Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Banyuwangi, Swa News – Mufti Aimah Nurul Anam yang akrab disapa Gus Mufti Anam, kelahiran Banyuwangi, 24 Desember 1987, adalah adik dari mantan Bupati Banyuwangi dan mantan Menteri PAN-RB, Abdullah Azwar Anas.
Nama Mufti Anam kini sedang menjadi radar perbincangan publik terkait peluangnya untuk menjadi salah satu calon terkuat Bupati Banyuwangi 2029.
Pengalaman Pendidikan
Sosok Mufti Anam diketahui menghabiskan masa kecil di Desa Karangdoro, Tegalsari, Banyuwangi. Setelah lulus sekolah dasar, ia melanjutkan pendidikan sekaligus nyantri di Pondok Pesantren Darus Sholah, Jember. Ia juga tercatat pernah menjadi santri di Pondok Pesantren Bumi Sholawat, Sidoarjo, yang diasuh oleh K.H. Agoes Ali Masyhuri (2007).
Pada jenjang sekolah menengah atas, ia menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Genteng, Banyuwangi. Kemudian, melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma, Surabaya, dan memperoleh gelar dokter (2012).
Ia menyelesaikan pendidikan magister Ilmu Komunikasi di Universitas Padjadjaran, Sumedang (2019–2021). Saat ini, ia tercatat sebagai mahasiswa program doktor (S3) Ilmu Komunikasi di universitas yang sama.
Perjalanan Karier
Mufti Anam memulai kiprahnya di dunia usaha dengan mendirikan dan memimpin sejumlah perusahaan. Sejak 2017, ia menjabat sebagai Direktur PT Maxine Abdi Medika (Maxine Aesthetic Clinic), PT Zoe Otto Indonesia, Dokter Sarung Indonesia, serta PT Anam Capital Indonesia. Dua tahun kemudian, pada 2019, ia juga menduduki posisi Direktur PT Diskuupi Kreasi Indonesia yang menaungi jaringan kedai kopi “Diskuupi”.
Selain berkarier di dunia bisnis, Mufti Anam juga terjun ke dunia politik. Ia terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) pada periode 2019–2024 dan kemudian terpilih kembali untuk periode berikutnya, 2024–2029, melalui Dapil Jawa Timur II yang meliputi Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, dan Kota Probolinggo.
Pengalaman Organisasi
Mufti memiliki pengalaman organisasi yang panjang, baik organisasi profesi, kepemudaan, maupun kewirausahaan.
Dalam arena pelajar dan kepemudaan, ia tergolong aktif di lingkungan NU. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) pada periode 2009–2012. Ia juga sempat menjabat sebagai Dewan Ahli Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur (2018–2023). Ia tercatat sebagai Ketua Bidang Pengembangan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor untuk masa khidmat 2024–2029.
Dalam lingkaran dunia profesi di lingkungan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, ia tercatat sebagai Wakil Ketua Komite Tetap (WKKT) Bidang Ekspor-Impor (2014–2019). Ia juga pernah menjabat Wakil Bendahara Real Estate Indonesia (REI) Jawa Timur (2017–2020), serta menjadi anggota Komite Medis Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur (2017–2022).
Dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), ia pernah terpilih sebagai Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Jawa Timur (2018–2021), kemudian dipercaya sebagai Ketua Bidang Sinergi BUMN di Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI (2023–2025).


