Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Malang, Swa News – Kolaborasi Pemerintah Kabupaten Malang dengan Alliance to End Plastic Waste (AEPW) dalam pengelolaan sampah terus diperkuat. Pemkab Malang ingin program ini tidak hanya berhenti sebagai uji coba, tetapi bertransformasi menjadi sistem yang berkelanjutan dan dirasakan langsung manfaatnya oleh warga.
Penegasan itu disampaikan Bupati Malang saat bertemu dengan pihak AEPW, Senin (5/10/2026) malam. Menurutnya, dibutuhkan roadmap yang jelas agar program ini bisa naik kelas.
Bupati mendorong adanya sistem pengembangan yang terukur dengan memperkuat kemitraan dan menggalang dukungan lintas sektor. Dengan begitu, program yang sudah berjalan bisa terus hidup dan direplikasi di wilayah yang lebih luas.
“Harapan kami program ini tidak terlalu lama dalam prosesnya. Penyelesaian persoalan sampah harus terus didorong agar memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ujar Bupati.
Ia menilai progres Program AEPW saat ini cukup menggembirakan. Hingga kini, jangkauan program sudah menyentuh sekitar 6.000 RT di 12 desa. Di sana, warga tidak hanya menjadi objek, tetapi sudah mulai diedukasi dan dilibatkan langsung untuk memilah sampah dari sumbernya, yaitu dari rumah.
Pelibatan masyarakat inilah yang menjadi kunci utama. Tanpa kebiasaan memilah sampah dari tingkat rumah tangga, sistem pengelolaan sampah yang konsisten akan sulit terwujud. Karena itu, edukasi terus digencarkan.
Bupati berharap status pilot project ini bisa terus dipertahankan hingga akhir 2027 atau 2028, sebelum akhirnya dikembangkan menjadi model pengelolaan sampah tingkat kabupaten.
“Ini merupakan pilot project. Kalau bisa berjalan dengan baik, tentu akan menjadi contoh dan menarik minat berbagai pihak untuk ikut mengembangkan program serupa di Kabupaten Malang,” jelasnya.
Bahkan, keberhasilan di tahap awal ini sudah dilirik pemerintah pusat. Beberapa kementerian, salah satunya Kementerian Pekerjaan Umum, memberikan perhatian khusus. Kabupaten Malang pun dinilai layak menjadi salah satu daerah percontohan nasional untuk pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat.
Di sisi lain, Bupati juga mengingatkan pentingnya kesiapan infrastruktur pendukung. Mulai dari sarana dan prasarana hingga ketersediaan lahan untuk menunjang proses pengangkutan dan pengolahan sampah harus dipastikan siap.
Dukungan serupa disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Budiar. Ia menegaskan Pemkab Malang berada di belakang penuh program ini agar berjalan konsisten.
Budiar optimistis, dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan mitra strategis lainnya, persoalan sampah bisa ditangani secara lebih sistematis. Target akhirnya adalah lingkungan Kabupaten Malang yang bersih, sehat, dan berkelanjutan, yang nantinya juga bisa memantik daerah lain untuk mengembangkan sistem serupa sesuai karakteristiknya.
“Pemkab Malang mendukung sepenuhnya program ini. Harapannya, program dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” pungkasnya.
Pewarta: Sholeh
Editor: Imam


