Jakarta, Swa News–Tangkisan kritik yang bertubi-tubi, termasuk desakan mundur dari anggota legislatif terhadap Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, membuatnya semakin terpojok. Hari ini kritik datang dari seorang penulis nasional, AS Laksana. Muasal kritik tersebut terkait pembelaan Raja Juli atas desakan publik yang menghendaki dirinya mundur karena dinilai tidak memiliki kompetensi di bidang kehutanan, Selasa (9/12/2025).

“Kekuasaan milik Allah, dan yang berhak menilai kinerja saya hanya Allah dan Presiden, bukan publik,” ujar Raja Juli Antoni beberapa waktu lalu.
Pernyataan inilah yang kemudian memantik kritik keras dari AS Laksana, yang menuliskan diksinya dengan nada tegas: “Memuakkan tenan bocah iki (Sangat memuakkan anak ini).”
“Begitu terpojok dan publik menuntut pertanggungjawaban, dia mengatakan ‘Kekuasaan milik Allah,’ seolah jabatan yang dia duduki itu titah ilahi, bukan hasil politik, koalisi, transaksi; seolah Tuhan sendiri yang memilih dia, seolah gedung kementeriannya adalah musala.

‘Yang boleh menilai hanya Tuhan dan Presiden,’ katanya. Apakah dia waras? Tidak. Dia licik.
Dengan pernyataan itu, dia sedang mengatakan bahwa rakyat tidak punya suara, rakyat tidak punya hak untuk mengevaluasi kegagalannya, rakyat tidak punya arti apa pun bagi negara ini.
Dan jenis beginian ini tidak sendirian di kabinet Prabowo. Ada banyak, kalau bukan semuanya. Jika mereka semua berdalih ‘kekuasaan milik Allah’, negaramu ini memang pantas menjadi ceketer selamanya,” tulis AS Laksana melalui akun Facebook-nya. (Mm)















