Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Malang, Swa News — Kepolisian Resor (Polres) Malang Polda Jatim menyalurkan sedikitnya 35.000 liter air bersih untuk membantu warga yang terdampak kemarau panjang di wilayah Kabupaten Malang. Langkah tanggap darurat ini menyasar dua wilayah yang mengalami krisis air paling parah, yakni Kecamatan Sumbermanjing Wetan dan Kecamatan Kalipare, guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah cuaca ekstrem.
Distribusi bantuan ini dilakukan secara bertahap selama dua hari terakhir dengan melibatkan personel kepolisian setempat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang. Di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, proses distribusi berlangsung hingga Kamis (8/10/2026) dengan total pasokan mencapai 15.000 liter. Bantuan tersebut disebar secara merata di tiga titik krusial, mencakup RT 21 dan RT 24 di Dusun Sumberbende (Desa Argotirto), serta RT 10 dan RT 12 di Dusun Krajan (Desa Sumberagung).
Kasihumas Polres Malang, AKP M. Budiono, menyatakan bahwa air bersih merupakan kebutuhan vital yang tidak bisa ditunda, terutama saat sumber air warga mulai mengering. “Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Ketika warga kesulitan mendapatkannya akibat kemarau, kami berupaya hadir untuk meringankan beban mereka,” ujar AKP M. Budiono saat dikonfirmasi pada Kamis (8/10/2026).
Sebelumnya, pada Rabu (7/10/2026), Polres Malang juga telah memasok 20.000 liter air bersih ke Kecamatan Kalipare. Bantuan tersebut dialokasikan untuk warga di Dusun Banduarjo dan Dusun Pondok Kobong, Desa Sumberpetung. Tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, pasokan air juga disalurkan untuk mendukung operasional pendidikan di SMPN 2 Kalipare yang turut terdampak kekeringan.
Pihak kepolisian menegaskan akan terus melakukan pemetaan wilayah terdampak untuk menentukan langkah intervensi selanjutnya. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan jajaran kewilayahan terus diperkuat guna memantau situasi di lapangan secara real-time. “Kami akan terus memantau wilayah-wilayah yang terdampak kekeringan. Harapannya, langkah ini dapat memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi di tengah musim kemarau,” pungkas Budiono.

















