Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Malang, Swa News – Tips mahasiswa baru di Malang menjadi informasi yang penting diketahui menjelang dimulainya tahun akademik baru. Pasalnya, Malang Raya saat ini sedang mengalami fenomena bediding, yaitu kondisi cuaca dingin yang membuat suhu udara pada malam hingga dini hari turun cukup signifikan. Bagi mahasiswa yang berasal dari daerah bersuhu lebih hangat, kondisi ini bisa menjadi tantangan tersendiri apabila tidak dipersiapkan sejak awal.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena bediding diperkirakan berlangsung mulai Juni hingga September 2026. Kondisi tersebut dipicu oleh angin monsun timur yang membawa massa udara kering dan dingin.
Selama periode tersebut, suhu malam hari di Malang Raya berkisar 16–21 derajat Celsius, sedangkan menjelang dini hari dapat turun hingga 13–14 derajat Celsius.
Fenomena ini bertepatan dengan datangnya puluhan ribu mahasiswa baru ke Malang Raya. Sebagai salah satu kota pendidikan terbesar di Indonesia, kawasan ini diperkirakan menerima sekitar 70.000 mahasiswa baru pada tahun 2026, baik yang akan menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS). Oleh karena itu, persiapan menghadapi cuaca dingin menjadi salah satu hal yang tidak boleh diabaikan.
Tips Mahasiswa Baru di Malang Menghadapi Fenomena Bediding
Fenomena bediding bukan hanya membuat udara terasa lebih sejuk, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi kesehatan apabila tubuh tidak mampu beradaptasi. Mahasiswa baru yang baru pertama kali tinggal di Malang sebaiknya mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan sejak sebelum berangkat merantau. Dengan perlengkapan yang tepat, aktivitas kuliah dan kehidupan di kos akan terasa lebih nyaman meski suhu udara sedang berada pada titik terendah.
Gunakan pakaian berlapis agar tubuh tetap hangat
Salah satu tips mahasiswa baru di Malang yang paling penting adalah membawa pakaian yang mampu menahan udara dingin. Selama periode bediding, suhu malam hari dapat berada di kisaran 16–21 derajat Celsius, bahkan menjelang subuh bisa turun hingga 13–14 derajat Celsius.
Kondisi tersebut tentu berbeda dengan banyak daerah di Indonesia yang memiliki suhu malam lebih hangat sehingga tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Oleh karena itu, siapkan jaket tebal, hoodie, atau sweater berbahan fleece maupun wol agar tubuh tetap hangat saat belajar, beraktivitas di luar ruangan, maupun ketika berangkat kuliah pada pagi hari.
Siapkan perlengkapan tidur yang nyaman
Mahasiswa yang tinggal di rumah kos juga perlu memperhatikan perlengkapan tidur. Suhu udara dini hari yang bisa mencapai 13–14 derajat Celsius membuat penggunaan selimut tipis sering kali kurang nyaman, terutama bagi mahasiswa yang belum terbiasa dengan udara dingin Malang.
Sebaiknya membawa selimut ekstra atau selimut berbahan bulu agar kualitas tidur tetap terjaga. Tidur yang cukup dan nyaman akan membantu tubuh beradaptasi dengan perubahan suhu sekaligus menjaga daya tahan tubuh selama menjalani aktivitas perkuliahan.
Gunakan kaus kaki dan celana panjang saat malam hari
Selain mengenakan pakaian hangat, penggunaan kaus kaki tebal dan celana panjang juga menjadi perlengkapan yang tidak kalah penting. Bagian kaki merupakan salah satu anggota tubuh yang lebih cepat kehilangan panas ketika suhu udara menurun.
Dengan mengenakan kaus kaki dan celana panjang, suhu tubuh akan lebih stabil sehingga rasa dingin dapat berkurang. Kebiasaan sederhana ini juga membuat waktu belajar di malam hari maupun waktu istirahat menjadi lebih nyaman.
Perbanyak konsumsi makanan dan minuman hangat
Udara dingin membuat tubuh membutuhkan asupan yang dapat membantu mempertahankan suhu tubuh. Minuman hangat seperti teh, wedang jahe, atau kopi dapat menjadi pilihan untuk menghangatkan badan setelah beraktivitas.
Selain itu, makanan berkuah seperti bakso, soto, rawon, maupun sup juga cocok dikonsumsi saat suhu udara sedang rendah. Menariknya, Malang memiliki banyak warung makan yang menyediakan menu berkuah hangat dengan harga yang relatif ramah bagi mahasiswa.
Tetap rutin minum air putih
Banyak orang mengira kebutuhan cairan tubuh akan berkurang ketika cuaca dingin. Padahal, tubuh tetap memerlukan asupan air putih yang cukup agar tidak mengalami dehidrasi. Udara dingin justru sering membuat seseorang tidak menyadari bahwa tubuhnya mulai kekurangan cairan karena rasa haus menjadi berkurang. Oleh sebab itu, mahasiswa baru tetap disarankan minum air putih sesuai kebutuhan setiap hari agar kondisi tubuh tetap prima.
Jaga kebugaran dan waktu istirahat
Menjaga kebugaran tubuh juga menjadi bagian penting dalam menghadapi fenomena bediding. Melakukan olahraga ringan secara rutin sebelum beristirahat dapat membantu meningkatkan suhu tubuh sekaligus menjaga metabolisme tetap optimal.
Selain itu, mahasiswa sebaiknya tidak mengurangi waktu tidur karena daya tahan tubuh akan lebih mudah menurun ketika kurang istirahat. Dengan kondisi tubuh yang bugar, proses adaptasi terhadap cuaca dingin maupun aktivitas perkuliahan dapat berjalan lebih baik.
Mengapa Mahasiswa Baru Perlu Mempersiapkan Diri?
Malang Raya dikenal sebagai salah satu kota tujuan pendidikan yang setiap tahunnya menerima puluhan ribu mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Pada tahun 2026, jumlah mahasiswa baru yang diperkirakan akan menempuh pendidikan di berbagai PTN dan PTS di Malang Raya mencapai sekitar 70.000 orang. Sebagian besar merupakan mahasiswa perantau yang belum pernah merasakan suhu dingin khas Malang pada musim kemarau.
Karena itu, memahami tips mahasiswa baru di Malang tidak hanya membantu menghadapi fenomena bediding, tetapi juga mendukung proses adaptasi selama tinggal di kota pendidikan ini.
Dengan membawa perlengkapan yang sesuai, menjaga pola hidup sehat, serta memahami karakter cuaca Malang Raya, mahasiswa baru dapat menjalani masa perkuliahan dengan lebih nyaman, sehat, dan produktif meskipun suhu udara diperkirakan masih dingin hingga September 2026.


















