Sabtu, September 12, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home News

Karut-Marut Penanganan Gempa NTT di Berdikari Nagekeo, Syarat Birokrasi dan Toilet Berbayar

Ardian FRMukhamad MunifbyArdian FRandMukhamad Munif
17/08/2026
in News
0
0
SHARES
106
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp
Logo SWA Indonesia

Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com

Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.

✨ Jangkauan Nasional ✍️ Personal Branding 🤝 Komunitas Intelektual
Gabung Kolumnis Kirim Naskah Artikel

Nagekeo, Swa News— Penanganan darurat bencana gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), memicu gelombang kritik pedas dari warga terdampak. Tata kelola penanganan bencana oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagekeo dan BPBD setempat dinilai birokratis, lamban, dan terkesan lepas tangan dari realita pahit yang dihadapi para pengungsi di lapangan.

Karut-Marut Penanganan Gempa NTT
Korban gempa di NTT (Foto:monitorindonesia.com)

Karut-marut penanganan gempa NTT menimbulkan kekecewaan masyarakat  pasca munculnya imbauan dari BPBD Nagekeo di media sosial. Dalam pengumuman tersebut, warga terdampak di posko pengungsian yang belum menerima logistik seperti beras, telur, dan air bersih, justru diminta untuk mendatangi langsung Kantor BPBD Nagekeo dengan membawa serta data pengungsi.

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

Wakil Azerbaijan, Sabah FK

Wakil Azerbaijan, Sabah FK Dilumat Manchester United pada Debut Pertama di Liga Champions

11/09/2026
Bpkh

BPKH Luncurkan Lima Fitur Baru di BPKH Apps, Permudah Persiapan Haji Lewat Ekosistem Digital

11/09/2026
Load More

Baca juga: Duka Gempa NTT, Pemkab Tuban Resmikan Pembatalan Pesta Kemerdekaan 2026

Mekanisme ini diserbu kritik keras oleh warga di grup Mbay Online. Masyarakat menilai kebijakan tersebut tidak masuk akal dan menunjukkan ketidakpekaan Pemda terhadap situasi darurat. Di tengah kondisi krisis dan traumatik pascagempa, pemerintah justru membebankan urusan administratif kepada warga.

“Kondisi lagi darurat dan bencana melanda hampir seluruh Nagekeo, kenapa warga yang dipaksa merapat ke kantor BPBD bawa data? Harusnya petugas yang proaktif menyisir titik pengungsian. Giliran nagih pajak cepat sekali, giliran kami kena musibah begini mereka diam dan tidak ada pergerakan,” cetus salah seorang warga di kolom komentar.

Karut-Marut Penanganan Gempa NTT, Bupati Nagekeo Muncul Cuma Bahas Upacara

Kekesalan warga kian meluap saat Bupati Nagekeo akhirnya muncul memberikan klarifikasi melalui rekaman video. Setelah sekian lama tak terlihat di lokasi bencana dan dinanti kehadirannya oleh warga, sang Bupati justru hanya menyampaikan pernyataan terkait penyesuaian pelaksanaan Upacara HUT ke-81 RI.

Pernyataan tersebut dinilai salah prioritas dan kontras dengan kondisi riil di lapangan. Bupati disebut-sebut belum pernah turun langsung menyisir maupun mendata kondisi ribuan pengungsi yang memadati Lapangan Berdikari, Mbay.

Nama “Berdikari” seolah menjadi ironi nyata. Di posko pengungsian Lapangan Berdikari, warga memang betul-betul terpaksa berdikari (berdiri di atas kaki sendiri) untuk bertahan hidup. Beruntung, jajaran TNI dan Polri bergerak cepat di garda terdepan untuk menyuplai makanan serta kebutuhan logistik awal guna menyokong kebutuhan dasar warga.

Fasilitas MCK di Posko Pengungsian Dikomersialkan Rp 2.000

Minimnya kehadiran Pemkab Nagekeo paling fatal dirasakan pada sektor sanitasi dasar. Di titik pengungsian Lapangan Berdikari, ketersediaan air bersih dan toilet gratis sama sekali tidak terjangkau fasilitas pemerintah.

Akibatnya, para pengungsi terpaksa harus merogoh kocek sendiri sebesar Rp2.000 setiap kali hendak Buang Air Besar (BAB) atau Buang Air Kecil (BAK) di fasilitas toilet sekitar. Pihak penjaga toilet mengaku terpaksa memungut tarif tersebut bukan untuk mencari keuntungan, melainkan demi memutar uang untuk membeli pasokan air bersih yang tidak disuplai oleh pemerintah daerah.

Fenomena “toilet berbayar” di Lapangan Berdikari ini menjadi penegas betapa karut-marutnya fungsi pelayanan publik Pemkab Nagekeo dalam memenuhi hak paling mendasar bagi warganya yang sedang tertimpa musibah.

Masyarakat mendesak jajaran Pemkab Nagekeo dan BPBD untuk segera menghentikan pola kerja birokratis di atas kertas, membebaskan seluruh biaya fasilitas dasar di pengungsian, serta menerjunkan armada logistik secara langsung ke posko-posko warga tanpa syarat yang menyusahkan. (ARD)


Penulis: Ardian F. R

Editor: Mukh Munif

Tags: Bantuan Gempa NagekeoBPBD NagekeoBupati NagekeoGempa NTTLapangan BerdikariNagekeoPemkab NagekeoPengungsi MbaySanitasi BencanaTNI Polri Bantuan
Ardian FR

Ardian FR

Pewarta Swa News Indonesia

Mukhamad Munif

Mukhamad Munif

Sekretaris Redaksi Swa News Indonesia, sekaligus aktif sebagai Kreator Konten.

Related Posts

Wakil Azerbaijan, Sabah FK
Bola

Wakil Azerbaijan, Sabah FK Dilumat Manchester United pada Debut Pertama di Liga Champions

byMukhamad Munifand1 others
11/09/2026
Bpkh
Agama

BPKH Luncurkan Lima Fitur Baru di BPKH Apps, Permudah Persiapan Haji Lewat Ekosistem Digital

byMukhamad Munifand1 others
11/09/2026
Gelombang Tinggi di Selat Sunda
News

Kapal Jurnalis Hilang, Menengok Sejarah Tragedi dan Ancaman Gelombang Tinggi di Selat Sunda

byImam Hanifah
10/09/2026
DPR RI Desak BGN Alihkan Sistem Dapur Program MBG ke Dapur Berbasis Sekolah
Gaya hidup

DPR RI Desak BGN Alihkan Sistem Dapur Program MBG ke Dapur Berbasis Sekolah

byMukhamad Munifand1 others
10/09/2026
Kapolda Jatim
Jawa Timur

Kapolda Jatim Buka Pesmaba UMM, Tekankan Pentingnya Literasi Digital

byArdian FRand1 others
09/09/2026
Lima jurnalis
Kesehatan

Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau, Basarnas Banten Gelar Operasi Pencarian

byArdian FRand1 others
09/09/2026
Next Post
merdeka dalam kata

Merdeka Dalam Kata?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

15/03/2026
Jurusan sepi peminat di UPN

Pasti Lulus! Ini 15 Jurusan Sepi Peminat di UPN Jatim SNBT 2026

30/03/2026
Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

16/06/2026
Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

15/04/2026
Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

14/11/2025

EDITOR'S PICK

Dampak Efisiensi anggaran, Lembaga Apa Saja, Benarkah THR dan Gaji 13 Dihapus?

Dampak Efisiensi anggaran, Lembaga Apa Saja, Benarkah THR dan Gaji 13 Dihapus?

15/02/2025
Kyai dan Relasi Adab Santri

Kentongan, Kyai dan Relasi Adab Santri

09/08/2026
22 Tahun Mengabdi di Dinas Sosial Jombang, Sulami diangkat PPPK Masa Tugas Tinggal 10 Bulan

22 Tahun Mengabdi di Dinas Sosial Jombang, Sulami diangkat PPPK Masa Tugas Tinggal 10 Bulan

04/05/2025
Problem Tambang dan Etika Keberpihakan: Kritik terhadap Sikap Muhammadiyah

Problem Tambang dan Etika Keberpihakan: Kritik terhadap Sikap Muhammadiyah

28/01/2026
logo swanews

© 2026 Swa News Indonesia

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
© Swa News | Cepat dan Mencerahkan