Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Jakarta, Swa News — Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) resmi memperkenalkan lima fitur terbaru dalam aplikasi BPKH Apps guna memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mempersiapkan ibadah haji secara digital. Inovasi ini merupakan bagian dari transformasi layanan untuk mengintegrasikan kebutuhan finansial, informasi, dan ibadah dalam satu ekosistem yang praktis dan transparan.

Peluncuran fitur baru ini dilakukan dalam acara Soft Launching bertajuk “Experience The New BPKH Apps, Your Digital Hajj Lifestyle Companion” di Muamalat Tower, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Baca juga : Kapal Jurnalis Hilang, Menengok Sejarah Tragedi dan Ancaman Gelombang Tinggi di Selat Sunda
Kepala Badan Pelaksana BPKH, Fadlul Imansyah, menegaskan bahwa pengembangan teknologi ini bertujuan memberikan manfaat nyata bagi calon jemaah. Lima layanan baru tersebut meliputi E-wallet Haji, Transfer, Dompet Haji, Tanya Haji, dan Islamic Social Fund. Fitur-fitur ini melengkapi layanan yang sudah ada sebelumnya seperti cek saldo nilai manfaat dan estimasi keberangkatan.
“Transformasi digital bagi BPKH bukan sekadar menghadirkan teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan kemudahan nyata bagi masyarakat dalam mempersiapkan perjalanan ibadah haji,” ujar Fadlul dalam sambutannya.
Secara teknis, fitur E-wallet Haji dan Dompet Haji memungkinkan pengguna mengelola dana transaksi dengan lebih fleksibel, termasuk pengiriman dana ke rekening bank dalam negeri dengan biaya terjangkau sebesar Rp1.500. Sementara itu, fitur Tanya Haji yang berbasis Artificial Intelligence (AI) hadir untuk menjawab segala keraguan jemaah terkait informasi perhajian secara cepat dan akurat. Selain aspek finansial, BPKH juga memfasilitasi aspek sosial melalui fitur Islamic Social Fund yang memudahkan masyarakat menyalurkan wakaf melalui nazhir resmi.
Anggota Badan Pelaksana BPKH, Harry Alexander, menambahkan bahwa aplikasi ini dirancang sebagai teman perjalanan digital bagi masyarakat. Sebelum diluncurkan secara luas, BPKH Apps telah melalui tahap uji coba terbatas dengan melibatkan mitra perbankan dan calon jemaah untuk memastikan stabilitas sistem.
“Kami ingin BPKH Apps hadir bukan hanya sebagai aplikasi informasi, tetapi sebagai ekosistem yang membantu memenuhi kebutuhan finansial dan layanan pendukung secara praktis dalam satu genggaman,” pungkas Harry. (ARD)
Penulis: Ardian F. R
Editor: Mukh. Munif

















