Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Malang, Swa News – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi meluncurkan transformasi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) menjadi Fakultas Ilmu Kesehatan dan Farmasi (FIKSFAR) bertepatan dengan peringatan Dies Natalis ke-19 fakultas tersebut pada Sabtu (24/10/2026).
Sebagaimana dilangsir dari laporan Humas Universitas, langkah strategis ini diambil untuk menjawab tantangan dunia kesehatan yang semakin kompleks, di mana integrasi antara tindakan medis dan pengelolaan farmasi menjadi kunci utama dalam pemulihan pasien.
Perubahan identitas ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara program studi keperawatan, fisioterapi, dan farmasi dalam satu payung fakultas yang lebih komprehensif. Dekan FIKSFAR UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS., menegaskan bahwa transformasi ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan upaya mempertegas arah pengembangan pendidikan kesehatan yang berorientasi pada pasien (patient-centered care).
“Harapannya dengan momen Dies Natalis ke-19 ini, kita bisa semakin bersinergi menuju Fakultas Ilmu Kesehatan dan Farmasi yang berdampak nyata pada masyarakat luas,” ujarnya di sela-sela acara yang berlangsung di Pelataran Aula BAU UMM tersebut.
Ia menambahkan bahwa kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) telah diimplementasikan sejak 2025 untuk memastikan kompetensi lulusan selaras dengan kebutuhan industri. Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si., turut memberikan penekanan bahwa perubahan identitas ini harus dibarengi dengan peningkatan mutu pembelajaran yang berkelanjutan sesuai standar pemerintah dan daya saing global.
Menurutnya, tenaga kesehatan masa kini dituntut tidak hanya ahli dalam tindakan teknis, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam mengenai terapi dan edukasi obat.
“Perubahan nama itu dilakukan untuk menjaga motivasi, memperhatikan, serta menerapkan standar mutu layanan dan pembelajaran agar sesuai dengan standar layanan kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah,” tegas Nazaruddin.
Sebagai bagian dari penguatan keterampilan praktis, UMM juga menyiapkan Excellent Solution Center (ESC) sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mempertajam pengalaman di dunia kerja.
Rangkaian acara Dies Natalis ini juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seperti pemilihan dosen berprestasi, bakti sosial, hingga jalan sehat yang diikuti oleh sekitar 600 peserta. Dengan identitas baru ini, FIKSFAR UMM berkomitmen untuk terus mencetak lulusan yang unggul dalam praktik klinis dan memberikan kontribusi signifikan bagi sistem kesehatan nasional.


















