Sabtu, September 19, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home News

BBC Soroti Kematian Orangutan Tapanuli Akibat Banjir Sumatera, Populasi Kian Terancam

redaksi swanewsbyredaksi swanews
16/12/2025
in News
0
0
SHARES
101
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp
Logo SWA Indonesia

Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com

Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.

✨ Jangkauan Nasional ✍️ Personal Branding 🤝 Komunitas Intelektual
Gabung Kolumnis Kirim Naskah Artikel

Tapanuli, Swa News– Bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera turut memicu sorotan media internasional menyusul kabar matinya orangutan Tapanuli, salah satu spesies kera besar paling langka di dunia. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran serius akan semakin terancamnya kelangsungan hidup satwa endemik tersebut.

BBC Soroti Kematian Orangutan Tapanuli Akibat Banjir Sumatera, Populasi Kian Terancam

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

Profil Fahd A Rafiq

Profil Fahd A Rafiq, Tokoh Pemuda yang Terseret OTT KPK Kasus HGB Bogor

19/09/2026
Profil Gus Arif

Profil Gus Arif, Sosok Polisi Eks Bupati Kebumen, Aktif di Organisasi NU hingga Jadi Kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid

18/09/2026
Load More

Salah satu media asing yang mengangkat isu ini adalah BBC melalui artikel berjudul “Fears grow that world’s rarest apes were swept away in Sumatran floods” yang terbit Sabtu (13/12/2025). Dalam laporannya, BBC mengutip hasil wawancara dengan tim kemanusiaan, pakar konservasi, serta ahli biologi yang terlibat langsung di lokasi terdampak bencana.

Disebutkan, sejak Topan Senyar menerjang Sumatera pada 25 November 2025, keberadaan orangutan Tapanuli di sejumlah wilayah terdampak tidak lagi terpantau. BBC juga menyoroti penemuan bangkai satwa yang diyakini sebagai orangutan di Desa Pulo Pakkat, Kabupaten Tapanuli Tengah, oleh para relawan kemanusiaan.

Baca juga: Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

Bangkai tersebut ditemukan dalam kondisi setengah terkubur lumpur bercampur kayu gelondongan yang diduga kuat terseret banjir dan longsor. Dokumentasi foto temuan itu kemudian diverifikasi oleh para ahli konservasi dan dinyatakan sebagai orangutan.

Salah satu pekerja kemanusiaan di Tapanuli, Deckey Chandra, yang sebelumnya berkecimpung di bidang konservasi orangutan Tapanuli, mengaku sempat ragu saat pertama kali melihat temuan tersebut.

“Awalnya saya tidak yakin itu apa, karena kondisinya sudah rusak, kemungkinan akibat tertimbun lumpur dan kayu,” ujar Chandra, seperti dikutip BBC. Ia menambahkan, selama beberapa hari terakhir dirinya banyak menemukan korban manusia, namun bangkai satwa liar tersebut merupakan yang pertama. “Biasanya mereka datang ke area ini untuk makan buah. Sekarang tempat itu justru tampak menjadi kuburan,” katanya.

Populasi orangutan Tapanuli sendiri diperkirakan kurang dari 800 individu. Para ahli menegaskan, kematian satu ekor saja dapat memberi dampak signifikan terhadap kelangsungan spesies ini.

Orangutan Tapanuli baru diidentifikasi sebagai spesies tersendiri pada 2017, berbeda dari dua spesies lainnya, yakni orangutan Kalimantan dan orangutan Sumatera.

 

Kerusakan hutan ribuan hektare

Ahli biologi sekaligus Direktur Pelaksana Borneo Futures di Brunei, Profesor Erik Meijaard, mengaku terkejut melihat foto bangkai orangutan tersebut. Ia menyoroti kondisi wajah satwa yang rusak parah. Menurutnya, longsor dalam skala besar membuat orangutan tidak memiliki peluang untuk bertahan.

“Jika hutan seluas beberapa hektare runtuh sekaligus, bahkan orangutan yang kuat pun tidak berdaya,” ujarnya.

Berdasarkan analisis citra satelit, Meijaard menyebut sekitar 4.800 hektare hutan di lereng pegunungan mengalami kehancuran akibat longsor. Karena sebagian area tertutup awan, estimasi awal kerusakan kemudian diperluas hingga mencapai 7.200 hektare.

Wilayah yang rusak tersebut diperkirakan menjadi habitat sekitar 35 orangutan. Dengan tingkat kehancuran yang terjadi, Meijaard menilai kemungkinan besar sebagian besar, bahkan seluruhnya, tidak selamat.

“Dua minggu lalu area ini masih berupa hutan primer. Kini di citra satelit tampak seperti tanah kosong, gundul dan hancur total. Pasti mengerikan berada di hutan saat bencana itu terjadi,” ungkapnya.

BBC Soroti Kematian Orangutan Tapanuli Akibat Banjir Sumatera, Populasi Kian Terancam

Tidak sempat menyelamatkan diri

Pendiri Pusat Informasi Orangutan, Panut Hadisiswoyo, menilai kondisi bangkai menunjukkan bahwa sejumlah orangutan Tapanuli kemungkinan besar tidak sempat melarikan diri saat air bah dan longsor menyapu habitat mereka.

Sementara itu, Serge Wich, profesor biologi primata dari Universitas Liverpool John Moores yang lama meneliti orangutan Tapanuli, menjelaskan bahwa dalam kondisi hujan normal, orangutan biasanya bertahan di atas pohon atau menggunakan ranting dan dedaunan sebagai pelindung sambil menunggu hujan reda.

“Namun kali ini, ketika hujan berhenti, semuanya sudah terlambat. Lereng dan lembah tempat mereka hidup telah hilang akibat longsor, dan itu pasti membawa konsekuensi besar,” ujarnya.

Dampak bencana juga dirasakan oleh fasilitas penelitian. Sejumlah pusat riset orangutan di Sumatera dilaporkan rusak berat, termasuk Stasiun Penelitian Ketambe di Aceh yang dikenal sebagai pusat penelitian orangutan tertua di dunia.

Direktur Ilmiah Program Konservasi Orangutan Sumatera, Dr. Ian Singleton, menyebut fasilitas tersebut hancur total dan perlu segera dibangun kembali agar tetap dapat menjalankan peran penting dalam perlindungan hutan dan populasi orangutan di wilayah tersebut.(IK)

Tags: Banjir SumatraBbcOrangutan TapanuliSatwa langka
redaksi swanews

redaksi swanews

Swa News adalah media terpercaya yang menyajikan informasi cepat dan tepat.

Related Posts

Profil Fahd A Rafiq
News

Profil Fahd A Rafiq, Tokoh Pemuda yang Terseret OTT KPK Kasus HGB Bogor

byImam Hanifah
19/09/2026
Profil Gus Arif
News

Profil Gus Arif, Sosok Polisi Eks Bupati Kebumen, Aktif di Organisasi NU hingga Jadi Kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid

byImam Hanifah
18/09/2026
Mahasiswi Malang
Hukum

Mahasiswi Malang Jadi Korban Pelecehan, Polisi Buru Pelaku Berhelm Merah Lewat Rekaman CCTV

byArdian FRand1 others
18/09/2026
Batu Street food Festival
Ekonomi

Batu Street Food Festival Didorong Jadi Ekosistem Gastronomi Kota Batu

byMukhamad Munif
17/09/2026
Puncaki Trending TikTok Education Indonesia, Kampus UMM Kampanye Pesmaba Ramah Lingkungan
Gaya hidup

Puncaki Trending TikTok Education Indonesia, Kampus UMM Kampanye Pesmaba Ramah Lingkungan

byArdian FRand1 others
17/09/2026
Dosen Ilmu Komunikasi UB Kritik Etika Komunikasi Kepemimpinan dalam Pemberhentian Purbaya Yudhi Sadewa
Gaya hidup

Dosen Ilmu Komunikasi UB Kritik Etika Komunikasi Kepemimpinan dalam Pemberhentian Purbaya Yudhi Sadewa

byArdian FRand1 others
17/09/2026
Next Post
Terbaru! BPK Bongkar Kuota Haji “Siluman”, Akankah Yaqut Diperiksa untuk Menjadi Tersangka?

Terbaru! BPK Bongkar Kuota Haji “Siluman”, Akankah Yaqut Diperiksa untuk Menjadi Tersangka?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

15/03/2026
Jurusan sepi peminat di UPN

Pasti Lulus! Ini 15 Jurusan Sepi Peminat di UPN Jatim SNBT 2026

30/03/2026
Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

14/11/2025
Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

16/06/2026
Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

15/04/2026

EDITOR'S PICK

Pengusaha Peter F Gontha Bikin Heboh,”Ada Oligarki Dikawal Mobil Kemenhan!” Siapa Dia?

Pengusaha Peter F Gontha Bikin Heboh,”Ada Oligarki Dikawal Mobil Kemenhan!” Siapa Dia?

23/12/2024
Perseteruan Lama KH. Imam Muslimin (Yai MIM) – Nurul Sahara Lewati Jalur Hukum Hingga Wafat

Perseteruan Lama KH. Imam Muslimin (Yai MIM) – Nurul Sahara Lewati Jalur Hukum Hingga Wafat

14/04/2026
Sayonara Sritex! Publik: Menanti Janji Gibran 19 Juta Peluang Kerja, Kapan Wamenaker Mundur?

Sayonara Sritex! Publik: Menanti Janji Gibran 19 Juta Peluang Kerja, Kapan Wamenaker Mundur?

03/03/2025
KPRI UIN Maliki Malang

KPRI UIN Maliki Malang Mangkir Sidang Perdana Skandal Perumahan Fiktif di PN Kepanjen

23/05/2026
logo swanews

© 2026 Swa News Indonesia

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
© Swa News | Cepat dan Mencerahkan