Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
MALANG, Swa News — PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya resmi memberlakukan perubahan lokasi pelayanan dan alur keberangkatan di Stasiun Malang mulai Senin (2/11/2026). Penyesuaian ini dilakukan seiring dengan proyek penataan dan renovasi besar-besaran yang tengah berlangsung guna meningkatkan kenyamanan fasilitas stasiun di masa mendatang.
Perubahan mencakup perpindahan area boarding, loket tiket, hingga alur pemeriksaan bagasi bagi penumpang di sisi Barat maupun Timur stasiun. Pada bangunan Stasiun Malang sisi Barat (Jalan Trunojoyo), area boarding dan Check-In Counter (CIC) yang sebelumnya berada di tengah hall kini dipindahkan sementara ke kawasan pintu keluar stasiun.
Sementara itu, loket penjualan tiket dialihkan ke area depan, tepatnya di sekitar ruang tunggu penumpang sisi utara. Di sisi Timur (Jalan Jenderal Sudirman), pintu boarding yang semula di lantai 1 telah dipindahkan secara permanen ke lantai 2 sejak akhir Oktober lalu, disusul pemindahan fasilitas Face Recognition Boarding Gate.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan bahwa tahapan baru ini mewajibkan pemeriksaan bagasi dilakukan terlebih dahulu di lantai 1 sebelum penumpang naik ke lantai 2.
Hal ini sangat krusial bagi penumpang yang membawa barang melebihi ketentuan agar proses administrasi biaya tambahan tidak menghambat perjalanan mereka.
“Pemeriksaan dan pembayaran bagasi sejak awal akan memudahkan penumpang. Dengan begitu, mereka tidak perlu kembali turun dari lantai 2 ke lantai 1 untuk menyelesaikan transaksi,” ujar Mahendro.
Mengingat akses menuju lantai 2 saat ini masih menggunakan tangga manual, KAI mengimbau seluruh pelanggan untuk datang lebih awal ke stasiun. Langkah antisipasi ini diperlukan agar penumpang memiliki waktu yang cukup untuk beradaptasi dengan alur baru, memastikan lokasi pelayanan, dan mengikuti tahapan boarding sesuai ketentuan terbaru tanpa harus terburu-buru.

















