, Swa News – Ketika Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan ijazahnya kepada para pengunjung dalam persidangan, justru terdakwa Roy Suryo menyebut ijazah tersebut bukan asli.
Pernyataan Roy Suryo itu disampaikan ketika dirinya berada di samping Jokowi setelah ijazah ditampilkan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026).
Jokowi menunjukkan ijazah tersebut setelah hakim mengizinkannya untuk memperlihatkan dokumen itu kepada pengunjung sidang. Kemudian, Jokowi membalikkan badan dan langsung menunjukkan ijazahnya ke hadapan pengunjung sidang serta awak media yang meliput.
Pada saat itulah Roy Suryo melihat langsung ijazah tersebut. Sambil tertawa, ia mengatakan bahwa ijazah itu palsu. “Wong Palsu Kok di tunjukan” ujarnya.
Meski sudah melihat langsung dari dekat, Roy Suryo masih meyakini bahwa ijazah yang diklaim Jokowi asli itu bukan dokumen asli. Ia justru semakin meyakini bahwa ijazah yang dibawa dan ditunjukkan Jokowi adalah palsu.
Menurut Roy Suryo, berdasarkan pengalamannya dalam bidang fotografi analog, foto pada ijazah yang ditunjukkan di persidangan tampak terlalu tajam dan baru untuk ukuran kertas foto tahun 1980-an.
Alasan lainnya, Roy Suryo melihat adanya perbedaan fisik dengan dokumen yang sebelumnya diperlihatkan dalam gelar perkara pada 15 Desember 2025 di Polda Metro Jaya. Menurut Roy, dokumen yang diperlihatkan sebelumnya dinilai lebih rapi dan tidak memiliki kerusakan atau bagian yang berlubang di bawahnya.
Roy Suryo juga menyoroti posisi ijazah yang dibuat miring. Ia menduga terdapat ketidaksesuaian pada bagian fisik dokumen, seperti lubang emboss atau detail lainnya. []
Penulis: Rahman
Editor: Imam A. Ha


















