Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Surabaya, Swa News – Profil Akhmad Muzakki kembali menjadi perhatian setelah ia melanjutkan kepemimpinannya sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya untuk periode 2026–2030. Guru besar yang memiliki latar belakang keilmuan sosial dan keagamaan tersebut sebelumnya memimpin UINSA pada periode 2022–2026.
Pada periode keduanya, Akhmad Muzakki menghadapi sorotan dari sejumlah elemen sivitas akademika. Dalam bahan yang beredar, terdapat penolakan yang disebut berasal dari mahasiswa, dosen, guru besar, hingga alumni yang meminta agar dirinya mundur dari jabatan rektor. Isu tersebut menjadi bagian dari dinamika kepemimpinan UINSA pada awal periode keduanya.
Secara kelembagaan, UINSA mencatat Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D. sebagai rektor sejak 2022. Sistem penjaringan rektor UINSA untuk masa jabatan 2026–2030 juga telah berlangsung sejak Februari hingga April 2026.
Profil Akhmad Muzakki
Akhmad Muzakki lahir di Sidoarjo pada 9 Februari 1974. Ia dikenal sebagai akademisi dan guru besar UIN Sunan Ampel Surabaya dengan latar belakang keilmuan yang mencakup studi Islam, Asia Tenggara, sosiologi, serta kajian sosial-keagamaan.
Dalam profil resmi dosen UINSA, namanya tercatat sebagai Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D. Ia merupakan dosen pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Sunan Ampel Surabaya.
Perjalanan akademiknya ditempuh melalui sejumlah jenjang pendidikan di Indonesia dan Australia. Latar belakang pendidikan tersebut kemudian menjadi bagian dari perjalanan Muzakki dalam dunia akademik hingga dipercaya memimpin UINSA.
Riwayat Pendidikan Akhmad Muzakki
Muzakki berasal dari keluarga sederhana. Dalam biografi yang diterbitkan UINSA, disebutkan bahwa keterbatasan ekonomi keluarga tidak menghalanginya untuk terus menempuh pendidikan.
Ia pernah menjadi santri kalong di Pesantren El-Roudloh Pucang, Sidoarjo. Di pesantren tersebut, ia mempelajari ilmu nahwu dan sharaf.
Pendidikan sarjananya ditempuh di IAIN Sunan Ampel Surabaya. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan magister bidang Pemikiran Islam dan menyelesaikannya pada 2001.
Muzakki kemudian melanjutkan studi di Australian National University (ANU), Canberra. Ia memperoleh Graduate Diploma in Southeast Asian Studies pada 2003 dan Master of Philosophy pada 2005.
Pendidikan doktoralnya ditempuh di The University of Queensland, Australia. Ia menyelesaikan pendidikan Ph.D. pada 2010. Profil biografi UINSA juga mencatat pengalaman akademiknya sebagai pengajar di Faculty of Asian Studies ANU dan Indonesian Culture Program di Australian Defence Force Academy.
Perjalanan Karier Akhmad Muzakki
Sebelum menjadi rektor, Muzakki memiliki pengalaman dalam pengelolaan akademik di lingkungan UIN Sunan Ampel Surabaya. Ia pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UINSA pada periode 2018–2022.
Pada 6 Juni 2022, Muzakki dilantik sebagai Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya untuk periode 2022–2026. Dalam menjalankan tugasnya sebagai rektor, ia aktif menyampaikan sejumlah program dan target pengembangan UINSA, termasuk penguatan tata kelola dan pengembangan kampus.
Nama Muzakki juga tercatat dalam berbagai dokumen resmi UINSA pada 2026. Dalam sejumlah pengumuman penerimaan mahasiswa baru, misalnya, ia masih tercantum sebagai Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya.
Pengalaman Organisasi Akhmad Muzakki
Di luar lingkungan kampus, Muzakki juga aktif dalam organisasi kemasyarakatan. Ia tercatat pernah menduduki posisi Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.
Dalam biografi yang diterbitkan UINSA, Muzakki juga disebut pernah menjadi Ketua Dewan Pendidikan Jawa Timur serta aktif dalam kepengurusan PWNU Jawa Timur.
Keterlibatan tersebut melengkapi kiprahnya sebagai akademisi yang tidak hanya beraktivitas di lingkungan perguruan tinggi, tetapi juga dalam organisasi sosial dan keagamaan.
Akhmad Muzakki Kembali Memimpin UINSA
UIN Sunan Ampel Surabaya telah menjalankan proses penjaringan bakal calon rektor untuk masa jabatan 2026–2030. Berdasarkan laman resmi penjaringan UINSA, proses tersebut dimulai pada Februari 2026 dan dilanjutkan dengan pendaftaran, verifikasi administrasi, pertimbangan senat, hingga pengiriman hasil penjaringan kepada Kementerian Agama.
Muzakki kemudian kembali memimpin UINSA untuk periode 2026–2030. Dengan berlanjutnya kepemimpinan tersebut, perhatian kini tertuju pada dinamika internal kampus, termasuk respons sivitas akademika terhadap kepemimpinannya.
Di tengah munculnya tuntutan dari sebagian pihak yang meminta dirinya mundur, perjalanan Muzakki sebagai akademisi, guru besar, organisator, dan rektor menjadi bagian penting dari dinamika UIN Sunan Ampel Surabaya pada periode 2026–2030.

















