Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Surabaya, Swa News – Rumah Sakit Daerah (RSD) Prof. dr. Moeljono menghadirkan program Voice of Soul sebagai ruang bagi pasien kesehatan jiwa untuk menyampaikan pengalaman, berbagi cerita, serta mengungkapkan harapan mereka.
Kegiatan yang digelar di Surabaya pada Jumat (16/10/2026) tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) 2026 sekaligus menyemarakkan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, sebagaimana dilansir dari Jatim Newsroom.
Puluhan pasien dari unit rawat inap dan rawat jalan mengikuti kegiatan ini. Mereka berasal dari latar belakang diagnosis medis yang beragam. Melalui program tersebut, rumah sakit berupaya menciptakan ruang yang aman agar pasien dapat menyampaikan isi hati tanpa takut dihakimi.
Direktur RSD Prof. dr. Moeljono, drg. Vitria Dewi, M.Si., menjelaskan bahwa dukungan terhadap pasien kesehatan jiwa tidak cukup hanya melalui penanganan medis. Perhatian emosional dan penerimaan dari lingkungan sosial juga berperan penting dalam mendukung proses pemulihan.
“Setiap suara berharga dan layak didengarkan. Kehadiran serta dukungan kita semua menjadi bukti bahwa mereka tidak sendiri dalam perjuangan menuju pemulihan,” ujar drg. Vitria Dewi di sela-sela kegiatan.
Vitria juga menyoroti perlunya membangun lingkungan yang inklusif agar penyandang disabilitas mental tidak terus menghadapi stigma negatif. Menurutnya, setiap pasien memiliki peluang untuk berkembang dan menjalani kehidupan yang berkualitas apabila memperoleh dukungan serta kesempatan yang setara.
Melalui Voice of Soul bagi pasien kesehatan jiwa, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya empati dan penerimaan terhadap orang yang sedang menjalani pemulihan. Program ini sekaligus menjadi sarana untuk membuka perspektif publik bahwa pasien kesehatan jiwa tetap memiliki potensi dan hak untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, serta perwakilan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dan Dinas Kesehatan Kota Surabaya.
Keterlibatan sejumlah instansi itu mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangani persoalan kesehatan jiwa. Penanganan tidak hanya membutuhkan layanan medis, tetapi juga dukungan sosial dan penyampaian informasi yang tepat kepada masyarakat.
Inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah provinsi untuk mendorong pemberdayaan kelompok rentan. Dengan menghadirkan ruang untuk bercerita dan didengarkan, Voice of Soul diharapkan dapat membantu memperkuat dukungan bagi pasien kesehatan jiwa sekaligus mengurangi stigma di tengah masyarakat.

















