Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Malang, Swa News– Pemerintah Kabupaten Malang menggelar peringatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-23 di Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Selasa (19/5/2026).
Mengusung tema penguatan kemandirian desa menuju Jawa Timur sebagai gerbang baru Nusantara, acara berlangsung penuh semangat kebersamaan dan kolaborasi.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M. M., bersama Ketua TP PKK Kabupaten Malang Hj. Anis Zaida Sanusi. Turut hadir jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur,
Bupati Malang,H.M Sanusi menegaskan bahwa gotong royong bukan hanya budaya turun-temurun, melainkan juga fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila dan ajaran agama.
Baca juga: DPRD Kota Malang Reaksi Keras Terkait Penundaan Pengumuman Hasil Seleksi Wawancara Anggota DPKM
“Di Kabupaten Malang tidak ada single power atau kepemimpinan tunggal. Yang kami jalankan adalah kepemimpinan kolaboratif,” ujarnya.
Menurut Sanusi, keberhasilan pembangunan di Kabupaten Malang lahir dari sinergi antara pemerintah daerah, kepala desa, dan masyarakat yang terus berjalan harmonis. Kolaborasi tersebut terbukti mampu menghadirkan transformasi nyata di berbagai sektor strategis.
Di bidang kesehatan dan sosial, angka stunting berhasil ditekan drastis dari 23 persen menjadi 6,2 persen melalui program anak asuh yang melibatkan seluruh kepala perangkat daerah.
”Sementara itu, angka dispensasi pernikahan dini yang sebelumnya mencapai 2.300 kasus kini turun signifikan menjadi sekitar 300 kasus berkat edukasi lintas organisasi dan keterlibatan aktif masyarakat,” jelasnya.
Kemajuan juga terlihat di sektor pendidikan. Kabupaten Malang yang sebelumnya memperoleh rapor merah dengan nilai 32, kini melonjak ke kategori peringkat tinggi dengan nilai 81 pada Februari 2026. Ribuan siswa pun berhasil meraih nilai rata-rata di atas sembilan sehingga semakin mudah menembus sekolah unggulan, termasuk Taruna Nusantara.
Budaya Gotong Royong Perkuat Perekonomian Kabupaten Malang
Tak hanya itu, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malang turut menunjukkan performa membanggakan dengan capaian 5,92 persen, menempatkan daerah ini sebagai salah satu yang terbaik di Jawa Timur.
”Tingginya kepercayaan investor ditandai dengan masuknya investasi dari Prancis, pembangunan rumah sakit internasional seperti Mitra Keluarga dan Hermina, hingga perluasan kampus besar seperti UB, UIN, dan UNISMA,” urainya.
Bupati Malang juga mengungkapkan apresiasi dari Gubernur Jawa Timur yang menyebut Kabupaten Malang sebagai daerah yang “banyak rezeki” atau penuh keberkahan karena kekompakan masyarakatnya.
“Kemudahan perizinan dan dukungan kepala desa terhadap investasi membuat para menteri dan pemerintah pusat nyaman menempatkan berbagai program nasional di Malang, termasuk pembangunan jalan Gondanglegi–Balekambang senilai Rp800 miliar,” ungkapnya.
Peringatan BBGRM ke-23 ditutup dengan pemukulan kentongan oleh Bupati Malang bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur sebagai tanda pencanangan BBGRM XXIII Kabupaten Malang Tahun 2026. (SL)


















