Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Jakarta, Swa News – Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra, atau yang lebih dikenal dengan nama Guruh Soekarnoputra, merupakan putra bungsu Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, dari pernikahannya dengan Fatmawati. Ia juga merupakan adik dari Megawati Soekarnoputri, Presiden kelima Republik Indonesia.
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada Sabtu, 26 September 2026, dalam usia 73 tahun. Ia mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, sekitar pukul 04.16 WIB. Kabar duka tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto.
Semasa hidupnya, Guruh dikenal sebagai seniman, pencipta karya musik dan tari, sekaligus politikus Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia pada periode 1992–1997 dan 1999–2024.
Riwayat Pendidikan
Guruh menempuh pendidikan dasar dan menengah di Perguruan Cikini, Jakarta. Setelah menyelesaikan pendidikan di tingkat SMP, ia melanjutkan sekolah di SMA Negeri 25 Jakarta pada 1967–1970.
Pada 1971–1974, Guruh sempat menempuh pendidikan di jurusan Arkeologi, Universitas Amsterdam, Belanda, selama tiga tahun, tetapi tidak menyelesaikannya.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan sarjana di bidang Ilmu Administrasi Negara pada Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia (STIAMI) dan meraih gelar Sarjana Administrasi Publik (S.A.P.) pada 2008.
Selain itu, Guruh juga meraih gelar Magister Manajemen (M.M.) dengan konsentrasi Manajemen Sumber Daya Manusia pada 2010. Ia juga memperoleh gelar Magister Sains (M.Si.) pada Program Studi Ilmu Administrasi, konsentrasi Ilmu Administrasi Publik.
Perjalanan Karier di Dunia Seni
Sejak kecil, Guruh telah mengasah bakatnya di bidang seni, terutama tari dan musik. Kemampuan tersebut kemudian berkembang menjadi perjalanan panjang dalam dunia kesenian Indonesia.
Ia mendirikan kelompok kesenian Swara Mahardhika yang kemudian dikenal melalui GSP Production (Gencar Semarak Perkasa). Melalui kelompok tersebut, Guruh mengembangkan berbagai pertunjukan yang memadukan musik, tari, dan unsur kebudayaan Indonesia.
Di bidang musik, profil Guruh Soekarnoputra juga dikenal pernah mendirikan grup musik Guruh Gipsy bersama sejumlah musisi, termasuk Keenan Nasution, Abadi Soesman, dan Chrisye. Ia turut mendirikan Gank Pegangsaan bersama sejumlah musisi Indonesia.
Karya-karya Guruh dikenal melalui perpaduan unsur musik modern dengan kekayaan musik tradisional Nusantara. Kiprahnya menjadikan seni pertunjukan dan musik sebagai bagian penting dalam perjalanan hidupnya.
Pencapaian dan Penghargaan
Atas kiprahnya di bidang musik, Guruh menerima Penghargaan Nugraha Bhakti Musik Indonesia (NBMI) dari Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI) pada 23 Maret 2011, bertepatan dengan peringatan Hari Musik Nasional.
Penghargaan tersebut menjadi salah satu bentuk pengakuan atas kontribusinya terhadap perkembangan musik Indonesia.
Pada 2008, Guruh juga masuk dalam daftar The Immortals: 25 Artis Indonesia Terbesar Sepanjang Masa yang diterbitkan majalah Rolling Stone Indonesia.
Selain berkarya di bidang seni, Guruh menjalani karier politik sebagai anggota DPR RI selama beberapa periode. Perjalanan panjangnya di dunia seni dan politik menjadikan Guruh dikenal sebagai salah satu tokoh yang aktif dalam kehidupan kebudayaan dan politik Indonesia.
Kepergian Guruh Soekarnoputra pada Sabtu (26/9/2026) menandai berakhirnya perjalanan seorang seniman sekaligus politikus yang telah berkarya selama puluhan tahun di Tanah Air.


















