Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Kota Batu, Swa News – Memasuki usia ke-25 tahun, Kota Batu tidak hanya merayakan seremoni, tetapi juga memaparkan capaian pembangunan yang terukur. Hal itu disampaikan Wali Kota Batu, Nurochman, dalam sambutannya pada Rapat Paripurna DPRD Kota Batu dalam rangka Hari Jadi ke-25 Kota Batu, Jumat (16/10/2026)
Di hadapan pimpinan dan anggota DPRD, Forkopimda, serta tamu undangan, Wali Kota yang akrab disapa Cak Nur itu mengajak semua pihak untuk menengok perjalanan seperempat abad Kota Batu sebagai bahan refleksi untuk melangkah bersama ke depan.
Ia menegaskan, tema peringatan tahun ini, “Bangkit Bersama, Jaga Alam Raya untuk mBatu SAE Berkelanjutan” dengan semangat “Kreatif SAE” menjadi penanda bahwa pembangunan Kota Batu harus bertumpu pada kolaborasi, kreativitas, dan keberlanjutan alam sebagai penopang utama kehidupan.
“Kita ingin pariwisata memberi manfaat lebih luas, pertanian semakin kuat, pelayanan publik semakin baik, dan lingkungan tetap terjaga bagi generasi mendatang,” kata Cak Nur.
Tiga Indikator Utama Menunjukkan Tren Positif
Dalam laporan capaiannya, Cak Nur memaparkan tiga data kunci yang menggambarkan kondisi Kota Batu hingga 2025.
Pertama, di sektor ekonomi, realisasi investasi Kota Batu sepanjang tahun 2025 tercatat mencapai sekitar Rp2,33 triliun. Angka ini dinilai menjadi bukti bahwa Kota Batu masih menjadi destinasi menarik bagi investor, terutama di sektor pariwisata, jasa, dan ekonomi kreatif.
Kedua, kualitas pembangunan manusia terus membaik. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batu mencapai 80,35, yang masuk dalam kategori sangat tinggi. Capaian ini mencerminkan peningkatan di tiga aspek sekaligus, yakni pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.
Ketiga, angka kemiskinan menunjukkan tren penurunan. Dari 3,06 persen pada tahun 2024, angka kemiskinan turun menjadi 2,86 persen pada tahun 2025. Meski penurunan terlihat tipis, namun di level kota kecil seperti Batu, angka tersebut menunjukkan efektivitas jaring pengaman sosial dan program pemberdayaan yang berjalan.
Selain tiga indikator tersebut, Kota Batu juga baru saja meraih Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 kategori Madya. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan daerah dalam memperluas cakupan jaminan kesehatan bagi warganya. Cak Nur menekankan, penghargaan tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan yang mudah diakses dan berkualitas.
Dibalik Angka, Ada Program Prioritas
Cak Nur menjelaskan, capaian tersebut tidak datang begitu saja, melainkan ditopang oleh sejumlah program prioritas yang menjadi terjemahan dari visi mBatu SAE.
Di bidang pendidikan, ada Program Seribu Sarjana yang disiapkan untuk meningkatkan kualitas SDM. Di sektor pertanian, Pemkot mendorong program CooSAE dan Smart and Integrated Farming untuk memperkuat petani di tengah tekanan alih fungsi lahan dan perubahan iklim.
Sementara itu, penguatan juga dilakukan pada sektor pelayanan kesehatan, penataan infrastruktur dasar, serta pengelolaan sampah dan perlindungan lingkungan.
Namun, Cak Nur menegaskan, keberhasilan program-program tersebut tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan kemitraan yang sehat antara eksekutif dan legislatif dalam merumuskan regulasi dan anggaran, dukungan penuh Forkopimda, kontribusi dunia usaha, peran aktif desa dan kelurahan, hingga partisipasi langsung masyarakat.
“Saya percaya, masa depan Kota Batu adalah masa depan yang kita bangun bersama. Kita perlu menjaga gotong royong, memperkuat rasa saling percaya, dan memastikan bahwa setiap kebijakan yang kita ambil tetap berpihak pada kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Apresiasi untuk Semua Elemen
Pada kesempatan itu, Cak Nur juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menjaga stabilitas dan keberlangsungan pembangunan Kota Batu.
Kepada jajaran Polres Batu di bawah pimpinan AKBP Panji Gedhe Prabawa, Dandim 0818/Malang-Batu, Dan Pusdik Arhanud, Dan Poltekad, Kabengpusarhanud, serta Kajari Batu Arya Wicaksana, ia berterima kasih atas dukungan dalam menjaga keamanan, ketahanan wilayah, serta penguatan tata kelola aset daerah, termasuk pendampingan penyerahan PSU perumahan dan sertifikasi Tanah Kas milik Pemkot dan Pemdes Tulungrejo.
Secara khusus, ia menyampaikan penghargaan kepada Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Batu atas kemitraan strategis dalam pembentukan Perda, pembahasan anggaran, dan fungsi pengawasan.
Apresiasi juga disampaikan kepada Pemerintah Kota Malang dan Kabupaten Malang atas sinergi pembangunan kawasan Malang Raya, serta kepada tokoh agama lintas keyakinan, pendidik, tenaga kesehatan, kader Posyandu, petani, pelaku UMKM, pekerja pariwisata, seniman, budayawan, pemuda, relawan lingkungan, petugas kebersihan, insan pers, hingga seluruh ASN dan perangkat desa/kelurahan.
“Kota Batu bukan hanya tumbuh karena keindahan alam dan kunjungan wisata, tetapi juga karena produk, pelayanan, kuliner, dan keramahan masyarakatnya,” ujar Cak Nur.
Menutup sambutannya, Cak Nur berharap momentum usia ke-25 menjadi titik tolak untuk menjaga Kota Batu agar semakin maju, sejahtera, tetap asri, dan semakin baik bagi generasi yang akan datang.
“Dirgahayu Kota Batu ke-25. Semoga Allah SWT senantiasa meridai setiap ikhtiar kita untuk membangun kota ini dengan niat yang tulus, kerja yang sungguh-sungguh, dan semangat kebersamaan,” pungkasnya
Pewarta: Sholeh
Editor: Imam

















