Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Malang, Swa News — Tiga mahasiswa program studi fisioterapi dari Università di Firenze, Italia, menjalani pengalaman akademik unik dengan mempelajari sistem pelayanan kesehatan akar rumput di Indonesia melalui program pertukaran pelajar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Sebagaimana dilangsir dari laporan resmi Humas UMM, Martina Nardi, Pietro Pinzauti, dan Leonardo Ricerri ini dijadwalkan mengikuti studi selama satu semester, terhitung sejak September 2026 hingga Januari 2027.
Ketiganya tidak hanya belajar di dalam ruang kelas, tetapi juga diterjunkan langsung untuk mengamati pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat dasar. Pada periode 15 hingga 21 September lalu, para mahasiswa tingkat akhir ini mengikuti praktik Fisioterapi Komunitas di Puskesmas Pandanwangi, Kota Malang.
Di lokasi tersebut, mereka terlibat aktif dalam berbagai kegiatan pelayanan kesehatan berbasis komunitas, termasuk berinteraksi langsung dengan warga di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).
Pengalaman ini memberikan perspektif baru bagi mereka, mengingat sistem kesehatan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat secara langsung seperti Posyandu tidak ditemukan dalam kurikulum maupun praktik klinis di negara asal mereka, Italia. Selain praktik lapangan, para mahasiswa asing ini juga diintegrasikan ke dalam kelas reguler bersama mahasiswa Fisioterapi UMM untuk mengambil sejumlah mata kuliah spesifik.
Mata kuliah tersebut meliputi Fisioterapi Muskuloskeletal, Fisioterapi Neuromuskular, Fisioterapi Komunitas, hingga Manajemen Fisioterapi Islami yang menjadi ciri khas keilmuan di kampus tersebut. Kehadiran mereka diharapkan mampu menghidupkan suasana akademik yang lebih dinamis dan memperluas wawasan global bagi mahasiswa lokal melalui pertukaran pengalaman belajar lintas negara.
Kepala Program Studi S1 Fisioterapi UMM, Dr. Dimas Sondang Irawan, PhD, menyatakan bahwa kolaborasi internasional ini merupakan langkah strategis untuk menguji kesiapan program studi dalam menerapkan kelas bilingual dan internasional. “Kolaborasi ini menjadi langkah yang positif bagi Fisioterapi UMM. Harapannya, kolaborasi ini tidak berhenti di sini. Kami ingin hubungan antarpengajar juga semakin terjalin, sehingga ke depan dapat membuka peluang bagi mahasiswa Fisioterapi UMM untuk melakukan exchange ke Italia,” ujar Dimas dalam keterangan resminya. Program ini menegaskan posisi UMM dalam memperluas jejaring akademik hingga ke level Eropa sekaligus menjadi ruang belajar bersama bagi praktisi kesehatan lintas budaya.


















