Sabtu, Agustus 22, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home Agama

Megengan

Mat RaybyMat Ray
18/02/2026
in Agama, Kolom
0
0
SHARES
197
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp
Logo SWA Indonesia

Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com

Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.

✨ Jangkauan Nasional ✍️ Personal Branding 🤝 Komunitas Intelektual
Gabung Kolumnis Kirim Naskah Artikel

Megengan

Mat Ray

 

Megengan dan Apem merupakan identifikasi kesatuan tradisi kebudayaan masyarakat Islam Jawa. Biasanya dilaksanakan di akhir bulan Sya’ban dalam rangka menyambut Ramadan.

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

Negara dan Pasar

Negara dan Pasar

19/08/2026
merdeka dalam kata

Merdeka Dalam Kata?

17/08/2026
Load More

Megengan berasal dari suku kata bahasa Jawa, megeng yang memiliki makna menahan. Menggambarkan hakikat spiritual puasa Ramadan melalui jalan syariat untuk menahan lapar, haus, dan nafsu.

Sementara jajanan pasar apem yang wajib ada dalam sajian Megengan disinyalir memiliki kesamaan dengan bahasa Arab, afwan atau afwun yang memiliki makna permaafan atau ampunan. Kemudian melahirkan ritual simbolik saling bermaafan menjelang bulan puasa Ramadan.

Megengan
Tangkapan CCTV Acara Sholawat Warga Merjosari.

Biasanya, pranata ritual Megengan diawali dengan nyekar (ziarah kubur), selamatan (kenduri) di masjid atau musala, kemudian dirangkai dengan doa bersama, dan berlanjut berbagi ambengan (berkat/makanan).

Pewarisan adat Megengan, dalam folklor yang berkembang di tengah masyarakat Islam tradisional, diyakini berakar dari penyebaran Islam di Pulau Jawa abad XV pada masa Kerajaan Demak. Kemudian dilanjutkan oleh para Walisongo yang lain, khususnya Sunan Kalijaga.

 

Rendah Hati

Secara implisit, makna filosofis jajan apem yang disajikan dalam Megengan merupakan simbol kesetaraan dan sikap rendah hati, bukan rendah diri. Bahkan secara teologis, simbol apem juga merupakan bentuk pengakuan eksistensi diri manusia sebagai makhluk yang lemah.

Secara kosmologis, simbolisasi apem dalam Megengan merupakan wujud sikap rendah hati (tawaduk) yang kemudian berimplikasi pada perilaku santun, toleran, adil, serta mampu menghargai harkat dan martabat orang lain.

 

Perkuat Solidaritas Sosial

Megengan memiliki makna penguatan nilai solidaritas sosial (al-tadhamun al-ijtima’i) berbasis pada nilai iman yang kemudian berwujud dalam sikap kepedulian, empati, dan tolong-menolong dalam kebajikan.

Implikasi moral-teologis dalam doktrin solidaritas sosial, Megengan merupakan kesediaan memandang umat manusia dalam satu kesatuan tubuh yang utuh. Bermula dari relasi teologis tersebut, Megengan ikut memperkuat kehadiran konstruksi syariah tentang “hablumminallah wa hablumminannas”, relasi vertikal terhadap hakikat iman tauhid Islam dan relasi horizontal melalui makna kesetaraan manusia.

Maka secara praksis, konstruksi falsafah Megengan niscaya melahirkan sikap keberpihakan pada struktur kaum lemah (mustadh’afin).

Ujungnya, tradisi Megengan dengan seluruh entitas tradisi kebudayaannya merupakan proyeksi reinterpretasi transformasi sejarah peradaban manusia berbasis nilai transendental di tengah kehidupan budaya profan yang serba material.


Mat Ray

Pelaku Spiritual

 

Tags: ApemJelang RamadanMegenganRamadan 2026Tradisi Islam Jawa
Mat Ray

Mat Ray

Penjelajah Sastra Spiritual Prophetik

Related Posts

Negara dan Pasar
Ekonomi

Negara dan Pasar

bySelamet Castur
19/08/2026
merdeka dalam kata
Kolom

Merdeka Dalam Kata?

bySelamet Castur
17/08/2026
Tak Hanya Mengecam, Belajar dari Cara Nabi Menghadapi Orang yang Jatuh dalam Kemaksiatan
Kolom

Tak Hanya Mengecam, Belajar dari Cara Nabi Menghadapi Orang yang Jatuh dalam Kemaksiatan

byMukhamad Munifand1 others
16/08/2026
Gimmick Berlebihan Promo Miras, Newport Resmi Dipolisikan
Agama

Gimmick Berlebihan Promo Miras, Newport Resmi Dipolisikan

byArdian FRand1 others
15/08/2026
Bupati Malang Sanusi
Agama

Bupati Malang Sanusi Ajak Warga Pujon Perkuat Iman dan Kebersamaan di Sholat Subuh Keliling

byMukhamad Munif
15/08/2026
Islam Kita
Agama

Islam Kita Mungkinkah [Bukan] Islam Allah?

bySelamet Castur
12/08/2026
Next Post
eks lokalisasi kaliwungu ngunut tulungagung

Eks Lokalisasi Kaliwungu Ngunut Tulungagung, Masih Melayani Tamu di Bulan Ramadan?

POPULAR NEWS

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

15/03/2026
Jurusan sepi peminat di UPN

Pasti Lulus! Ini 15 Jurusan Sepi Peminat di UPN Jatim SNBT 2026

30/03/2026
Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

15/04/2026
Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

16/06/2026
Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

14/11/2025

EDITOR'S PICK

Simposium Bahasa! “Bahasa Arab, Bahasa Pembebasan : 4 Konstruksi Peran Strategis Penggunaan Bahasa Arab

Simposium Bahasa! “Bahasa Arab, Bahasa Pembebasan : 4 Konstruksi Peran Strategis Penggunaan Bahasa Arab

21/12/2024
Seminar Internasional Bahasa Arab Umsida, Uril: IMLA Ikut Memperkuat Peradaban Islam Indonesia

Seminar Internasional Bahasa Arab Umsida, Uril: IMLA Ikut Memperkuat Peradaban Islam Indonesia

21/02/2025
Titik Balik Ulil Abshar Kecam KPK Menahan Gus Yaqut

Titik Balik Ulil Abshar Kecam KPK Menahan Gus Yaqut

14/03/2026
Pilrek UIN Malang: Prof. Agus Maimun Menguat, Prof. Harini Kuda Hitam, Prof. Suhartono dan Prof. Uril Membuntuti

Pilrek UIN Malang: Prof. Agus Maimun Menguat, Prof. Harini Kuda Hitam, Prof. Suhartono dan Prof. Uril Membuntuti

15/05/2025
logo swanews

© 2026 Swa News Indonesia

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
© Swa News | Cepat dan Mencerahkan