Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Malang, Swa News– Bintang sekaligus kapten tim nasional Prancis, Kylian Mbappe, melontarkan kritik terbuka dan kecaman keras kepada seorang senator asal Paraguay, Celeste Amarilla, menyusul ujaran rasialisme yang diarahkan kepada dirinya pasca-laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Philadelphia Stadium.

Amarah Mbappe meledak setelah Amarilla secara terbuka menghina dirinya dengan sebutan “seorang Kamerun terjajah yang mati-matian ingin diakui sebagai seorang Prancis.”
Jawaban Menohok dari Akun Resmi Kylian Mbappe
Tak tinggal diam melihat harga diri dan latar belakangnya diinjak-injak, penyerang anyar Real Madrid itu langsung melempar serangan balik yang sangat telak melalui akun X resminya, @KMbappe.
Baca juga: Justin Bieber dan BTS Bakal Guncang Halftime Show Final Piala Dunia 2026
“Ibu Celeste Amarilla, Anda adalah seorang perempuan hina yang tidak layak menduduki jabatan Anda,” tulis Kylian Mbappe sembari menyematkan foto senator tersebut.
Mbappe menegaskan bahwa tindakan ceroboh dan penuh kebencian dari sang senator sama sekali tidak mencerminkan sikap rakyat maupun tim nasional Paraguay yang sudah bermain penuh rasa hormat di lapangan. Menurutnya, ucapan rasis tersebut justru merusak citra negara Paraguay sendiri di mata internasional.
“Saya tidak akan memberikan orang seperti dia kebebasan menyebarkan kebencian dan pandangan rasialisme ke seluruh dunia,” tegas Mbappe.
Skandal ini langsung memicu reaksi keras dari Federasi Sepak Bola Prancis (FFF). Lembaga ini langsung pasang badan mengutuk ucapan Celeste Amarilla sebagai tindakan yang mengerikan dan menegaskan bakal membawa kasus ini ke jalur hukum demi melindungi pemain mereka.
“Pernyataan ini membuat malu mereka yang melontarkan dan menyebarkannya. Pemain tim nasional Prancis adalah wakil Prancis, ini negara kami yang dihina,” bunyi rilis resmi dari FFF.
Di sisi lain, kontroversi di luar lapangan ini mencuat tepat setelah Mbappe menjadi pahlawan kemenangan Les Bleus lewat gol semata wayang dari titik putih yang menyingkirkan Paraguay di babak 16 besar. Usai meredam konflik eksternal ini, Mbappe dan kolega kini langsung mengalihkan fokus untuk menantang Maroko pada laga perempat final di Gillette Stadium, Boston, yang dijadwalkan bertanding pada Jumat, 10 Juli 2026. (ARD)
Penulis: Ardian F. R
Editor: M. Munif


















