Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Malang, Swa News— Mahasiswa Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya (FT UB) sukses mengukir prestasi membanggakan dengan meraih Juara 2 Nasional serta penghargaan Best Team Presentation dalam ajang Riset Sawit Tingkat Mahasiswa 2026.

Kompetisi bergengsi yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Kementerian Keuangan Republik Indonesia sebagai upaya mendorong hilirisasi dan keberlanjutan industri sawit nasional.
Baca juga: Menguak Realitas Peran Perempuan Penjaga Demokrasi
Tim yang dipimpin oleh Lintang Dwi Prayoga ini berhasil menyisihkan ribuan pesaing melalui inovasi material fungsional berbasis limbah kelapa sawit. Tim Universitas Brawijaya yang beranggotakan Allan Fikri Mahardika Santosa, Mohammad Misbahul Khoir, Noor Khalila Rahmawatie, dan Mayshya Putri Alifia Prashand mengusung penelitian bertajuk pengembangan bio-based rigid polyurethane foam.
Material ini dikombinasikan dengan ternary phase change material (PCM) berbasis asam lemak turunan sawit yang terimpregnasi dalam karbon aktif dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Inovasi ini dirancang khusus untuk mendukung efisiensi energi pada bangunan melalui sistem penyimpanan energi termal dan insulasi yang mumpuni. Dosen pembimbing tim, Ir. Wa Ode Cakra Nirwana, S.T., M.T., Ph.D., menjelaskan bahwa penelitian ini memberikan nilai tambah yang signifikan terhadap komoditas sawit.
Inovasi ini dirancang sebagai material yang berpotensi digunakan untuk insulasi bangunan sekaligus penyimpanan energi termal, sehingga dapat mendukung peningkatan efisiensi penggunaan energi pada bangunan, ujarnya. Beliau juga menekankan bahwa penggunaan limbah TKKS merupakan wujud nyata dari pendekatan ekonomi sirkular di lingkungan kampus. Keberhasilan ini diraih setelah melalui proses panjang selama satu tahun, mulai dari seleksi 1.433 proposal hingga tahap grand final di Jakarta pada Juli 2026. Di hadapan dewan juri, tim UB mampu mempresentasikan hasil riset mereka secara sistematis dan komprehensif. Penghargaan Best Team Presentation yang diraih menjadi bukti kemampuan mahasiswa dalam mengomunikasikan inovasi teknologi kepada para pemangku kepentingan di sektor industri kelapa sawit. (ARD)

















