Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Kabupaten Malang, Swa News — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kian meluas hingga menyasar kawasan Bukit Penanjakan. Aksi solidaritas ditunjukkan oleh para pekerja pariwisata lokal. Puluhan supir jeep dan tour leader Wisata Bromo secara swadaya turun ke titik api untuk membantu petugas memadamkan kobaran api menggunakan peralatan seadanya. (10/08/2026)

Salah satu tour leader pariwisata Bromo, Fahrur Rozi, mengungkapkan bahwa kobaran api terus merembet akibat tiupan angin kencang serta vegetasi yang kering. Hingga kini karhutla bromo mengakibatkan rusaknya area mata pencaharian warga lokal.
“Aksi kerja bakti ini spontan dari teman-teman supir jeep dan tour leader. Api sudah menyebar sampai ke Bukit Penanjakan. Kami berupaya padamkan api sebisa mungkin karena Bromo ini ibarat dapur dan sumber mata pencaharian kami sehari-hari,” ujar Fahrur, Senin (10/8/2026).
Aksi solidaritas supir jeep dan tour leader Wisata Bromo Penutupan Total dan Penanganan Efektif
Kondisi medan yang ekstrem dan vegetasi yang mudah terbakar membuat kobaran api sulit dikendalikan hanya dengan pemadaman darat manual. Penutupan total seluruh jalur masuk, baik dari arah Malang, Probolinggo, Pasuruan, maupun Lumajang diambil untuk menjamin keselamatan wisatawan sekaligus mempermudah mobilisasi tim gabungan dan penanganan dari udara.
Baca juga: Kebakaran Bromo Meluas 80 Hektare, Tim Gabungan Kerahkan Helikopter ‘Water Bombing’
Para pelaku industri jasa wisata berharap proses pemadaman yang melibatkan tim gabungan Manggala Agni, BPBD, TNI, Polri, serta bantuan udara helikopter water bombing BNPB dapat segera mengendalikan titik api. Bagi warga lokal, pemulihan kawasan Bromo bukan sekadar isu lingkungan, melainkan urat nadi perekonomian masyarakat sekitar.(ARD)
Penulis : Ardian F. R
Editor : M. Munif


















