SWANEWS – Daerah penghasil padi terbesar di Jawa Timur bukan hanya menjadi penopang kebutuhan beras masyarakat setempat, tetapi juga menjadi lumbung pangan nasional. Jatim berhasil menempati urutan teratas penghasil padi terbesar di Indonesia dengan produksi padi dari 15-18% dari total produksi nasional.
Merunut data terakhir BPS terkait jumlah produksi padi dan beras di Jawa Timur pada 12 Februari 2025, provinsi ini sanggup menghasilkan 9.270.435,29 ton gabah kering (GKG) serta 5.352.936,04 ton beras. sebagai penyumbang.
Angka itu tentunya tak lepas dari dukungan sumber daya alam yang melimpah, irigasi memadai, serta program intensifikasi pertanian, provinsi ini selalu masuk jajaran teratas dalam produksi padi nasional.
Melihat kontribusi besar tersebut, penting untuk memahami daerah mana saja yang menjadi sentra produksi beras di Jawa Timur.
Daftar Daerah Penghasil Padi Terbesar di Jawa Timur
Informasi berikut merangkum 10 daerah utama, mulai dari Lamongan hingga Ponorogo, lengkap dengan kecamatan unggulan serta catatan keunggulannya.
-
Kabupaten Lamongan
Kabupaten Lamongan tak terbantahkan sebagai daerah penghasil padi terbesar di Jawa Timur. Pada 2023, total panen gabah mencapai 798.705 ton (GKG) atau setara 461.188 ton beras.
Tahun 2024 (publikasi 2025) sedikit menurun, namun masih sangat besar yaitu 776.291 ton (GKG) atau 448.246 ton beras. Kecamatan-kecamatan unggulan di Lamongan meliputi Sugio, Modo, Kedungpring, Laren, Kembangbahu, dan Sukodadi.
Sugio menjadi kecamatan dengan produksi tertinggi, mencapai 87.598 ton, disusul Modo dan Kedungpring. Keunggulan Lamongan terletak pada areal persawahan yang luas, sistem irigasi stabil, serta manajemen pengairan yang baik. Tak heran, Lamongan selalu menduduki posisi teratas sebagai lumbung padi Jawa Timur.
-
Kabupaten Ngawi
Ngawi juga masuk daftar daerah penghasil padi terbesar di Jawa Timur. Pada 2023, hasil panen mencapai 771.251 ton (GKG) atau sekitar 445.336 ton beras, dan 2024 diproyeksikan sedikit turun menjadi 765.704 ton (GKG) atau 442.133 ton beras. Kecamatan penghasil utama meliputi Paron, Kedunggalar, Geneng, Karangjati, dan Mantingan.
Keunggulan Ngawi terletak pada dukungan tiga waduk besar: Waduk Pondok, Waduk Bendo, dan Waduk Sangiran.
Fasilitas ini membuat suplai air untuk pertanian terjamin sepanjang tahun. Selain itu, pemerintah setempat juga mendorong penerapan program pertanian ramah lingkungan, sehingga hasil panen tetap terjaga meski menghadapi tantangan iklim.
-
Kabupaten Bojonegoro
Bojonegoro konsisten menjadi salah satu lumbung padi andalan. Pada 2023, produksi mencapai 705.963 ton (GKG) atau 407.637 ton beras, sementara tahun 2024 meningkat menjadi 710.527 ton (GKG) atau 410.273 ton beras.
Kecamatan penghasil terbesar antara lain Kedungadem, Kanor, Baureno, Padangan, Kalitidu, Kapas, dan Sumberrejo.
Kecamatan Kedungadem mencatat panen sekitar 58.215 ton, disusul Padangan dan Kanor. Kelebihan utama Bojonegoro adalah letaknya yang dilalui sungai Bengawan Solo, sehingga sistem irigasi relatif stabil.
Dengan dukungan alam ini, Bojonegoro berhasil menjaga produktivitas pertanian meski menghadapi perubahan cuaca.
-
Kabupaten Jember
Di kawasan timur Jawa Timur, Jember menempati posisi penting sebagai penghasil padi. Tahun 2023 mencatat hasil panen 616.726 ton (GKG) atau 356.110 ton beras, sementara 2024 diproyeksikan meningkat menjadi 623.265 ton (GKG) atau 359.886 ton beras. Kecamatan sentra produksi mencakup Tanggul, Ajung, Ledokombo, Bangsalsari, dan Jombang.
Kecamatan Tanggul dan Ledokombo masing-masing mampu menghasilkan lebih dari 50 ribu ton per tahun, menunjukkan potensi luar biasa. Lahan yang subur dan iklim mendukung menjadikan Jember sebagai andalan utama di kawasan timur Jawa Timur.
-
Kabupaten Tuban
Kabupaten Tuban mencatat hasil panen 501.741 ton (GKG) atau 289.715 ton beras pada 2023, kemudian meningkat di 2024 menjadi 523.067 ton (GKG) atau 302.030 ton beras. Kecamatan unggulan meliputi Widang, Soko, Plumpang, Bancar, Tambakboyo, dan Merakurak.
Kecamatan Widang menjadi penyumbang terbesar, dengan hasil mencapai 100.348 ton pada 2022. Sawah luas dengan ketersediaan air yang cukup membuat hasil panen Tuban cenderung stabil dari tahun ke tahun.
-
Kabupaten Banyuwangi
Banyuwangi dikenal dengan inovasi pertaniannya. Tahun 2023 mencatat panen 454.768 ton (GKG) atau 262.592 ton beras, namun 2024 mengalami penurunan menjadi 395.631 ton (GKG) atau 228.446 ton beras.
Kecamatan utama adalah Songgon, Cluring, Rogojampi, Singojuruh, dan Kabat. Songgon menghasilkan 62.545 ton pada 2022, sedangkan Cluring mencatat 57.076 ton.
Keunggulan Banyuwangi terletak pada kemampuan sebagian lahan untuk dipanen hingga 3–4 kali setahun, berkat dukungan irigasi modern dan program intensifikasi produksi.
-
Kabupaten Madiun
Kabupaten Madiun memiliki produktivitas tinggi dengan rata-rata lebih dari 6,8 ton per hektare. Tahun 2023, produksi diperkirakan mencapai 252.675 ton beras, dan pada 2024 stabil di kisaran 250.000 ton.
Kecamatan unggulan adalah Pilangkenceng, Kebonsari, Balerejo, Saradan, dan Mejayan. Pilangkenceng menjadi penyumbang terbesar dengan sawah terluas serta hasil panen melimpah.
-
Kabupaten Nganjuk
Nganjuk juga termasuk daerah penting dalam daftar ini. Tahun 2023 mencatat panen 241.417 ton beras, sementara 2024 diproyeksikan stabil di angka 240.000 ton. Kecamatan penghasil utama adalah Kertosono, Prambon, Rejoso, Baron, Loceret, dan Gondang.
Kertosono menjadi unggulan dengan produktivitas mencapai 64,8 kuintal per hektare. Keberhasilan ini ditunjang irigasi yang baik serta penerapan teknologi pertanian modern yang semakin berkembang di Nganjuk.
-
Kabupaten Gresik
Meskipun lebih dikenal sebagai kawasan industri, Gresik juga memiliki potensi pertanian besar. Tahun 2023 mencatat panen 241.031 ton beras, dengan estimasi 2024 sedikit turun menjadi 240.000 ton.
Sentra utama berada di Kecamatan Dukun (Bulangan), Duduksampeyan (Gredek), dan Kedamean. Kawasan Bulangan dan Gredek bahkan dikenal sebagai lumbung padi Gresik, dengan produktivitas rata-rata 7,2 ton per hektare.
-
Kabupaten Ponorogo
Kabupaten Ponorogo menutup daftar 10 besar daerah penghasil padi terbesar di Jawa Timur. Tahun 2023, hasil panen mencapai 226.922 ton beras, sementara 2024 diproyeksikan sekitar 225.000 ton.
Kecamatan unggulan mencakup Sukorejo, Babadan, Sampung, Balong, dan Kauman. Sukorejo menjadi penghasil tertinggi dengan panen 63.756 ton pada 2022.
Intensifikasi pertanian yang diterapkan membuat wilayah ini mampu melakukan panen hingga 2–3 kali setahun dengan kualitas hasil cukup baik.
Faktor Penentu Keberhasilan Panen Padi di Jawa Timur
Dari data dua tahun terakhir, terlihat bahwa Lamongan, Ngawi, Bojonegoro, dan Jember selalu mendominasi daftar daerah penghasil padi terbesar di Jawa Timur. Faktor penentu utama keberhasilan mereka meliputi akses irigasi yang memadai, lahan sawah subur, serta penerapan teknologi pertanian modern.
Meski ada penurunan produksi di beberapa daerah akibat faktor cuaca ekstrem, sejumlah wilayah seperti Bojonegoro dan Tuban justru menunjukkan tren positif.
Dengan dukungan program pemerintah dan inovasi lokal, Jawa Timur tetap menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan nasional.
Maka tidak mengherankan jika daerah penghasil padi terbesar di Jawa Timur selalu mendapat perhatian penting dalam strategi pembangunan pertanian Indonesia.










