Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Kediri, Swa News – Puluhan kiai berkumpul di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, untuk mendoakan mantan Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut), Rabu (21/10/2026). Saat ini, Gus Yaqut sedang menghadapi persidangan dugaan korupsi kuota haji tambahan 2023–2024 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat.
Menurut KH Abdullah Kafabihi Mahrus, Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, pertemuan para kiai di Lirboyo bertujuan untuk membela kebenaran.
“Gus Yaqut itu madzlum (Terzalimi). Jadi kita di sini memang membela kebenaran, begitu saja. Jangan sampai pemerintah itu membiarkan kezaliman,” ujarnya.
Sementara itu, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), kakak kandung Gus Yaqut, memberikan klarifikasi mengenai perlunya para kiai mendapatkan informasi menyeluruh dan berimbang dari pihak terdakwa.
“Sejak adik saya Yaqut mendapatkan sangkaan telah melakukan tindakan pidana, opini masyarakat sudah menghakimi bahwa adik saya telah melakukan kesalahan itu,”kata Gus Yahya.

“Mungkin kami tidak akan mampu memengaruhi opini masyarakat secara luas, tapi kalau diberi kesempatan memberi penjelasan pada kiai-kiai, semoga akan menjadi barokah,” katanya.
Menurut berbagai sumber, sebanyak 36 kiai sepuh berkumpul dan bersilaturahmi di Lirboyo. Dalam pertemuan yang diinisiasi keluarga Gus Yaqut tersebut, beberapa kiai hadir secara langsung (offline), sedangkan beberapa lainnya mengikuti secara daring melalui Zoom.
Berikut daftar 36 kiai yang diundang, baik yang dapat hadir maupun yang tidak.
- KH Anwar Mansur
- KH Nurul Huda Jazuli
- Prof. Dr. KH Ma’ruf Amin
- Prof. Dr. KH Saied Aqil Siradj
- KH Abdullah Kafabihi Mahrus
- KH Idris Abdul Hamid
- KH Muhammad Mustofa Aqiel Sirodj
- KH Ubaidillah Faqih
- KH Muhibbul Aman Ali
- KH Abd. A’la Basyir
- KH Muhammad Mudatsir Badruddin
- KHR Muhammad Kholil As’ad
- KHR Ahmad Azaim Ibrahimy
- KH Abdullah Ubab Maimoen
- KH Ahmad Haris Shodaqoh
- KH Muhammad Nuh Addawami
- KH Ubaidillah Ruhiat, B.A.
- KH Ubaidillah Shodaqoh
- KH Ahmad Mustain Syafiie
- Prof. Dr. KH Asep Suaifuddin Chalim
- KH Agoes Ali Masyhuri
- KH Mas’ud Masduki
- Dr. KH Hilmy Muhammad
- Dr. KH Abdul Ghafur Maimoen
- KH Abdul Hamid Abd. Qodir
- KH Ali Cholil
- KH Ahmad Sadid Jauhari
- KH Ahmad Fuad Noerhasan
- KH Imam Bukhori Kholil
- KH Moh. Hasan Mutawakkil Alallah
- KH Muhyidin Ishak
- KH Sofyan Yahya
- KH Husen Muhammad
- KH Aniq Muhammadun
- KH Muadz Tohir
- KH Imron Muttamakin. [AR]
Penulis: Abdurrahman
Editor: Imam A. Hanifah

















