Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Malang, Swa News – Dr. Ir. Dana Marsetiya Utama, S.T., M.T., Ketua Program Studi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), kembali menorehkan prestasi gemilang dengan mempertahankan posisinya dalam daftar Top 2% Scientists in the World selama tiga tahun berturut-turut sejak 2024 hingga 2026.
Sebagaimana dilangsir dari laporan resmi Humas UMM, pengakuan internasional ini bersumber dari data pemeringkatan yang dirilis oleh Elsevier dan Stanford University, yang menyoroti kontribusi signifikan sang akademisi dalam bidang Operations Research melalui metode analitis dan matematis untuk pengambilan keputusan kompleks.
Capaian ini mempertegas posisi UMM sebagai institusi yang produktif dalam menghasilkan riset berkualitas global yang berdampak luas bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Berdasarkan data profil SINTA dan Scopus, Dana tercatat telah memublikasikan sedikitnya 82 artikel ilmiah yang terindeks secara internasional.
Publikasi tersebut telah mengumpulkan total 1.145 sitasi dengan H-index mencapai angka 20, sebuah indikator kuat yang menunjukkan keterkaitan erat antara jumlah karya ilmiah dengan frekuensi rujukan oleh peneliti lain di seluruh dunia. Dana menekankan bahwa produktivitas akademik ini bukanlah hasil instan, melainkan buah dari ketekunan dalam membangun peta jalan penelitian yang terencana dengan matang.
Salah satu fokus utama risetnya adalah implementasi ekonomi sirkular (circular economy) dan rantai pasok tertutup (closed-loop supply chain). Penelitian ini tidak hanya berhenti di atas kertas, namun telah diuji coba melalui kolaborasi dengan mitra lokal di Poncokusumo, Kabupaten Malang, untuk mengolah limbah sekam menjadi produk bernilai tambah seperti pelet dan pupuk.
Dana meyakini bahwa riset yang baik harus mampu menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat. “Penelitian perlu diarahkan agar tidak berhenti pada publikasi, tetapi juga memiliki peluang untuk diterapkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Dana dalam keterangannya.
Ia juga menambahkan bahwa dukungan fasilitas laboratorium komputasi di UMM serta iklim akademik yang kondusif menjadi faktor pendukung utama dalam menjaga keberlanjutan risetnya hingga mencapai level internasional.

















