Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
MALANG, Swa News — Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Danang Setiyo PS, memberikan apresiasi tinggi kepada massa dari Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu yang menggelar aksi penyampaian aspirasi secara damai di kawasan Gedung DPRD dan Tugu Balai Kota Malang pada Rabu (28/10/2026).
Sebagaimana disadur dari laporan resmi Humas Polresta Malang Kota, pimpinan kepolisian setempat menggunakan istilah khas Malangan “Rutam Nuwus” sebagai bentuk penghormatan atas ketertiban yang dijaga oleh para peserta aksi selama kegiatan berlangsung.
Kapolresta menilai bahwa kedewasaan massa dalam berorasi sangat membantu menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Kota Malang tetap kondusif. Aksi yang diikuti oleh sekitar 500 peserta tersebut dimulai dengan titik kumpul di depan Masjid Jami sebelum melakukan long march menuju Jalan Tugu.
Untuk mengawal jalannya kegiatan, Polresta Malang Kota menyiagakan personel gabungan di sejumlah lokasi strategis guna memastikan hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat tetap terlindungi tanpa mengganggu kepentingan umum. “Rutam Nuwus, nawak-nawak Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu Kota Malang dan semua pihak yang turut menjaga suasana tetap damai dan tertib,” ujar Kombes Pol Danang Setiyo di sela-sela pemantauan lapangan.
Meskipun cuaca di lokasi sempat diguyur gerimis, hal tersebut tidak menyurutkan semangat massa untuk menyampaikan aspirasi, begitu pula dengan petugas kepolisian yang tetap siaga mengatur lalu lintas. Kapolresta bersama Wakapolresta AKBP Alex Sandy Siregar tampak turun langsung mendekati massa untuk memastikan layanan pengamanan berjalan sesuai prosedur humanis.
Kehadiran pimpinan di lapangan ini bertujuan untuk membangun komunikasi dua arah yang efektif antara aparat penegak hukum dan masyarakat yang sedang menyuarakan pendapatnya. Di sisi lain, pihak kepolisian juga menyadari adanya dampak teknis berupa kemacetan akibat pengalihan arus lalu lintas di sekitar pusat kota.
Kombes Pol Danang secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna jalan yang merasa terganggu perjalanannya.
“Kami memohon maaf kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan, apabila pengalihan arus menimbulkan ketidaknyamanan. Pengaturan tersebut merupakan langkah antisipasi untuk menjaga keselamatan dan keamanan bersama,” tambahnya.
Hingga massa membubarkan diri dengan tertib, situasi di kawasan Tugu Balai Kota dilaporkan tetap aman dan terkendali. Polresta Malang Kota menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan pengamanan yang profesional dengan mengedepankan aspek keselamatan bagi seluruh warga.
Penutupan aksi yang damai ini menjadi bukti sinergi yang baik antara elemen masyarakat dan kepolisian dalam menjaga marwah demokrasi di Kota Malang.


















