Sabtu, Mei 9, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home News

BBC Soroti Kematian Orangutan Tapanuli Akibat Banjir Sumatera, Populasi Kian Terancam

redaksi swanews by redaksi swanews
16/12/2025
in News
0
0
SHARES
101
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

Tapanuli, Swa News– Bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera turut memicu sorotan media internasional menyusul kabar matinya orangutan Tapanuli, salah satu spesies kera besar paling langka di dunia. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran serius akan semakin terancamnya kelangsungan hidup satwa endemik tersebut.

BBC Soroti Kematian Orangutan Tapanuli Akibat Banjir Sumatera, Populasi Kian Terancam

Salah satu media asing yang mengangkat isu ini adalah BBC melalui artikel berjudul “Fears grow that world’s rarest apes were swept away in Sumatran floods” yang terbit Sabtu (13/12/2025). Dalam laporannya, BBC mengutip hasil wawancara dengan tim kemanusiaan, pakar konservasi, serta ahli biologi yang terlibat langsung di lokasi terdampak bencana.

Disebutkan, sejak Topan Senyar menerjang Sumatera pada 25 November 2025, keberadaan orangutan Tapanuli di sejumlah wilayah terdampak tidak lagi terpantau. BBC juga menyoroti penemuan bangkai satwa yang diyakini sebagai orangutan di Desa Pulo Pakkat, Kabupaten Tapanuli Tengah, oleh para relawan kemanusiaan.

Baca juga: Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

Bangkai tersebut ditemukan dalam kondisi setengah terkubur lumpur bercampur kayu gelondongan yang diduga kuat terseret banjir dan longsor. Dokumentasi foto temuan itu kemudian diverifikasi oleh para ahli konservasi dan dinyatakan sebagai orangutan.

Salah satu pekerja kemanusiaan di Tapanuli, Deckey Chandra, yang sebelumnya berkecimpung di bidang konservasi orangutan Tapanuli, mengaku sempat ragu saat pertama kali melihat temuan tersebut.

Carousel Gambar Artikel

“Awalnya saya tidak yakin itu apa, karena kondisinya sudah rusak, kemungkinan akibat tertimbun lumpur dan kayu,” ujar Chandra, seperti dikutip BBC. Ia menambahkan, selama beberapa hari terakhir dirinya banyak menemukan korban manusia, namun bangkai satwa liar tersebut merupakan yang pertama. “Biasanya mereka datang ke area ini untuk makan buah. Sekarang tempat itu justru tampak menjadi kuburan,” katanya.

Populasi orangutan Tapanuli sendiri diperkirakan kurang dari 800 individu. Para ahli menegaskan, kematian satu ekor saja dapat memberi dampak signifikan terhadap kelangsungan spesies ini.

Orangutan Tapanuli baru diidentifikasi sebagai spesies tersendiri pada 2017, berbeda dari dua spesies lainnya, yakni orangutan Kalimantan dan orangutan Sumatera.

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

‎Hari ke-16 Operasional Haji 1447 H, Kemenhaj Fokus Bimbingan Ibadah dan Layanan Kesehatan

‎Hari ke-16 Operasional Haji 1447 H, Kemenhaj Fokus Bimbingan Ibadah dan Layanan Kesehatan

07/05/2026
Ironi Sentralisasi Tes CAT Koperasi Merah Putih: Lelah di Jalan, Gugur di Detik Terakhir

Ironi Sentralisasi Tes CAT Koperasi Merah Putih: Lelah di Jalan, Gugur di Detik Terakhir

06/05/2026
Load More

 

Kerusakan hutan ribuan hektare

Ahli biologi sekaligus Direktur Pelaksana Borneo Futures di Brunei, Profesor Erik Meijaard, mengaku terkejut melihat foto bangkai orangutan tersebut. Ia menyoroti kondisi wajah satwa yang rusak parah. Menurutnya, longsor dalam skala besar membuat orangutan tidak memiliki peluang untuk bertahan.

“Jika hutan seluas beberapa hektare runtuh sekaligus, bahkan orangutan yang kuat pun tidak berdaya,” ujarnya.

Berdasarkan analisis citra satelit, Meijaard menyebut sekitar 4.800 hektare hutan di lereng pegunungan mengalami kehancuran akibat longsor. Karena sebagian area tertutup awan, estimasi awal kerusakan kemudian diperluas hingga mencapai 7.200 hektare.

Wilayah yang rusak tersebut diperkirakan menjadi habitat sekitar 35 orangutan. Dengan tingkat kehancuran yang terjadi, Meijaard menilai kemungkinan besar sebagian besar, bahkan seluruhnya, tidak selamat.

“Dua minggu lalu area ini masih berupa hutan primer. Kini di citra satelit tampak seperti tanah kosong, gundul dan hancur total. Pasti mengerikan berada di hutan saat bencana itu terjadi,” ungkapnya.

BBC Soroti Kematian Orangutan Tapanuli Akibat Banjir Sumatera, Populasi Kian Terancam

Tidak sempat menyelamatkan diri

Pendiri Pusat Informasi Orangutan, Panut Hadisiswoyo, menilai kondisi bangkai menunjukkan bahwa sejumlah orangutan Tapanuli kemungkinan besar tidak sempat melarikan diri saat air bah dan longsor menyapu habitat mereka.

Sementara itu, Serge Wich, profesor biologi primata dari Universitas Liverpool John Moores yang lama meneliti orangutan Tapanuli, menjelaskan bahwa dalam kondisi hujan normal, orangutan biasanya bertahan di atas pohon atau menggunakan ranting dan dedaunan sebagai pelindung sambil menunggu hujan reda.

“Namun kali ini, ketika hujan berhenti, semuanya sudah terlambat. Lereng dan lembah tempat mereka hidup telah hilang akibat longsor, dan itu pasti membawa konsekuensi besar,” ujarnya.

Dampak bencana juga dirasakan oleh fasilitas penelitian. Sejumlah pusat riset orangutan di Sumatera dilaporkan rusak berat, termasuk Stasiun Penelitian Ketambe di Aceh yang dikenal sebagai pusat penelitian orangutan tertua di dunia.

Direktur Ilmiah Program Konservasi Orangutan Sumatera, Dr. Ian Singleton, menyebut fasilitas tersebut hancur total dan perlu segera dibangun kembali agar tetap dapat menjalankan peran penting dalam perlindungan hutan dan populasi orangutan di wilayah tersebut.(IK)

Tags: Banjir SumatraBbcOrangutan TapanuliSatwa langka
redaksi swanews

redaksi swanews

Swa News adalah media terpercaya yang menyajikan informasi cepat dan tepat.

Related Posts

‎Hari ke-16 Operasional Haji 1447 H, Kemenhaj Fokus Bimbingan Ibadah dan Layanan Kesehatan
Agama

‎Hari ke-16 Operasional Haji 1447 H, Kemenhaj Fokus Bimbingan Ibadah dan Layanan Kesehatan

by redaksi swanews
07/05/2026
Ironi Sentralisasi Tes CAT Koperasi Merah Putih: Lelah di Jalan, Gugur di Detik Terakhir
Jawa Timur

Ironi Sentralisasi Tes CAT Koperasi Merah Putih: Lelah di Jalan, Gugur di Detik Terakhir

by redaksi swanews
06/05/2026
Kecelakaan Beruntun di Kota Batu, 2 Mobil Ringsek  ‎
News

Kecelakaan Beruntun di Kota Batu, 2 Mobil Ringsek ‎

by redaksi swanews
05/05/2026
Laptop terbaik dibawah 7 juta
Laptop

6 Pilihan Laptop Terbaik Dibawah 7 Juta 2026: Spek Tinggi untuk Kerja, Gaming Ringan, dan Editing

by Imam Hanifah
05/05/2026
Laptop Programmer
News

7 Rekomendasi Laptop Programmer Dibawah 7 Juta Terbaik 2026, Lancar Banget Buat Coding

by Imam Hanifah
05/05/2026
Banyuwangi Park Tawarkan Wahana Lengkap Untuk Liburan Keluarga 
Wisata dan Kuliner

Banyuwangi Park Tawarkan Wahana Lengkap Untuk Liburan Keluarga 

by redaksi swanews
05/05/2026
Next Post
Terbaru! BPK Bongkar Kuota Haji “Siluman”, Akankah Yaqut Diperiksa untuk Menjadi Tersangka?

Terbaru! BPK Bongkar Kuota Haji “Siluman”, Akankah Yaqut Diperiksa untuk Menjadi Tersangka?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

15/03/2026
Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

15/04/2026
Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

14/11/2025
Demo Bagi-Bagi Baju Gratis dan Takjil, Gaya Unik Berbagi ala Pemuda Lowokdoro

Demo Bagi-Bagi Baju Gratis dan Takjil, Gaya Unik Berbagi ala Pemuda Lowokdoro

02/03/2026
Jurusan sepi peminat di UPN

Pasti Lulus! Ini 15 Jurusan Sepi Peminat di UPN Jatim SNBT 2026

30/03/2026

EDITOR'S PICK

Pilrek UIN Malang: Prof. Agus Maimun Menguat, Prof. Harini Kuda Hitam, Prof. Suhartono dan Prof. Uril Membuntuti

Pilrek UIN Malang: Prof. Agus Maimun Menguat, Prof. Harini Kuda Hitam, Prof. Suhartono dan Prof. Uril Membuntuti

15/05/2025
Pembangunan 6 TPS di Malang Tidak Memenuhi Target, Ini Kata Pj Wali Kota

Pembangunan 6 TPS di Malang Tidak Memenuhi Target, Ini Kata Pj Wali Kota

24/01/2025
Kisah Inspiratif Rudi Valinka: Buzzer Menjadi Staf Khusus Kementerian Komdigi

Kisah Inspiratif Rudi Valinka: Buzzer Menjadi Staf Khusus Kementerian Komdigi

14/01/2025
Diam-diam Dilindungi? Nama Budi Arie Terseret Skandal Judi Online, Jokowi Pilih Bungkam

Diam-diam Dilindungi? Nama Budi Arie Terseret Skandal Judi Online, Jokowi Pilih Bungkam

23/05/2025
logo swanews

© 2026 Swa News Indonesia

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
© Swa News | Cepat dan Mencerahkan