Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Batu, Swa News – Di tengah derasnya arus informasi digital, peran humas kini tidak lagi sekadar menjadi corong berita. Menyadari hal itu, KONI Kota Batu menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertema Humas Olahraga Menjawab Tantangan Pemajuan Olahraga di Era Digital, Sabtu (12/9/2026)

Kegiatan yang diikuti 49 Humas dari Cabang Olahraga di bawah naungan KONI Kota Batu ini dibuka langsung oleh Ketua Umum KONI Kota Batu, Sentot Ari Wahyudi.
Sentot mengungkapkan dalam era saat ini, kecepatan informasi dihitung dalam detik. Media sosial menjadi panggung utama. Kondisi ini membuat tugas humas cabang olahraga mengalami pergeseran besar. Ia membandingkan peran humas, dulunya hanya bertugas menyampaikan informasi dan publikasi kegiatan. Kini, mereka dituntut menjadi aktor strategis yang memegang kendali atas reputasi organisasi, keterlibatan publik, citra, hingga nilai komersial olahraga.
“Peran Humas Cabang Olahraga sekarang sangat besar. Mereka bukan hanya menyampaikan kabar, tapi juga menjawab tantangan bagaimana olahraga bisa terus maju di era digital,” ujar Sentot Ari Wahyudi, Ketua Koni Kota Batu.
Baca juga: Netizen Kecam Aksi Kades Temui DPR Minta Perpanjangan Masa Jabatan hingga Seumur Hidup
Suasana diskusi berlangsung aktif. Peserta mulai mengevaluasi kinerja Humas KONI Kota Batu dan Humas masing-masing Cabor. Dari evaluasi itu, forum kemudian merumuskan strategi kehumasan yang harus dijalankan ke depan.
Sentot menyampaikan, beberapa poin penting yang dibahas antara lain, Manajemen reputasi organisasi dan cara merespons krisis komunikasi, Membangun branding digital yang kuat agar cabang olahraga lebih dikenal publik. Serta meningkatkan daya tarik komersial, sehingga cabor tidak hanya bergantung pada dana pembinaan dari KONI.
“Syaratnya satu, kita harus mengemas konten yang kreatif dan berkesinambungan untuk membangun branding digital yang kuat. Medsos yang aktif akan jadi aset utama kita untuk menarik sponsor,” ucapnya.
Selain strategi digital, para humas cabor juga berbagi pengalaman menarik. Mulai dari cara menjembatani komunikasi antara generasi atlet, membangun interaksi dengan penggemar, menjadi agen literasi digital, hingga berperan sebagai motivator bagi atlet yang akan bertanding.
“Dengan kemampuan tersebut, humas diharapkan mampu menjadi jembatan antara prestasi di lapangan dengan dukungan publik di luar lapangan,” imbuh Sentot.
Sentot menjelaskan, FGD ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026. Sekaligus menjadi bentuk pembinaan rutin bagi cabang olahraga.
“Molaborasi antar humas cabor dan KONI sangat penting untuk menguatkan gaung olahraga prestasi di Kota Batu,” ujarnya.
Dengan penguatan peran humas di era digital, KONI Kota Batu berharap cabang olahraga di daerah dapat tampil lebih profesional, memiliki citra positif, dan mampu menarik dukungan sponsor maupun masyarakat luas.
“Peran humas sangat penting. Lewat kolaborasi ini kami berharap gaung olahraga prestasi semakin kuat. Tidak hanya menarik perhatian masyarakat, tapi juga bisa berdampak pada peningkatan ekonomi,” tegas Sentot. (SL)
Pewarta: Sholeh
Editor: Mukh. Munif


















