Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Batu, Swa News – Hasil revitalisasi tiga lembaga pendidikan Muhammadiyah di Kota Batu diresmikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, Minggu (20/9/2026).

Ketiga sekolah Muhammadiyah yang rampung direvitalisasi tersebut ialah SMP Muhammadiyah 8 Batu, TK Aisyiyah Bustanul Athfal 2, dan SMK Muhammadiyah 1 Batu. Peresmian itu menandai selesainya pembangunan fasilitas yang dibiayai melalui program revitalisasi nasional pemerintah pusat.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti dalam sambutannya mengatakan, program revitalisasi merupakan langkah pemerintah untuk mewujudkan pemerataan akses dan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.
“Tahun ini kita akan melakukan revitalisasi secara keseluruhan itu 71.744 sekolah, itu untuk semua ya, sekolah negeri dan swasta,” ungkap Mu’ti.
Baca juga : Civitas Akademika UINSA Surabaya Tolak Akhmad Muzakki Kembali Jadi Rektor, Ini Alasannya
Meski jumlahnya puluhan ribu, ia menekankan tidak semua sekolah bisa menerima program ini. Pada tahun 2026, pemerintah memfokuskan bantuan pada sekolah dengan kategori prioritas.
“Prioritasnya itu untuk sekolah yang terdampak bencana, terutama di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, NTT, dan daerah lain. Kemudian sekolah di daerah 3T dan sekolah yang rusak berat. Itu yang jadi prioritas kami untuk tahun 2026 ini,” terangnya.
Kepala sekolah SMP Muhammadiyah 8 Batu Windra Rizkyana, menyebutkan sekolahnya memperoleh bantuan revitalisasi tahun anggaran 2025 senilai Rp747 juta.
Bantuan tersebut diwujudkan dalam bentuk satu ruang kelas baru dan tiga unit toilet. Bangunannya kini telah selesai 100 persen dan siap dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran.
“Kami tahun 2025 mendapat revit sebesar Rp747 juta, itu berupa satu ruang kelas dan tiga paket toilet,” jelas Windra.
Pembangunan sekolah Muhammadiyah dimulai pada September 2025 dan tuntas pada Desember 2025. Windra menjelaskan, penetapan sekolah penerima bantuan dilakukan secara objektif dan transparan melalui sistem nasional.
“Semuanya by system, dasarnya adalah Dapodik,” kata dia yang juga Ketua MKKS SMP Swasta Kota Batu.
Soal penggunaan anggaran, ia menegaskan pengelolaan dilakukan dengan pendampingan ketat. Dana yang masuk langsung ke rekening sekolah diawasi berlapis.
“Kami didampingi oleh fasilitator dari daerah. Ada dari Dinas Pendidikan, ada juga dari provinsi, bahkan dari Inspektorat dari pusat. Mereka selalu mengawal kami mulai dari perencanaan, pembangunan, sampai pelaporan finalisasi,” imbuhnya.
Ia berharap fasilitas baru tersebut tidak hanya menambah sarana fisik, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi siswa.
“Tentu muaranya adalah kenyamanan para siswa dalam menuntut ilmu. Dengan belajar mengajar yang optimal, prestasi akan lebih mudah diraih,” pungkasnya. (SL)
Pewarta: Sholeh
Editor: Mukh. Munif


















