Selasa, Maret 24, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home News

Misteri 1 Keluarga di Ngancar, Kediri, Diduga Keracunan hingga Balita Tewas

redaksi swanews by redaksi swanews
14/12/2024
in News, Kriminal, Nasional
1
0
SHARES
100
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

Kediri, Swa News – Sebuah tragedi memilukan terjadi di Dusun Sumberejo, Desa Manggis, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada Jumat (13/12/2024). Satu keluarga ditemukan dalam kondisi lemas dan tidak sadarkan diri di rumah mereka.

Peristiwa ini berujung pada meninggalnya seorang balita, sementara tiga anggota keluarga lainnya masih dalam perawatan intensif.

Keluarga yang menjadi korban adalah Danang (ayah), Winatun (ibu), Noval (anak sulung), dan seorang balita yang belum disebutkan namanya.

Berdasarkan informasi dari warga sekitar, mereka ditemukan oleh tetangga yang curiga karena rumah dalam kondisi terkunci rapat tanpa aktivitas sejak pagi. Ketika pintu berhasil dibuka, seluruh anggota keluarga ditemukan tergeletak tak sadarkan diri di dalam rumah.

Baca juga: Pilkada Kabupaten Malang: Paslon Sanusi-Lathifah Menang Telak, Kok Bisa?

Dugaan Keracunan Racun Tikus

Kapolsek Ngancar, AKP Bambang Haryanto, menjelaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal, keluarga tersebut diduga mengalami keracunan. “Kami menemukan bekas bungkus racun tikus di dalam rumah.

Carousel Gambar Artikel

Dugaan sementara, mereka sengaja mengonsumsi racun tersebut. Namun, penyelidikan lebih lanjut masih terus kami lakukan,” ujar Bambang.

Balita yang meninggal dunia ditemukan dalam kondisi paling kritis. Sementara itu, Danang dan Winatun berhasil diselamatkan setelah dilarikan ke rumah sakit. Anak sulung mereka, Noval, juga dalam kondisi kritis, tetapi menunjukkan tanda-tanda stabilitas setelah mendapatkan perawatan.

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

Warung Thower Raci

Melegenda! Warung Thower Raci di Pati, Sajikan Kuliner Khas Pesisir Utara Jawa yang Eksis Hingga Kini

24/03/2026
Silvia

Silvia Bongkar Gus Yaqut Hilang dari Tahanan KPK

22/03/2026
Load More

Faktor Keuangan Diduga Jadi Pemicu

Menurut informasi yang dihimpun dari beberapa sumber, keluarga ini diketahui memiliki masalah keuangan. Mereka dikabarkan terlilit utang yang cukup besar.

Tetangga sekitar juga menyebut bahwa keluarga tersebut jarang bersosialisasi belakangan ini, dan beberapa kali terlihat murung.

“Pak Danang sempat bercerita kepada saya beberapa waktu lalu kalau usahanya sedang tidak berjalan baik. Dia juga khawatir soal utang yang belum terbayar,” kata seorang tetangga yang enggan disebutkan namanya.

Kemiskinan dan tekanan finansial kerap menjadi alasan utama di balik tindakan ekstrem seperti ini. Namun, pihak kepolisian belum dapat memastikan apakah faktor ekonomi menjadi pemicu utama dalam kasus ini.

Respons Warga dan Pemerintah Desa

Warga Dusun Sumberejo, Ngancar mengaku sangat terpukul dengan kejadian ini. Beberapa tetangga bahkan menangis saat mengetahui balita dari keluarga tersebut tidak bisa diselamatkan.

Kepala Desa Manggis, Surya Wijaya, mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan bantuan kepada keluarga korban.

“Ini tragedi besar bagi kami. Kami akan membantu semaksimal mungkin, terutama untuk meringankan beban keluarga yang selamat,” ujar Surya.

Selain itu, pemerintah desa Manggis, Ngancar juga berencana untuk meningkatkan program sosial bagi warganya, termasuk memberikan pendampingan kepada keluarga yang mengalami tekanan ekonomi.

Pemeriksaan Lanjutan dan Autopsi

Pihak kepolisian menyatakan bahwa penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung. Tim forensik telah mengambil sampel makanan dan cairan di sekitar lokasi untuk diuji di laboratorium.

1 keluarga di ngancar kediri diduga keracunan balita tewas

Autopsi juga dilakukan terhadap balita yang meninggal untuk memastikan penyebab pasti kematiannya.

“Kami akan mencari tahu apakah ada unsur lain, seperti tekanan eksternal atau pengaruh pihak ketiga, yang menyebabkan insiden ini. Semua barang bukti sudah kami amankan,” kata Kapolsek Ngancar.

Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan sosial masyarakat. Tekanan ekonomi yang tidak ditangani dengan baik dapat berdampak fatal, seperti dalam tragedi ini.

Menurut psikolog klinis, Dr. Haryono Susanto, masalah ekonomi kerap memicu stres berat yang berujung pada tindakan impulsif.

“Masyarakat perlu mendapatkan edukasi tentang pentingnya mencari bantuan, baik dari keluarga, teman, maupun profesional, saat menghadapi tekanan berat. Komunitas juga harus lebih peka terhadap warganya yang sedang dalam kesulitan,” ujarnya.

Tragedi di Ngancar, Kediri ini menggugah empati banyak pihak. Sejumlah lembaga sosial di Kediri telah menawarkan bantuan kepada keluarga yang selamat, baik dalam bentuk dana maupun pendampingan psikologis.

Selain itu, kampanye untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya bunuh diri dan pentingnya dukungan sosial mulai digaungkan oleh masyarakat sekitar.

“Kami berharap keluarga yang selamat dapat segera pulih, baik secara fisik maupun mental. Ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap sesama,” tutup Surya Wijaya.

Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi warga Kediri, khususnya Dusun Sumberejo, Manggis, Ngancar. Semoga keluarga korban mendapatkan kekuatan untuk menghadapi cobaan ini, dan kejadian serupa tidak terulang di masa depan. (Mmu)

Tags: Keracunan ngancarNgancar kediri
redaksi swanews

redaksi swanews

Swa News adalah media terpercaya yang menyajikan informasi cepat dan tepat.

Related Posts

Warung Thower Raci
Wisata dan Kuliner

Melegenda! Warung Thower Raci di Pati, Sajikan Kuliner Khas Pesisir Utara Jawa yang Eksis Hingga Kini

by Imam Hanifah
24/03/2026
Silvia
Nasional

Silvia Bongkar Gus Yaqut Hilang dari Tahanan KPK

by redaksi swanews
22/03/2026
jadwal bus surabaya pacitan
Jawa Timur

Rincian Jadwal Bus Surabaya Pacitan 2026: Dari Kelas Ekonomi hingga Patas

by Imam Hanifah
22/03/2026
jadwal bus surabaya ngawi
Jawa Timur

Jadwal Bus Surabaya Ngawi 2026, Lengkap dengan Informasi Tarif dan Jam Keberangkatan

by Imam Hanifah
22/03/2026
KAHMI Rayon Sapudi Akan Laporkan Masalah Pengelolaan Listrik di Pulau Sapudi, DPRD Kabupaten Sumenep: Kami Ultimatum PT PLN (Persero)
Jawa Timur

KAHMI Rayon Sapudi Akan Laporkan Masalah Pengelolaan Listrik di Pulau Sapudi, DPRD Kabupaten Sumenep: Kami Ultimatum PT PLN (Persero)

by redaksi swanews
21/03/2026
Dipastikan Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor dan Al-Falah Ploso Kediri Idul Fitri 1 Syawal 1447 H Tepat pada Jumat, 20 Maret 2026
Agama

Dipastikan Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor dan Al-Falah Ploso Kediri Idul Fitri 1 Syawal 1447 H Tepat pada Jumat, 20 Maret 2026

by redaksi swanews
19/03/2026
Next Post
Bersih-bersih TNI

Prabowo Berani Preteli Orang Jokowi di TNI, Ada Apa?

Comments 1

  1. Ping-balik: Santri di Boyolali Dibakar Hidup-hidup, Bagaimana kondisinya sekarang? - SWA NEWS

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

15/03/2026
Demo Bagi-Bagi Baju Gratis dan Takjil, Gaya Unik Berbagi ala Pemuda Lowokdoro

Demo Bagi-Bagi Baju Gratis dan Takjil, Gaya Unik Berbagi ala Pemuda Lowokdoro

02/03/2026
Tetap Sering Padam! Pengelolaan Listrik di Pulau Sapudi Dikritisi Anggota DPRD Sumenep, PLN Tidak Respon

Tetap Sering Padam! Pengelolaan Listrik di Pulau Sapudi Dikritisi Anggota DPRD Sumenep, PLN Tidak Respon

17/03/2026
Kamaruddin Amin, Sekretaris Jenderal Kemenag RI

Kamaruddin Amin, Sekretaris Jenderal Kemenag RI Dituntut Mundur

01/02/2026
sekarang puasa hari ke berapa

Sekarang Puasa Hari ke Berapa? Cek Kalender Ramadan 2026 Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

24/02/2026

EDITOR'S PICK

Beda Pernyataan Mentan dan Mendag Soal Kecurangan Minyakita, Ada Permainan Apa?

Beda Pernyataan Mentan dan Mendag Soal Kecurangan Minyakita, Ada Permainan Apa?

14/03/2025
Aktris Cantik Livy Renata Kecam Keras Deddy Corbuzier, Bahas Keperawanan hingga ‘Nabok’ Anak Kecil

Aktris Cantik Livy Renata Kecam Keras Deddy Corbuzier, Bahas Keperawanan hingga ‘Nabok’ Anak Kecil

23/01/2025
Perilaku Kapolres Ngada Sadis dan Tidak Manusiawi, Publik: Layak Dihukum Mati

Perilaku Kapolres Ngada Sadis dan Tidak Manusiawi, Publik: Layak Dihukum Mati

15/03/2025
Mengagumkan ! Bertemu Dubes Arab Saudi, Prof. Uril Bahas Moderasi Agama dan Perluasan Kerja Sama Pendidikan Islam

Mengagumkan ! Bertemu Dubes Arab Saudi, Prof. Uril Bahas Moderasi Agama dan Perluasan Kerja Sama Pendidikan Islam

31/05/2025
logo swanews

© 2026 Swa News Indonesia

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
© Swa News | Cepat dan Mencerahkan