
Malang, Swa News – Setelah viral video perseteruan pengusaha Sahara dengan dosen UIN Malang, Yai MIM (Muhammad Imam Muslimin), nama Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, ikut terseret.

Munculnya nama Wali Kota Malang dalam pertikaian itu karena adanya klaim Yai MIM yang menegaskan dirinya Arema asli, sembari menyebut Wahyu Hidayat sebagai Madas.
Jika ditelusuri, Madas merupakan singkatan dari Madura Asli. Ormas Madas sendiri berdiri pada 17 Agustus 2024, sebagai wadah komunitas Madura, baik di kampung halaman maupun perantauan.

Dalam salah satu unggahan videonya, Yai MIM bahkan mengaitkan dukungan politik Ormas Madas dengan majunya Wahyu Hidayat pada kontestasi Pemilihan Wali Kota Malang, 27 Oktober 2024 lalu.
Namun, jika yang dimaksud Yai MIM adalah menghubungkan Wahyu Hidayat dengan asal-usul Madura, klaim itu jelas keliru. Berdasarkan berbagai sumber, Wahyu Hidayat adalah putra kelahiran asli Malang, mengenyam pendidikan dasar hingga perguruan tinggi di kota yang sama, dan meniti karier di sana.
Sebaliknya, Yai MIM (Muhammad Imam Muslimin) yang selama ini mengklaim dirinya sebagai Arema asli, jika ditelusuri dari berbagai sumber, justru berasal dari Kabupaten Blitar.
Berikut data asal-usul keduanya:
Kariernya dimulai sebagai birokrat. Ia pernah menjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Malang (2020–2023), kemudian Penjabat (Pj) Wali Kota Malang (2023–2024). Saat ini Wahyu menjabat Wali Kota Malang periode 2025–2030 dari Partai Gerindra.

Publik diimbau untuk tidak mudah percaya pada upaya penggiringan opini berbasis identitas suku, agama, ras, maupun golongan demi kepentingan pribadi. Klaim semacam itu justru berpotensi menimbulkan konflik sosial. (SW)
Pingback: Sahara Vs Yai MIM Swa News