Malang, Swa News – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI bersama Komisi II DPR RI menggelar Sosialisasi Pendidikan Pemilu Berkelanjutan Tahun 2026 di Grand Palace Hotel, Kota Malang. Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat demokrasi. Sekaligus meningkatkan kesadaran politik masyarakat menjelang Pemilu 2029 yang diprediksi membawa banyak perubahan.

Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKB, Ali Ahmad, menyampaikan bahwa Pemilu 2029 berpotensi mengalami perubahan signifikan, terutama dalam penataan ulang daerah pemilihan (dapil). Salah satu yang menjadi perhatian adalah kemungkinan Kabupaten Pasuruan masuk ke dalam Dapil Malang Raya. “Banyak perubahan yang akan terjadi pada Pemilu 2029, termasuk kemungkinan Pasuruan masuk dalam Dapil Malang Raya,” ujarnya.
Baca juga: Pemilu 2029 Banyak Berubah, Ali Ahmad: Pasuruan Bisa Masuk Dapil Malang Raya
Ketua KPU Kota Malang, Muhammad Toyib, menegaskan bahwa transformasi pendidikan pemilu dan demokrasi harus dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya saat tahun pemilu. “Pendidikan demokrasi dan kepemiluan tidak boleh hanya hadir menjelang pemilu, tetapi harus menjadi proses yang terus berjalan agar masyarakat memahami hak dan kewajiban politiknya,” tegas Toyib.
Ia juga menekankan pentingnya pemetaan dan perubahan dapil agar masyarakat tidak mengalami kebingungan dalam menentukan representasi politiknya. Menurutnya, kepedulian terhadap pemilu dan demokrasi harus dibangun bersama. “Demokrasi bukan hanya soal memilih saat pencoblosan, tetapi juga bagaimana hubungan antara pemilih dan wakil rakyat tetap terjaga secara berkesinambungan,” lanjutnya.
Komitmen KPU Kota Malang terhadap kualitas pemilu
Sebagai bentuk komitmen terhadap kualitas pemilu, KPU Kota Malang terus melakukan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (PDPB) guna memastikan akurasi daftar pemilih. Melalui sinergi antara KPU RI dan Komisi II DPR RI ini, diharapkan kualitas demokrasi semakin kuat dan partisipasi masyarakat dalam pemilu semakin meningkat. (MJL)


















