Berkurang Rp6 Miliar, Calon Anggota DPKM Usulkan Dana Pendidikan Lewat CSR Perusahaan

Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com

Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.

✨ Jangkauan Nasional ✍️ Personal Branding 🤝 Komunitas Intelektual

Malang, Swa News – Salah satu calon Anggota DPKM (Dewan Pendidikan Kota Malang) 2026-2030, Muhammad Andika Rizqi Fauzi, menyoroti dampak efisiensi anggaran pendidikan Kota Malang tahun 2026. Menurutnya, pemotongan anggaran sebesar Rp6 miliar yang berdampak pada program strategis seperti beasiswa dan seragam gratis perlu disiasati melalui kolaborasi dengan sektor swasta lewat program Corporate Social Responsibility (CSR), kamis (14/5/2026).

Calon anggota DPKM
M. Andika Rizqi Fauzi, Calon DPKM 2026-2030. (Colase foto: Swa News/mm)

Gagasan tersebut didasarkan pada amanat Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan bahwa negara wajib membiayai pendidikan dasar bagi setiap warga negara tanpa terkecuali. Rizqi menilai, ketika anggaran pendidikan Kota Malang turun dari Rp670 miliar menjadi Rp664 miliar, harus ada langkah nyata agar seluruh masyarakat tetap memperoleh akses pendidikan yang layak.

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

“Setiap tahun, kebutuhan pendidikan yang layak pasti meningkat. Jika hanya mengandalkan APBD atau sokongan dari pusat, tentu akan kurang. Apalagi tahun ini ada penyusutan anggaran. Padahal, sudah menjadi tanggung jawab pemerintah untuk membiayai pendidikan dasar,” ungkapnya kepada Swa News.

Baca juga: Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

Sebagai akademisi, pengusaha muda, dan praktisi organisasi, Rizqi membawa perspektif baru dalam merespons persoalan pendidikan di Kota Malang. Ia menilai Dewan Pendidikan harus hadir lebih aktif dalam membaca persoalan, menghubungkan berbagai pihak, serta mengawal program pendidikan agar tepat sasaran.

“Salah satu pondasi utama pendidikan yang layak adalah masyarakat bisa mengakses pendidikan. Program beasiswa dan seragam gratis saya kira sangat bagus. Setelah itu, kita bisa berbicara tentang pendidikan karakter dan hal lainnya. Dengan keterbatasan anggaran, DPKM sebagai mitra strategis harus kreatif untuk mendukung program-program yang sudah dibuat,” ujarnya.

Baca juga: Pemilihan DPKM Kota Malang, Akademisi Muda Brawijaya Tawarkan Pendidikan Kolaboratif Berkelanjutan Menuju Generasi Emas 2045

M. Andika Rizqi Fauzi, Calon Anggota DPKM usulkan CSR untuk Dana Pendidikan

Menurut Calon Anggota DPKM dari Universitas Brawijaya ini, alternatif solusi dapat dilakukan dengan melibatkan perusahaan melalui tanggung jawab sosial mereka. Skema CSR dinilai mampu membantu menjaga keberlanjutan program pendidikan, khususnya bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

“Kalau itu sebenarnya ada alternatif, dengan melibatkan swasta atas tanggung jawab sosialnya,” tambahnya.

Rizqi berharap identitas Kota Malang sebagai kota pendidikan tidak hanya terlihat dari banyaknya kampus, tetapi juga dari kuatnya pendidikan dasar dan menengah, meningkatnya minat belajar siswa, terbukanya akses pendidikan tinggi, serta hadirnya kebijakan yang berpihak pada seluruh anak. (MJL)*

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

© Swa News | Cepat dan Mencerahkan