Batu, Swa News– Kapolres Batu AKBP Aris Purwanto menekankan lima instruksi penting dalam Apel Besar Sabuk Kamtibmas Tahun 2026 yang diikuti oleh ratusan personel Polri dan berbagai elemen potensi masyarakat, Kamis (30/04/2026).

Lima poin instruksi tersebut meliputi penguatan deteksi dini dan pencegahan gangguan Kamtibmas, kolaborasi lintas sektoral tanpa ego kelembagaan, kemitraan strategis dengan masyarakat dalam menjaga lingkungan, antisipasi serius terhadap potensi bencana dan krisis sosial dan penjagaan ruang demokrasi agar tetap damai dan bermartabat tanpa provokasi maupun disinformasi.
”Kegiatan ini menjadi momentum krusial dalam memperkuat komitmen keamanan berbasis kolaborasi di wilayah Kota Batu,” kata Kapolres Batu, AKBP Aris Purwanto.
AKBP Aris menegaskan bahwa pelaksanaan Sabuk Kamtibmas bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata penguatan sistem keamanan berbasis kolaborasi antara Polri dan seluruh elemen masyarakat.
Baca juga: Pencuri Motor di Kota Batu Babak Belur Kepergok Warga
Apel besar kali ini mengangkat tema strategis : “Mewujudkan Sinergitas Polres Batu Bersama Sabuk Kamtibmas dan Potensi Masyarakat dalam Menjaga Stabilitas Keamanan, Ketertiban, dan Keutuhan Sosial di Daerah Kota Batu.
”Polri tidak dapat bekerja sendiri. Kunci utama dalam menjaga Harkamtibmas adalah sinergi, soliditas, dan partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat,” tegas Kapolres di hadapan para peserta.
Pesan Kapolres Batu untuk Hadapi Kompleksitas Dinamika Kota Batu
Menurut AKBP Aries dinamika Kota Batu ke depan diprediksi akan menghadapi berbagai tantangan kompleks, mulai dari potensi konflik sosial, penyebaran hoaks, propaganda digital, hingga dampak dari perkembangan geopolitik global saat ini.
oleh karena itu, Sabuk Kamtibmas ditegaskanya memiliki peran vital sebagai pengikat persatuan sosial sekaligus penguat deteksi dini terhadap gangguan keamanan.
“Selain itu, ancaman radikalisme, intoleransi, serta potensi bencana alam tetap menjadi atensi serius. Untuk mengantisipasi hal tersebut,” lanjutnya.
Lebih lanjut, AKBP Aris mengingatkan bahwa stabilitas keamanan adalah modal utama pembangunan. Tanpa situasi yang kondusif, investasi akan terganggu dan pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat akan terancam.
”Mari kita rapatkan barisan dan teguhkan kebersamaan demi terwujudnya Jawa Timur yang aman, damai, tangguh, dan sejahtera,” pungkasnya. (SL) *


















