Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Malang, Swa News – Polresta Malang Kota melakukan langkah proaktif dengan mengintensifkan pengaturan lalu lintas (gatur lalin) di sejumlah titik krusial guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan pada jam sibuk pagi hari.
Sebagaimana dilangsir dari laporan resmi Polresta Malang Kota, pengerahan personel ini dimulai sejak pukul 06.00 WIB, menyasar lokasi-lokasi strategis seperti U-turn, persimpangan padat, hingga kawasan industri yang menjadi titik temu arus kendaraan dari berbagai penjuru kota.
Investigasi di lapangan menunjukkan bahwa kawasan Jalan Veteran, khususnya di sekitar Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Malang, menjadi salah satu titik paling rawan akibat akumulasi kendaraan antar-jemput siswa yang berhimpitan dengan arus mahasiswa menuju kampus.
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo P.S. yang memantau langsung situasi di lokasi tersebut, menginstruksikan jajarannya untuk tidak hanya sekadar berdiri, namun aktif melakukan rekayasa terbatas guna memastikan tidak ada antrean yang mengunci akses utama jalan protokol.
“Setiap pagi, pengaturan lalu lintas di titik-titik rawan kepadatan adalah prioritas utama kami. Anggota tidak hanya bertugas untuk mengurai antrean kendaraan, tetapi juga memastikan masyarakat, terutama anak-anak yang berangkat sekolah, dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman tanpa rasa khawatir akan keselamatan mereka di jalan raya,” tegas Kombes Pol Danang saat ditemui di sela-sela pemantauan di Jalan Veteran, Selasa (20/10/2026).
Selain penempatan personel, kepolisian juga melakukan evaluasi mendalam bersama Kasat Lantas Polresta Malang Kota Kompol Rio Angga Prasetyo terkait pola pergerakan kendaraan.
Evaluasi ini mencakup identifikasi hambatan samping seperti parkir liar dan aktivitas pedagang kaki lima yang seringkali mempersempit ruang jalan.
Sinergi antara kepolisian, pihak sekolah, dan orang tua diharapkan dapat menciptakan ekosistem lalu lintas yang lebih tertib, di mana kepatuhan terhadap rambu-rambu menjadi kunci utama dalam menekan angka kecelakaan di zona pendidikan.


















