Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Malang, Swa News– Otoritas Jasa Keuangan atau OJK bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah atau TPAKD Kabupaten Probolinggo menggelar Training of Trainers untuk tenaga pendidik dan komite sekolah.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Satu Rekening Satu Pelajar, KEJAR KOMPAS-SAE, yang juga melibatkan Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS II Surabaya dan sejumlah industri perbankan.
Pelatihan ini bertujuan mencetak para guru sebagai agen penggerak literasi keuangan di sekolah. Harapannya, para pelajar di Kabupaten Probolinggo sejak dini memiliki kebiasaan menabung dan memahami produk keuangan formal.
Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kabupaten Probolinggo atas dukungan penuh terhadap implementasi Program KEJAR.
Baca juga: Korupsi Pakan Satwa KBS, DPR RI Desak Audit Nasional Lembaga Konservasi
“Melalui kegiatan ini kami ingin para guru menjadi penggerak utama literasi keuangan di lingkungan sekolah. Mereka adalah ujung tombak untuk menanamkan kebiasaan menabung, mengenalkan layanan keuangan yang aman, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap modus kejahatan keuangan digital,” jelasnya, Kamis (30/7/2026).
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, LPS, dan PUJK, OJK menegaskan bahwa Program KEJAR KOMPAS-SAE memiliki tujuan lebih besar. Program ini tidak hanya fokus memperluas akses kepemilikan rekening tabungan bagi pelajar, tetapi juga menjadi wadah menanamkan nilai-nilai keuangan yang sehat.
“Dengan bekal literasi sejak sekolah, kami ingin generasi muda Kabupaten Probolinggo memiliki fondasi kuat untuk mencapai kesejahteraan keuangan di masa depan,” katanya.
Hal senada disampaikan Kepala Kantor Perwakilan LPS II Surabaya, Bambang S. Hidayat. Ia menyebut Program KEJAR sejalan dengan program edukasi LPS, khususnya mengenai jaminan simpanan nasabah di bank.
“Ketika masyarakat, termasuk para pelajar, semakin percaya untuk menabung di lembaga keuangan formal, maka fondasi perekonomian daerah juga akan semakin kuat,” ujar Bambang.
Sementara itu, Bupati Probolinggo yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Probolinggo, Abdul Ghafur, menegaskan bahwa kolaborasi melalui KEJAR KOMPAS-SAE merupakan investasi jangka panjang. Tujuannya adalah membentuk generasi muda Probolinggo yang cerdas dan bijak dalam mengelola keuangan.
Sebagai bentuk nyata dukungan, rangkaian acara ini diisi dengan penandatanganan Komitmen Bersama oleh seluruh pemangku kepentingan. Komitmen ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dan memperluas implementasi Program KEJAR secara berkelanjutan.
Selain itu, Bank Mandiri, Bank Jatim, dan BPR Sentral Arta Jaya sebagai perwakilan Pelaku Usaha Jasa Keuangan atau PUJK juga menyerahkan lebih dari 1.500 rekening Simpanan Pelajar kepada siswa SD, SMP/MTs, hingga SMA/MA di Kabupaten Probolinggo.
OJK bersama PUJK juga membuka booth layanan di lokasi. Di sana masyarakat bisa mendapatkan informasi terkait Sistem Layanan Informasi Keuangan atau SLIK serta edukasi keuangan dasar. (SL)
Penulis: Sholeh
Editor: M. Munif


















