Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Batu, Swa News – Peringatan Hari Veteran Nasional (Harvetnas) ke-77 di Kantor DPD Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Batu, Selasa (11/8/2026) menegaskan satu hal yaitu semangat juang tidak luntur dimakan usia.

Mengusung tema Veteran Menjaga Nilai Juang, Menginspirasi Indonesia Maju, acara sederhana itu menjadi ruang Pemkot Batu untuk menyampaikan apresiasi kepada para pejuang yang dulu meletakkan dasar kemerdekaan.
Baca juga : Didukung Stok Beras 5,2 Juta Ton, Mentan Pastikan Bantuan Pangan Gratis Tepat Sasaran untuk 33,4 Juta Warga
Wali Kota Batu Nurochman atau Cak Nur menyebut tantangan bangsa sudah bergeser. Dulu medan juang ada di garis depan, sekarang ada di ruang pemerintahan.
“Zaman sekarang kita tidak lagi berhadapan dengan senjata. Tantangan kita adalah mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, jujur, dan berpihak ke rakyat,” ujarnya.
Cak Nur juga menyampaikan hormat dari seluruh jajaran Pemkot. Ia meyakini para veteran masih punya kepedulian besar untuk Kota Batu, salah satunya lewat doa.
“Salam takzim dari kami keluarga besar Pemkot Batu. Saya yakin di setiap doa panjenengan, nama Kota Batu dan warganya juga disebut,” ucapnya.
Yang menarik, Cak Nur secara terbuka meminta para veteran untuk tidak sungkan menegur pemerintah.
“Kami berkomitmen terus memperbaiki kebijakan untuk veteran. Kalau ada program yang belum jalan atau belum pas, silakan sampaikan. Silakan ditagih. Itu bentuk penghormatan kami atas pengorbanan panjenengan di masa sulit bangsa ini,” tegasnya.
Ia menekankan, nilai keberanian, keikhlasan, dan pengorbanan para veteran harus terus hidup dan jadi cermin bagi ASN serta generasi muda.
“Jika kami lalai mencintai Indonesia dan masyarakat, ingatkan. Jika kebijakan kami tidak berpihak ke veteran, juga ingatkan kami,” lanjutnya.
Cak Nur mengajak semua pihak merawat persatuan. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa menghargai veteran bukan hanya seremoni tahunan, tapi komitmen nyata agar nilai-nilai perjuangan terus diwariskan.
“Mari terus bergandengan. Panjenengan sudah memberi teladan berjuang untuk bangsa. Itu yang jadi penyemangat kami ke depan,” ajaknya.
Ketua DPD LVRI Kota Batu Peltu (Purn) Subandi mengingatkan, Kota Batu yang sekarang dinikmati tidak lepas dari jasa para pendahulu.
Kemudian ia menyampaikan pesan dari Ketum DPP LVRI Jenderal TNI (Purn) H.B.L. Mantiri. Disebutkan, penetapan 10 Agustus sebagai Harvetnas punya sejarah panjang. Tanggal itu merujuk pada gencatan senjata 10 Agustus 1949 setelah perjuangan melawan Belanda, dan dikuatkan lewat Keppres No 30 Tahun 2014.
“Usia boleh menua, tapi semangat juang tidak mengenal waktu,” urainya.
Menurutnya, peran veteran tidak berhenti sebagai saksi sejarah. Nilai-nilai seperti patriotisme, nasionalisme, disiplin, integritas, dan cinta tanah air justru sangat dibutuhkan hari ini. Terlebih di tengah cepatnya perubahan teknologi, politik global, dan sosial ekonomi.
“Veteran harus dilihat bukan hanya sebagai masa lalu. Pengalaman dan keteladanan mereka bisa jadi rujukan moral anak muda untuk membangun bangsa,” jelasnya.
Subandi juga menyinggung UU No 15 Tahun 2012 tentang Veteran RI sebagai dasar negara memberikan penghargaan. Di dalamnya termuat hak-hak veteran mulai dana kehormatan, tunjangan, jaminan kesehatan, pendidikan, pelatihan, hingga pemberdayaan usaha.
“Kami berpesan agar keluarga besar LVRI tetap solid dan terus menebar manfaat bagi masyarakat sesuai kapasitas masing-masing,” tegasnya. (SL)


















