Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Jombang, Swa News— Dugaan keracunan massal MBG kembali terulang. Kini menimpa sejumlah siswa di SMPN 1 Kabuh, Jombang. (3/09/2026).

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang segera bergerak cepat mengusut insiden keracunan massal yang menimpa 256 siswa. Dari laporan lapangan terungkap, para korban mulai merasakan gejala medis yang tidak wajar seperti pusing dan gangguan pencernaan pada Kamis (3/9/2026), sehari setelah mengonsumsi paket menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terdiri dari nasi, udang saus padang, tumis sayur, dan buah pepaya.
Baca juga: Keracunan MBG Sidoarjo, Emil Dardak Soroti Operasional SPPG Kalitengah, Tanggulangin
Kepala Dinkes Jombang, Hexawan Tjahja Widada, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengamankan sejumlah sampel makanan yang tersisa di lemari pendingin SPPG Mangunan. Sampel tersebut meliputi komponen utama hidangan serta sampel air yang digunakan dalam proses pengolahan, mengingat air tersebut bersumber dari depot isi ulang di sekitar lokasi.
“Sampel makanannya itu mau dikirim ke Surabaya, ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK). Rencana besok (Jumat),” ujar Hexawan dalam keterangannya kepada media.
Selain pengujian laboratorium, Dinkes Jombang juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang dimiliki oleh pihak penyedia jasa boga. Langkah ini diambil untuk memastikan apakah prosedur pengolahan makanan telah memenuhi standar keamanan pangan yang ketat. Hexawan menegaskan bahwa timnya akan turun langsung ke lapangan untuk meninjau kembali rantai pasok dan proses produksi di SPPG Mangunan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa mendatang.
Tanggapan Ketua SPPG Terkait Keracunan Massal MBG SMPN 1 Kabuh, Jombang
Sementara itu, Kepala SPPG Mangunan, Chakra Risky Fortuna, menyatakan bahwa pihaknya bersikap kooperatif terhadap proses penyelidikan ini. Meskipun ia mengklaim bahan baku yang digunakan dalam kondisi segar saat dimasak, kecurigaan awal mengarah pada menu udang saus padang.
“Kalau dari indikasi, kemungkinan kita masih curiga terhadap udangnya,” ungkap Chakra.
Hingga saat ini, Dinkes Jombang masih terus memantau kondisi para siswa yang menjalani perawatan di Puskesmas Kabuh dan fasilitas kesehatan lainnya.(ARD)
Penulis: Ardian F. R
Editor: Mukh. Munif


















