Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Batu, Swa News – Pemkot Batu memastikan tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam proses penataan pedagang di Simpang Empat di Jalan Panglima Sudirman, Trunojoyo, Indragiri dan Hasanudin (Simpang Patih).
Hal itu untuk menanggapi Pedagang Kaki Lima (PKL) di Simpang Patih yang resah tidak bisa mengais rejeki di kawasan tersebut.

Plt Wali Kota Batu, Heli Suyanto menegaskan, pihaknya masih melakukan kajian mendalam terkait usulan relokasi mandiri yang diajukan Paguyuban Pedagang Indragiri.
”Terkait usulan relokasi mandiri yang diajukan Paguyuban Pedagang Indragiri kami masih mengkaji. Pada intinya dalam proyek ini tidak boleh ada masyarakat yang dirugikan. untuk tempat relokasi pedagang tentu akan kita carikan yang terbaik,” jelasnya, Jumat (22/5/2026).
lokasi alternatif yang diusulkan pedagang untuk relokasi yakni di sekitar tandon air Jalan Hasanudin dan lahan milik Polres Batu. Heli menyebut, Jika nanti pedagang memanfaatkan lahan aset milik Polres Batu, maka mekanisme sewanya akan langsung dikelola institusi kepolisian.
Baca juga: Sindikat Curas Berkedok Kencan Online Diungkap Polres Batu, Dua Pelaku Diamankan di Kamar Kos
”Sebaliknya, apabila menggunakan aset milik pemerintah daerah, maka sewanya akan masuk sebagai pendapatan daerah,” lanjutnya.
Ada total 28 PKL di kawasan Simpang Patih. Namun, kata Heli, mayoritas pengguna lahan pemerintah daerah tersebut belum tertib menjalankan kewajiban pembayaran sewa lahan. Diungkapkannya, hanya dua pedagang yang tercatat aktif membayar sewa hingga lunas.
”Pendekatan persuasif terus dilakukan agar proses penataan kawasan Simpang Patih dapat berjalan aman, tertib dan tetap menjaga keberlangsungan mata pencaharian warga,” tegasnya.
Simpang Patih Proyek Prioritas
Heli menyampaikan sosialisasi proyek prioritas daerah itu sebenarnya sudah dilakukan sejak lama. Yaitu mulai tingkat kecamatan hingga desa dan kelurahan.
”Sosialisasi telah kami lakukan secara bertahap sejak tahun lalu. Ini agar masyarakat memahami arah pembangunan yang tengah disiapkan pemerintah daerah,” urainya.
Menurut Heli, penataan Simpang Patih merupakan proyek wajah baru gerbang masuk Kota Wisata Batu. Proyek tersebut mencakup pelebaran jalan, pembenahan drainase, serta penataan infrastruktur pendukung lain.
”Proyek ini selain untuk menambah keindahan Kota, juga agar masyarakat dan wisatawan semakin nyaman berada di Kota Batu,” urainya.


















