Sabtu, April 11, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home Wisata dan Kuliner

Toko Oen Kayutangan: Titik Temu Kuliner Tempo Doloe Tionghoa-Hindia Belanda di Malang

redaksi swanews by redaksi swanews
24/02/2026
in Wisata dan Kuliner
0
0
SHARES
103
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

Malang, Swa News— Jika Anda berjalan menyusuri kawasan wisata Kayutangan Heritage, Kota Malang, Anda akan menjumpai salah satu restoran klasik yang masih mempertahankan bangunan arsitektural masa kolonial Belanda yang bertuliskan jelas “Toko Oen”.

Toko Oen Kayutangan
Foto Istimewa

Mungkin nama Toko Oen terlampau eksklusif dan kurang populer bagi kalangan masyarakat serta wisatawan lokal. Akan tetapi, eksistensinya tidak bisa dipisahkan dari perjalanan sejarah ekspansi kolonialisme Belanda yang menempatkan wilayah Kayutangan, Kota Malang, sebagai kawasan sub-urban pada masanya.

Baca juga: Rekomendasi 10 Tempat Ngabuburit di Malang yang Seru, Hemat, dan Penuh Pilihan Takjil

Toko Oen di Malang adalah restoran legendaris bergaya kolonial Belanda yang berdiri sejak tahun 1930 dan berada di kawasan Kayutangan Heritage, Jalan Jenderal Basuki Rachmat Nomor 5. Toko Oen didirikan oleh pasangan Tionghoa-Belanda, Liem Gien Nio dan Oen Tjoen Hok. Dahulu, tempat tersebut terkenal dengan es krim rumahan, roti, dan steak. Hingga kini, Toko Oen masih mempertahankan suasana klasiknya, dan pemerintah telah menetapkannya sebagai salah satu situs cagar budaya di Kota Malang.

Dulu dan Kini Toko Oen Kayutangan

Toko Oen Kayutangan Kota Malang berdiri pada tahun 1930. Awalnya, tempat ini merupakan lokasi hang out favorit para pejabat kolonial Belanda. Tempatnya yang romantis dengan gaya bangunan arsitektural kolonial, di dalamnya dipadu dengan rangkaian interior klasik dan kursi rotan, pada masanya menjadi tempat kongkow kaum kelas menengah Belanda.

Begitu pula dengan menu sajiannya yang terkenal dengan old fashioned ice cream bertekstur khas dan tidak terlalu manis, serta kue-kue kering seperti kue jahe dan kastengel, semakin menyelaraskan selera para bangsawan kelas menengah Belanda kala itu.

Toko oen
Foto : Rossi Putri Enjelita

Meski Toko Oen Kayutangan Malang telah mengalami perubahan, baik dari sisi manajemen pengelola maupun penyajian menu karena tuntutan pasar, Toko Oen tetap mempertahankan resep lama dan nuansa suasana tempo dulu. Suasana klasik masih menghiasi setiap sudut: pramuniaga berpakaian ala pelayan zaman dulu (maid), alunan musik nostalgia, serta tata ruang yang dibiarkan bergaya jadul, menjadikannya destinasi populer bagi wisatawan.

Carousel Gambar Artikel

Kini, Toko Oen Kayutangan Malang bukan sekadar tempat makan. Terlebih setelah kawasan Kayutangan Heritage berkembang menjadi pusat wisata tempo doeloe Kota Malang, kehadiran Toko Oen semakin menguatkan ikon heritage yang mempertegas cita rasa nostalgia masa kolonial di tengah arus modernisasi Kota Malang.

Selain itu, semakin dalam menjelajahi pusat wisata Kayutangan Heritage, akan semakin tampak eksistensi Toko Oen yang turut mempertegas kosmopolitanisme Kota Malang tempo doeloe—sebuah kota yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah kolonialisme hingga menuju kemerdekaan. (SM)

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

Ma'sum Faqih

Pesan K.H. Ma’sum Faqih di Halal Bihalal KESAN Langitan: Selain Syiar dan Dakwah, Santri Juga Harus Melek Politik

08/04/2026
Dihadiri Ratusan Alumni, Halal Bihalal KESAN Langitan Malang Raya Pererat Silaturahmi Alumni dan Kiai

Dihadiri Ratusan Alumni, Halal Bihalal KESAN Langitan Malang Raya Pererat Silaturahmi Alumni dan Kiai

08/04/2026
Load More

Editor: Munif

Tags: Kayutangan MalangToko oenToko Oen Kayutangan
redaksi swanews

redaksi swanews

Swa News adalah media terpercaya yang menyajikan informasi cepat dan tepat.

Related Posts

Ma'sum Faqih
Agama

Pesan K.H. Ma’sum Faqih di Halal Bihalal KESAN Langitan: Selain Syiar dan Dakwah, Santri Juga Harus Melek Politik

by redaksi swanews
08/04/2026
Dihadiri Ratusan Alumni, Halal Bihalal KESAN Langitan Malang Raya Pererat Silaturahmi Alumni dan Kiai
Agama

Dihadiri Ratusan Alumni, Halal Bihalal KESAN Langitan Malang Raya Pererat Silaturahmi Alumni dan Kiai

by redaksi swanews
08/04/2026
Tradisi Riyoyo Kupatan
Seni dan Budaya

Menelusuri Budaya Hedon dalam Tradisi Riyoyo Kupatan di Lamongan

by Imam Hanifah
25/03/2026
Warung Thower Raci
Wisata dan Kuliner

Melegenda! Warung Thower Raci di Pati, Sajikan Kuliner Khas Pesisir Utara Jawa yang Eksis Hingga Kini

by Imam Hanifah
24/03/2026
Saatnya Mengembalikan Fungsi Sarinah Malang Menjadi Pusat Kegiatan Rakyat
Seni dan Budaya

Saatnya Mengembalikan Fungsi Sarinah Malang Menjadi Pusat Kegiatan Rakyat

by redaksi swanews
16/03/2026
Bioskop Misbar Kelud: Legenda Hiburan Rakyat Kota Malang yang Kini Terabaikan
Seni dan Budaya

Bioskop Misbar Kelud: Legenda Hiburan Rakyat Kota Malang yang Kini Terabaikan

by redaksi swanews
13/03/2026
Next Post
sekarang puasa hari ke berapa

Sekarang Puasa Hari ke Berapa? Cek Kalender Ramadan 2026 Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

POPULAR NEWS

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

15/03/2026
Demo Bagi-Bagi Baju Gratis dan Takjil, Gaya Unik Berbagi ala Pemuda Lowokdoro

Demo Bagi-Bagi Baju Gratis dan Takjil, Gaya Unik Berbagi ala Pemuda Lowokdoro

02/03/2026
Tetap Sering Padam! Pengelolaan Listrik di Pulau Sapudi Dikritisi Anggota DPRD Sumenep, PLN Tidak Respon

Tetap Sering Padam! Pengelolaan Listrik di Pulau Sapudi Dikritisi Anggota DPRD Sumenep, PLN Tidak Respon

17/03/2026
Kamaruddin Amin, Sekretaris Jenderal Kemenag RI

Kamaruddin Amin, Sekretaris Jenderal Kemenag RI Dituntut Mundur

01/02/2026
Jurusan sepi peminat di UPN

Pasti Lulus! Ini 15 Jurusan Sepi Peminat di UPN Jatim SNBT 2026

30/03/2026

EDITOR'S PICK

Wajib Tahu, Ini 3 Alasan TikTok Akan Dihapus pada 2025 !  

Wajib Tahu, Ini 3 Alasan TikTok Akan Dihapus pada 2025 !  

16/12/2024
Tragedi Bus Pariwisata di Kota Batu: Rem Blong Sebabkan 4 Orang Meninggal di Tempat

Tragedi Bus Pariwisata di Kota Batu: Rem Blong Sebabkan 4 Orang Meninggal di Tempat

08/01/2025
Jurusan Terfavorit di ITS

15 Jurusan Terfavorit di ITS untuk SNBT 2026, Teknik Jadi Primadona

27/03/2026
Sepeda Listrik Meledak Saat Mengisi Daya di Ngawi, Warga Panik

Sepeda Listrik Meledak Saat Mengisi Daya di Ngawi, Warga Panik

07/01/2025
logo swanews

© 2026 Swa News Indonesia

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
© Swa News | Cepat dan Mencerahkan