Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Probolinggo, Swa News – Di tengah kesulitan masyarakat akibat runtuhnya Jembatan Armco di Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo pada maret lalu (28/3/2026). Prajurit Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina (Yonzipur 5/ABW) turut serta secara langsung dalam pembangunan jembatan sementara. Aksi cepat tanggap ini sebagai peran aktif TNI memulihkan kembali kehidupan masyarakat yang terdampak.

Komandan Yonzipur 5/ABW, Letkol Czi Wahyu Wuhono Widhi Nugroho, mengatakan pembangunan jembatan tersebut bukan sekadar membangun infrastruktur, melainkan memulihkan kembali kehidupan masyarakat yang sempat terputus akibat akses yang lumpuh.
Baca juga: Jembatan Merah Putih Presisi di Bumiaji Diresmikan Kapolres Batu
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bukti nyata bahwa TNI tidak hanya bertugas menjaga kedaulatan negara, tetapi juga hadir sebagai garda kemanusiaan di tengah kesulitan rakyat. Sekaligus mempertegas komitmen Yonzipur 5/ABW dalam menjalankan pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Iya bang, intinya sederhana sih, bahwa membangun jembatan darurat itu sejatinya membangun kembali kehidupan orang-orang yang terdampak,” ungkapnya melalui pesan singkat kepada Swa News (23/5/2026).
Diketahui, jembatan tersebut merupakan jalur vital yang menghubungkan sedikitnya empat wilayah utama, mulai dari Desa Negororejo dan Desa Lumbang di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, hingga Desa Welulang dan wilayah Banyubiru, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. Jalur itu juga menjadi akses utama menuju kawasan wisata Air Terjun Madakaripura, salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Probolinggo.
Peran Serta Prajurit Yonzipur 5/ABW Pembangunan Jembatan
Akibat ambruknya jembatan, aktivitas warga, distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, ekonomi, hingga sektor wisata sempat terganggu. Namun, gerak cepat Yonzipur 5/ABW bersama Yonif TP 836/BY, Kodim 0820 Probolinggo, Koramil Lumbang, Dinas Pekerjaan Umum, serta masyarakat sekitar akhirnya berhasil menyelesaikan pembangunan jembatan darurat modular tipe acropanel sepanjang 39 meter dengan kapasitas beban operasional maksimal 8 ton.
Komandan Yonzipur 5/ABW menambahkan bahwa pembangunan jembatan selesai pada 5 Mei 2026 setelah melalui proses pengerjaan selama 38 hari. Secara teoritis, jembatan mampu menahan beban hingga 12,5 ton atau Gross Vehicle Weight (GVW). Namun, demi keselamatan dan kenyamanan operasional jangka panjang, kapasitas maksimal operasional ditetapkan menjadi 8 ton. (HND)*

















