Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Malang, Swa News – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus resmi meningkatkan volume distribusi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Malang, Jawa Timur, guna merespons lonjakan kebutuhan masyarakat.
Sebagaimana dilangsir dari laporan iNewsSurabaya.id, pasokan harian yang sebelumnya berada di angka rata-rata 340 kiloliter (KL) kini ditingkatkan secara signifikan menjadi sekitar 407 KL per hari demi menjamin kelancaran pelayanan di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Langkah strategis ini diambil setelah adanya koordinasi intensif antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan pihak Pertamina untuk memastikan ketahanan energi di tingkat daerah tetap stabil.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa penambahan volume ini didasarkan pada hasil pemantauan real-time terhadap tren konsumsi di lapangan yang menunjukkan tren kenaikan.
“Berdasarkan pemantauan kami, terdapat peningkatan kebutuhan Pertalite di Kota Malang. Untuk mengantisipasi hal tersebut, penyaluran telah kami tingkatkan dari rata-rata sekitar 340 KL per hari menjadi sekitar 407 KL per hari,” ujar Ahad dalam keterangan resminya. Selain menambah kuota harian, Pertamina juga melakukan optimalisasi pada sisi operasional hulu di tingkat daerah dengan menyiagakan Fuel Terminal (FT) Malang selama 24 jam penuh.
Langkah ini dilakukan untuk mempercepat proses loading dan distribusi ke armada mobil tangki sehingga tidak terjadi kekosongan stok di level pengecer resmi atau SPBU. Ahad menambahkan bahwa penyesuaian operasional ini merupakan komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, terutama di tengah dinamika mobilitas yang tinggi di Kota Pendidikan tersebut.
Di sisi lain, Gubernur Jawa Timur turut melakukan peninjauan langsung ke SPBU 54.651.73 Ciliwung untuk memastikan proses penyaluran berjalan sesuai rencana.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan penyedia energi agar aktivitas ekonomi masyarakat tidak terhambat oleh kendala distribusi BBM. Pertamina memastikan akan terus memantau perkembangan konsumsi secara harian dan siap melakukan penyesuaian lebih lanjut jika diperlukan guna menjaga kondusivitas wilayah.


















