Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Jakarta, Swa News – Sosok Nusron Wahid belakangan menjadi sorotan publik seiring berkembangnya pemberitaan mengenai pemeriksaan saksi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam perkara dugaan korupsi pengurusan hak guna bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk. di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Nusron merupakan politikus Partai Golkar yang menjabat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) sejak 21 Oktober 2024. Ia lahir di Kudus, Jawa Tengah, pada 12 Oktober 1973.
Sebelum menduduki jabatan menteri, Nusron memiliki pengalaman panjang di dunia politik dan organisasi. Ia pernah menjadi anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Tengah II serta memimpin sejumlah organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan.
Menempuh Pendidikan di Kudus hingga Perguruan Tinggi
Nusron Wahid mengawali pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Miftahutthalibin, Mejobo, Kudus. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Qudsiyyah Kauman Menara Kudus dan SMA NU Al-Ma’ruf Kudus.
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Nusron melanjutkan studi di Universitas Indonesia (UI) dengan mengambil Program Studi Ilmu Sejarah. Ia kemudian menempuh pendidikan magister ekonomi pada Program Studi Ilmu Ekonomi di Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (IPB).
Latar belakang pendidikan tersebut menjadi bagian dari perjalanan Nusron sebelum aktif dalam organisasi dan memasuki dunia politik nasional.
Aktif di HMI, PMII, dan GP Ansor
Perjalanan organisasi Nusron dimulai dengan keterlibatannya di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Ia pernah mengikuti Latihan Kader I atau Basic Training sebelum kemudian aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
Di PMII, Nusron mencapai posisi Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PMII untuk periode 2000–2003. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan organisasinya.
Nusron juga aktif di Gerakan Pemuda Ansor. Dalam Kongres XIV GP Ansor yang berlangsung di Asrama Haji Surabaya pada 17 Januari 2011, ia terpilih sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor untuk periode 2011–2016.
Keterlibatannya dalam organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan turut mengiringi kiprahnya hingga memasuki panggung politik nasional.
Perjalanan Politik Bersama Partai Golkar
Nusron Wahid tercatat mulai menjadi anggota DPR RI pada 2004 dengan mewakili daerah pemilihan Jawa Tengah II. Ia kembali menjabat pada periode 2009–2014 dan melanjutkan keanggotaan DPR hingga 2015.
Pada 2014, Nusron dipercaya menduduki jabatan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). Jabatan tersebut diembannya hingga 2019.
Setelah menyelesaikan tugas di BNP2TKI, Nusron kembali menjadi anggota DPR RI untuk periode 2019–2024. Karier politiknya kemudian berlanjut ke jajaran kabinet setelah dilantik sebagai Menteri ATR/Kepala BPN pada 21 Oktober 2024.
Pengalaman di legislatif, pemerintahan, dan organisasi menjadi bagian dari rekam jejak Nusron Wahid sebelum namanya kembali menjadi perhatian publik terkait perkembangan perkara yang ditangani KPK.
Penulis: Abdurrahman
Editor: Imam A. Hanifah

















