Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Batu, Swa News — Universitas Brawijaya (UB) secara resmi memperkenalkan wahana edukasi “Desa Digital Budi” dalam rangkaian trial opening Mega Science Center dan Budaya di kawasan Jawa Timur Park 1, Kota Batu.

Dari laporan resmi situs Prasetya UB, kehadiran wahana ini merupakan langkah strategis universitas dalam membumikan teknologi pertanian masa depan kepada masyarakat luas melalui pendekatan yang interaktif dan edukatif guna mendukung ketahanan pangan nasional.
Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., menyatakan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa inovasi agritech tidak hanya milik akademisi, tetapi juga dapat diakses oleh publik.
Baca juga: Tiga Sekolah Muhammadiyah di Batu Diresmikan Mendikdasmen Usai Direvitalisasi
“Desa Digital Budi menjadi wujud kolaborasi nyata antara dunia pendidikan dan startup teknologi nasional untuk memajukan sektor pangan Indonesia melalui teknologi cerdas,” ungkapnya.
Wahana ini menampilkan berbagai teknologi mutakhir seperti Internet of Things (IoT), sensor otomatisasi, hingga penggunaan drone untuk pertanian presisi. Pengunjung dapat melihat langsung maket peternakan ayam modern hasil kolaborasi dengan Chickin Indonesia, serta tambak udang berbasis data yang dikembangkan bersama JALA. Teknologi ini memungkinkan pemantauan kualitas air dan kondisi kandang secara real-time. Harapannya dapat meningkatkan efisiensi produksi pangan nasional secara signifikan.
Selain pameran fisik, UB juga menghadirkan unsur gamifikasi melalui permainan edukatif seperti ShrimpQuest dan Drone Quest. Anak-anak dan pelajar dapat mensimulasikan peran sebagai operator drone atau petambak digital.
Direktur Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains dan Teknologi (DIKST) UB, Mohammad Iqbal, menambahkan bahwa wahana ini adalah bagian dari upaya memperkuat hilirisasi inovasi agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat dan menginspirasi generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian modern.
“Adanya inovasi ini nantinya manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dan juga dapat menginspirasi generasi muda untuk mencintai dunia pertanian modern,” tegasnya. (ARD)
Penulis: Ardian F. R
Editor: Mukh. Munif
















