Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Malang, Swa News — Tim Investigasi Ormas Yakuza Maneges Malang Pasuruan Raya berhasil meluruskan disinformasi terkait kasus anak di bawah umur yang sebelumnya dinarasikan dilarikan oleh pasangan sesama jenis.
Berdasarkan penelusuran fakta di lapangan, anak kabur di Karangploso tersebut melarikan diri untuk menyelamatkan diri dari dugaan kekerasan seksual oleh ayah kandungnya.
Awalnya, pihak keluarga melaporkan kehilangan anak yang diduga dibawa kabur pasangan sejenis dari Sumatera Utara. Namun, setelah ditemui oleh tim investigasi Yakuza Maneges di kawasan Batu dan Karangploso, fakta sebenarnya terkuak.
Ketua Tim Hukum Yakuza Maneges, Moh. Zakki, menjelaskan bahwa narasi miring tersebut diduga kuat sengaja dihembuskan oleh pihak keluarga untuk menutupi kejahatan sang ayah.
“Anak ini kabur karena mengalami kekerasan seksual dari bapak kandungnya. Ibunya menarasikan negatif bahwa anak ini dibawa kabur pasangan sejenis semata-mata untuk mengkamuflasekan perilaku menyimpang suaminya. Korban dan rekannya tinggal bersama hanya karena merasa senasib,” jelas Zakki.
Saat ini korban dalam pendampingan intensif bersama lembaga perlindungan yang berwenang, sementara tim hukum Yakuza Maneges tengah menyiapkan langkah pendampingan pidana TPKS lintas provinsi.


















