Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Jakarta, Swa News – Profil Arrmanatha Nasir kini menjadi perhatian setelah diplomat karier Indonesia tersebut dipercaya Presiden Prabowo Subianto untuk menduduki posisi Menteri Luar Negeri Republik Indonesia.
Arrmanatha Christiawan Nasir atau yang akrab disapa Tata dilantik sebagai Menteri Luar Negeri pada Senin, 14 September 2026, menggantikan Sugiono. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia sejak 21 Oktober 2024.
Arrmanatha Nasir lahir di Bangkok, Thailand, pada 30 Desember 1971. Sebelum dipercaya masuk dalam jajaran kabinet, perjalanan kariernya di dunia diplomasi telah berlangsung cukup panjang. Ia pernah menduduki sejumlah posisi penting, baik dalam penugasan diplomatik di luar negeri maupun di lingkungan Kementerian Luar Negeri.
Profil Arrmanatha Nasir dan Riwayat Pendidikan
Arrmanatha Nasir menempuh pendidikan formal hingga perguruan tinggi. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) pada program studi Ekonomi di University of Buckingham, Inggris, pada 1993.
Setahun kemudian, ia meraih gelar Master of Business Administration (MBA) dari University of Leicester, Inggris. Pendidikan akademiknya kemudian berlanjut di Indonesia dengan meraih gelar Master of Arts (MA) bidang Hubungan Internasional dari Universitas Indonesia pada 2000.
Latar belakang pendidikan ekonomi dan hubungan internasional tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan Arrmanatha dalam menekuni karier diplomatik dan berbagai penugasan yang berkaitan dengan hubungan luar negeri Indonesia.
Perjalanan Karier Diplomatik Arrmanatha Nasir
Karier Arrmanatha Nasir di dunia diplomasi telah membawanya menduduki sejumlah jabatan penting. Salah satunya adalah sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Otoritas Dasar Laut Internasional di New York pada 2021–2024.
Sebelumnya, pada 2019–2021, ia dipercaya sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Prancis, Kepangeranan Andorra, Kepangeranan Monako, serta Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO).
Dalam perjalanan kariernya, Arrmanatha juga pernah ditugaskan di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sebagai sekretaris kedua sekaligus negosiator. Ia kemudian menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Pertanian di Direktorat Perdagangan, Industri, dan Hak Kekayaan Intelektual, Kementerian Luar Negeri.
Kariernya berlanjut ketika ia dipercaya sebagai penasihat ekonomi untuk Presiden Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-65. Setelah itu, ia menjabat sebagai Sekretaris Pertama pada Perutusan Tetap Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York pada 2010–2011.
Pada 2014–2019, Arrmanatha menduduki posisi juru bicara Kementerian Luar Negeri. Pengalaman tersebut menempatkannya dalam sejumlah posisi yang berkaitan langsung dengan diplomasi, hubungan internasional, dan komunikasi kebijakan luar negeri Indonesia.
Arrmanatha Nasir sebagai Menteri Luar Negeri
Pengalaman panjang di bidang diplomasi kemudian mengantarkan Arrmanatha Nasir ke posisi Menteri Luar Negeri Republik Indonesia pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri sejak 21 Oktober 2024.
Dengan pengalaman sebagai diplomat karier, duta besar, pejabat Kementerian Luar Negeri, serta juru bicara Kemlu, Arrmanatha kini mengemban tugas sebagai Menteri Luar Negeri untuk periode pemerintahan 2024–2029.
Penulis: M. Mudzakir
Editor: Imam AH

















